Apakah Saya Bisa Hamil Lagi Setelah Plasenta Previa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi wanita yang pernah mengalami plasenta previa pada kehamilannya, Anda mungkin jadi cemas soal kesehatan reproduksi Anda. Tak sedikit yang kemudian bertanya-tanya apakah bisa hamil lagi setelah sebelumnya mengalami plasenta previa. Apakah kehamilan selanjutnya akan menemui masalah yang sama atau tidak? Yuk, simak penjelasannya berikut ini. 

Apa itu plasenta previa?

Plasenta previa adalah suatu kondisi di mana plasenta menutupi sebagian atau seluruh leher rahim. Leher rahim merupakan jalan lahir bayi yang terletak di bagian atas vagina. Kondisi ini bisa terjadi pada 1 dari 200 kehamilan.

Bila Anda terdeteksi mengalami kondisi ini di awal masa kehamilan, biasanya tidak masalah. Namun jika tidak ditangani, gangguan ini dapat mengakibatkan perdarahan hebat sebelum atau selama proses persalinan nantinya.

Selama masa kehamilan, plasenta akan tumbuh sesuai perkembangan bayi. Pada kehamilan dengan letak plasenta normal, plasenta berada pada posisi rendah dalam rahim dan akan bergerak ke atas dan ke samping rahim seiring dengan pertumbuhan bayi. Pada kasus plasenta previa, plasenta tetap akan tumbuh di bagian bawah rahim lalu menutup daerah bukaan serviks dan akan tetap seperti itu hingga menjelang proses persalinan.

Saat proses persalinan tiba, bayi Anda akan keluar melalui jalan lahir. Jika Anda memiliki gangguan plasenta ini, saat serviks mulai melebar dan melakukan pembukaan untuk persalinan, pembuluh darah yang menghubungkan plasenta ke rahim mungkin mengalami robekan. Hal ini yang kemudian menyebabkan perdarahan hebat selama proses persalinan dan kelahiran, sehingga mengancam keselamatan Anda dan bayi.

Anda masih bisa hamil lagi setelah mengalami plasenta previa

Jika Anda memiliki riwayat plasenta previa sebelumnya, Anda masih memiliki 2-3 persen kemungkinan untuk mengalami kondisi ini lagi pada kehamilan berikutnya. Bahkan risiko menjadi lebih besar bila sebelumnya Anda menjalani operasi Caesar dan operasi rahim seperti kuret atau pengangkatan fibroid.

Namun tenang saja, harapan Anda untuk hamil lagi setelah plasenta previa akan tetap ada. Bila Anda menginginkan persalinan normal, maka sebaiknya jangan terburu-buru. Beri jarak waktu sekitar 18-24 bulan sebelum mencoba hamil lagi. Jeda waktu ini dibutuhkan agar rahim Anda bisa kembali bekerja secara normal lagi.

Apabila Anda punya kekhawatiran tertentu, sebaiknya langsung konsultasikan dengan dokter kandungan Anda kapan boleh mengusahakan kehamilan lagi setelah mengalami masalah plasenta pada kehamilan sebelumnya.

Mencegah plasenta previa saat Anda hamil lagi

Sebenarnya belum diketahui cara yang tepat untuk mencegah seorang wanita terhindar dari plasenta previa. Akan tetapi, Anda bisa mengurangi risiko mengalami plasenta previa dengan mematuhi hal-hal berikut ini:

  • Tidak merokok
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang
  • Menjaga kesehatan kandungan, misalnya dengan rutin check up dan menjaga pola makan seimbang
  • Hanya menjalani operasi Caesar jika sangat dibutuhkan secara medis

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu risiko untuk mengalami gangguan plasenta yakni pernah memiliki riwayat melakukan operasi Caesar. Maka dari itu, disarankan jika kehamilan yang Anda alami sehat dan tidak ada alasan secara medis untuk melakukan operasi Caesar saat persalinan, sebaiknya biarkan persalinan berjalan secara normal. Semakin banyak operasi Caesar yang pernah Anda jalani, maka semakin besar pula risiko Anda untuk terkena plasenta previa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit