brand logo
Kategori
Cek Kesehatan
Komunitas
Booking Dokter

Iklan

Bagikan

3 Posisi Tidur Penyebab Keguguran yang Perlu Dihindari

Ibu hamil butuh istirahat yang cukup dan nyaman demi mendukung perkembangan janin. Namun, Ibu harus lebih berhati-hati saat memilih posisi tidur karena beberapa posisi tidur dipercaya menjadi salah satu faktor penyebab keguguran.

3 Posisi Tidur Penyebab Keguguran yang Perlu Dihindari

Apa hubungan posisi tidur dan keguguran?

Tidur telentang terlalu lama saat hamil, terutama pada trimester tiga, dapat meningkatkan risiko keguguran atau kematian janin.

Hal ini pernah dibahas di dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal eClinical Medicine (2019).

Rahim yang membesar dapat menekan pembuluh vena kava inferior dan aorta sehingga aliran darah dan oksigen ke plasenta mungkin terhambat.

Jika terus terjadi, kondisi tersebut bisa membuat janin kekurangan darah dan oksigen sehingga perkembangannya terganggu.

Memang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar pengaruh posisi tidur tersebut terhadap risiko keguguran.

Meski begitu, tak ada salahnya untuk mengurangi kebiasaan tidur telentang saat sudah hamil besar.

Posisi tidur yang diyakini sebagai penyebab keguguran

Sampai saat ini belum ada penelitian yang secara gamblang membuktikan bahwa posisi tidur tertentu bisa menyebabkan keguguran.

Meski begitu, ada beberapa posisi tidur yang mungkin membuat ibu hamil tidak nyaman sehingga waktu dan kualitas tidurnya dapat berkurang.

Menurut Sleep Foundation, kualitas tidur yang buruk selama kehamilan bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur hingga depresi setelah melahirkan.

Oleh karena itu, Ibu sebaiknya menghindari posisi tidur berikut ini selama kehamilan.

1. Tidur telentang

Saat perut membesar, tidur telentang mungkin terasa nyaman karena beban pada rahim berpindah tumpuan ke tulang belakang dan otot punggung.

Posisi tidur telentang saat hamil memang bukan penyebab keguguran pada trimester pertama, tapi Ibu sebaiknya menghindari posisi ini saat memasuki trimester dua.

Pasalnya, kebiasaan tidur telentang pada trimester kedua bisa menyebabkan sakit punggung, wasir, hingga gangguan pencernaan pada ibu hamil.

Sementara itu, kebiasaan tidur telentang di atas usia kehamilan 28 minggu bisa meningkatkan risiko stillbirth atau bayi lahir mati, seperti dikutip dari situs National Health Service.

Ini lantaran pembuluh darah yang terhambat saat tidur telentang dapat mengganggu asupan darah dan oksigen menuju janin.

Sebagai tambahan, posisi ini juga dinilai bisa meningkatkan risiko sleep apnea pada ibu hamil. 

2. Tidur miring ke kanan

tidur terlalu lama saat hamil

Posisi tidur miring ke kanan juga tidak direkomendasikan untuk ibu hamil. Dalam posisi ini, beban dari tubuh Ibu akan bertumpu pada sisi kanan dan menekan hati sehingga kinerjanya mungkin terganggu.

Tidur miring ke kanan juga dipercaya meningkatkan risiko keguguran yang lebih besar dibandingkan tidur miring ke kiri.

Pasalnya, posisi ini tetap memberikan tekanan tambahan pada pembuluh darah utama, tetapi tidak sebesar tidur telentang.

Meski begitu, kaitan antara tidur miring ke kanan dengan kehamilan masih perlu diteliti lebih lanjut.

Terlebih, Sleep Foundation menyebutkan bahwa ibu hamil dengan masalah jantung mungkin lebih nyaman tidur miring ke kanan dibandingkan ke kiri.

3. Tidur tengkurap

Tidur tengkurap saat hamil muda sebenarnya masih diperbolehkan. Posisi tidur seperti ini juga tidak dianggap sebagai penyebab keguguran.

Namun, Ibu tidak dianjurkan untuk tidur dengan posisi ini ketika perut mulai membesar, tepatnya ketika memasuki usia 16–18 minggu kehamilan.

Selain membuat Ibu tidak nyaman, tidur tengkurap sebaiknya dihindari karena posisi ini menempatkan berat rahim di atas pembuluh darah utama sehingga aliran darah mungkin tersumbat.

Selain menghambat oksigen ke janin, posisi ini berisiko menyebabkan kaki ibu hamil bengkak.

Posisi tidur yang aman untuk ibu hamil

Miring ke kiri adalah posisi tidur terbaik selama kehamilan. Dalam posisi ini, darah akan mengalir dengan baik ke plasenta sehingga kebutuhan oksigen dan nutrisi janin dapat terpenuhi.

Tidur miring ke kiri saat hamil juga membantu mengurangi risiko pembengkakan dan varises pada kaki serta wasir. Selain itu, posisi ini dapat meningkatkan fungsi ginjal ibu hamil.

Bagi Ibu dengan penyakit refluks asam lambung (GERD), posisi miring ke kiri juga dapat mengurangi mulas dan rasa tidak nyaman pada perut akibat kenaikan asam lambung,

Supaya Ibu bisa tidur makin nyenyak selama kehamilan, ikuti beberapa tips berikut.

  • Posisikan tidur miring ke kiri senyaman mungkin dengan salah satu atau kedua lutut ditekuk.
  • Berikan ganjalan di antara lutut dan bawah perut.
  • Letakkan bantal hamil di belakang punggung supaya posisi tidur tidak mudah berubah.
  • Kurangi minum kopi atau teh dengan kafein setelah jam tiga sore.
  • Lakukan olahraga rutin, tetapi hindari berolahraga empat jam sebelum tidur.
  • Buat tubuh rileks sebelum tidur, misalnya dengan mandi air hangat.

Meski bumil tidak dianjurkan tidur dengan posisi telentang atau tengkurap, Ibu tidak perlu khawatir jika terbangun dalam posisi ini. Perubahan posisi saat tidur merupakan hal yang wajar.

Jika Ibu terbangun dengan posisi tidur yang berubah, cukup kembalikan posisi badan ke kondisi semula dan beri bantal pengganjal supaya posisi tidur tidak berubah kembali.

Kesimpulan

  • Telentang dan tengkurap memang bukan posisi tidur penyebab keguguran, tetapi posisi ini bisa membuat ibu hamil tidak nyaman dan meningkatkan risiko kelahiran prematur.
  • Tidur miring ke kanan dinilai lebih membahayakan ibu hamil dibandingkan miring ke kiri karena fungsi hati mungkin terganggu.
  • Posisi tidur terbaik selama kehamilan adalah miring ke kiri. Ibu bisa menggunakan bantal pengganjal di antara kaki dan perut serta punggung supaya lebih nyaman.
medical
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Ditinjau secara medis oleh
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro
Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 26/08/2025