Makan Seafood Saat Hamil, Boleh atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang di Indonesia mungkin masih mempunyai kepercayaan akan beberapa makanan yang harus dihindari saat hamil, seperti ikan. Beberapa orang percaya bahwa makan ikan saat hamil akan membuat anaknya menjadi bau amis. Namun, itu hanyalah sebuah kepercayaan turun temurun yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Secara ilmiah, justru ikan diperlukan saat hamil sebagai sumber protein yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Memang ada beberapa jenis ikan yang harus dibatasi konsumsinya. Hal ini karena jenis ikan tertentu mengandung merkuri tinggi yang dapat membahayakan janin, bukan karena ikan menyebabkan anak bau amis. Selain itu, cara memasak ikan juga harus diperhatikan. Ibu hamil harus menghindari makan ikan mentah atau ikan yang belum matang sempurna karena bisa saja ikan tersebut masih mengandung bakteri yang dapat membahayakan janin dan ibu hamil.

Bolehkah makan seafood saat hamil?

Jika Anda membatasi makanan apa yang harus Anda makan, justru hal ini dapat mempersempit pilihan dan asupan makanan Anda. Ibu hamil harus makan berbagai macam makanan sehat. Ikan atau seafood merupakan salah satu makanan yang kaya zat gizi, dan ibu hamil harus menambahkannya ke dalam asupan mereka.

Ibu hamil sangat diperbolehkan makan seafood. Walaupun tidak semua seafood aman bagi ibu hamil, tetapi seafood mengandung zat gizi yang sangat diperlukan oleh ibu hamil. Seafood, seperti ikan dan kerang, merupakan sumber protein, zat besi, dan seng yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kebutuhan zat besi dan protein wanita meningkat saat hamil dibandingkan dengan sebelum hamil untuk mendukung pertumbuhan bayi, perubahan fisik ibu hamil, dan juga untuk membantu mencegah anemia saat hamil.

Selain itu, seafood juga mengandung asam lemak omega-3, termasuk asam dokosaheksanoik (DHA), yang sangat diperlukan untuk perkembangan otak bayi, terutama pada trimester ketiga di mana pertumbuhan otak bayi berlangsung sangat cepat. Omega-3 pada seafood juga dapat mengurangi perdarahan dan risiko bayi lahir prematur. Diet kaya ikan juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dengan mengurangi pembekuan darah dan kadar trigliserida (lemak darah) serta menurunkan tekanan darah jika Anda memiliki tekanan darah tinggi yang sudah ada sebelumnya.

Tetapi beberapa jenis seafood, seperti ikan predator, mengandung kadar merkuri yang tinggi. Merkuri dapat menumpuk dalam aliran darah Anda dari waktu ke waktu. Terlalu banyak merkuri dalam aliran darah dapat merusak perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Oleh karena itu, pilihlah jenis seafood yang tidak mengandung merkuri tinggi, terutama saat hamil.

The Food and Drug Administration (FDA) Amerika merekomendasikan ibu hamil makan setidaknya 8 -12 ons (340 gram) atau sekitar 2-3 porsi per minggu berbagai jenis makanan laut yang rendah merkuri.

Jenis seafood apa yang harus dihindari oleh ibu hamil?

Meskipun seafood memiliki banyak manfaat, tetapi Anda harus menghindari beberapa jenis seafood selama kehamilan. Beberapa jenis seafood mengandung kadar merkuri yang tinggi dan ikan yang hidup di danau atau sungai yang tercemar juga dapat mengandung bahan kimia berbahaya. Hindari makan ikan atau seafood jenis ini. Merkuri dapat merusak otak, ginjal dan perkembangan sistem saraf pusat janin. Merkuri dapat menembus plasenta dan dapat membahayakan janin. Agar aman sebaiknya hindari atau batasi konsumsi jenis seafood tertentu selama hamil.

Jenis seafood yang setidaknya dimakan 8-12 ons per minggu adalah ikan tilapia, cod, salmon, kepiting, udang, sarden, tuna, dan kerang.

Jenis seafood yang harus dihindari adalah ikan hiu, ikan todak, ikan king makerel, ikan tilefish, ikan marlin, dan ikan mentah, seperti dalam sushi dan sashimi.

Bagaimana makan seafood yang aman selama hamil?

Meskipun merkuri dapat membahayakan perkembangan otak bayi, makan seafood yang mengandung merkuri dalam kadar rendah dengan jumlah rata-rata selama kehamilan belum terbukti menyebabkan masalah. Selama Anda menghindari makan seafood yang diketahui mengandung merkuri tinggi atau terkontaminasi polutan, makan seafood bisa menjadi bagian dari asupan makanan sehat Anda selama kehamilan.

Beberapa tips untuk tetap dapat makan seafood dengan aman selama hamil, antara lain:

  • Hindari ikan besar atau ikan predator, seperti ikan hiu, king makerel, atau ikan todak untuk menghindari paparan merkuri tinggi.
  • Hindari juga makan ikan atau kerang mentah. Ikan dan kerang mentah mengandung bakteri atau virus yang dapat membahayakan Anda dan janin.
  • Masak seafood sampai matang sempurna. Masak ikan atau makanan laut lainnya dengan suhu internal 63° C untuk mengurangi risiko keracunan makanan. Ikan dimasak sampai berubah warna dan dagingnya dapat terpisah. Masak udang dan lobster sampai daging berubah warna menjadi agak keputihan. Masak kerang dan tiram hingga cangkangnya terbuka dan buang kerang atau tiram yang cangkangnya tidak terbuka.
  • Pilih ikan segar dengan kualitas baik dengan ciri-ciri memiliki mata jernih, sisik utuh, aroma air garam segar, daging kenyal atau muncul kembali setelah ditekan, suhu dingin (di bawah 4° C) dengan tidak ada kristal es. Taruh ikan dalam freezer jika tidak segera dimasak.

BACA JUGA

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
alergi pada telur

Serba-serbi Alergi Telur yang Harus Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit