Perawatan payudara sangatlah penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satunya penghasil ASI yang merupakan makanan pokok bagi bayi yang baru lahir, sehingga perawatan payudara harus dilakukan sedini mungkin.

ASI merupakan makanan paling ideal bagi bayi, dengan komposisi paling lengkap dan tidak bisa ditandingi oleh susu formula buatan manusia.

Manfaat perawatan payudara semasa hamil

Perawatan payudara selama hamil memiliki banyak manfaat, antara lain:

  1. Menjaga kebersihan payudara, terutama kebersihan puting susu.
  2. Melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga memudahkan bayi untuk menyusu nantinya.
  3. Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar.
  4. Dapat mendeteksi kelainan-kelainan payudara secara dini dan melakukan upaya untuk mengatasinya.
  5. Mempersiapkan mental Anda untuk menyusui.

Apa akibatnya jika payudara tak dirawat dengan baik sejak hamil?

Bila ibu hamil tidak melakukan perawatan payudara dengan baik dan baru melakukan perawatan menjelang melahirkan atau setelah melahirkan, maka ada risiko akan terjadi:

  • ASI tidak keluar. Inilah yang sering terjadi, ASI baru keluar setelah hari kedua atau lebih.
  • Puting susu tidak menonjol sehingga bayi sulit mengisap susu.
  • Produksi ASI sedikit sehingga tidak cukup dikonsumsi bayi.
  • Infeksi pada payudara, payudara bengkak atau bernanah.
  • Muncul benjolan di payudara, dan lain-lain.

Perawatan payudara pada usia kehamilan 3 bulan

Periksa puting susu untuk mengetahui apakah puting susu Anda datar atau masuk ke dalam, dengan cara memijat dasar puting susu secara perlahan. Puting susu yang normal akan menonjol ke luar.

Apabila puting susu tetap datar atau masuk kembali ke dalam payudara, maka sejak hamil 3 bulan Anda perlu melakukan pemijatan payudara secara rutin agar puting bisa menonjol.

Caranya adalah dengan menggunakan dua jari, lalu daerah di sekitar puting susu diurut ke arah berlawanan menuju dasar payudara sampai ke seluruh daerah payudara. Lakukan pemijatan ini sehari dua kali selama 6 menit.

Perawatan payudara pada usia kehamilan 6-9 bulan

Perawatan payudara pada usia kehamilan ini sangatlah penting untuk kesuksesan menyusui. Jangan bosan dan jangan risik melakukannya. Ingatlah bahwa bayi Anda kelak akan sangat berterima kasih dengan semua jerih payah Anda dalam memberikannya ASI.

Berikut ini perawatan yang bisa Anda lakukan:

  1. Basahi kedua telapak tangan dengan minyak kelapa.
  2. Kompres puting susu sampai areola mamae (bagian kecokelatan di sekitar puting) dengan minyak kelapa selama 2-3 menit. Tujuannya untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu sehingga mudah dibersihkan. Jangan membersihkan dengan alkohol atau bahan lain yang bersifat iritasi karena dapat menyebabkan puting susu lecet.
  3. Pegang kedua puting susu, kemudian tarik dan putar dengan lembut ke arah dalam dan luar.
  4. Pegang pangkal payudara dengan kedua tangan, lalu diurut ke arah puting susu sebanyak 30 kali sehari.
  5. Pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetes susu.
  6. Bersihkan kedua puting susu dan sekitarnya dengan handuk kering dan bersih.
  7. Pakailah bra yang tidak ketat dan bersifat menopang payudara. Jangan kenakan bra yang ketat atau menekan payudara selama hamil.

Baca Juga:

Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp.OG Spesialis Kandungan

dr. Taufik Jamaan adalah Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun. Pria kelahiran Padang, 27 Juni 1966 ini dikenal sebagai salah satu dokter yang dituju oleh banyak pasangan untuk konsultasi kehamilan, USG, persalinan, dan bayi tabung atau IVF.

Saat ini, dr. Taufik Jamaan berpraktik diĀ Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda di Menteng, Jakarta Pusat, dan RS Hermina Jatinegara, Jakarta Timur.

Dokter yang sudah mendapat pendidikan dan training USG di 30 negara ini juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia, Perkumpulan Bayi Tabung Indonesia, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, dan anggota International Society of Ultrasound in Obstetric and Gynaecology (ISUOG).

Selengkapnya
Artikel Terbaru