Apakah Kista Ovarium Saat Hamil Bisa Membahayakan Janin?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kemunculan masalah tertentu semasa kehamilan tentu dapat membuat ibu cemas dan khawatir dengan kondisi calon bayinya. Apalagi jika ternyata masalah yang muncul saat hamil adalah kista ovarium. Apakah kista ovarium pada ibu hamil bisa membahayakan janin dalam kandungannya?

Apa itu kista ovarium?

Ovarium adalah organ yang menjadi bagian dari sistem reproduksi wanita. Ovarium ada dua buah yang masing-masingnya terletak di sisi kiri dan kanan panggul. Ovarium berfungsi untuk melepaskan sel telur baru setiap kali wanita berovulasi.

Di dalam ovarium, terdapat kantong yang berisi cairan atau biasa dikenal dengan sebutan folikel. Dari folikel inilah ovarium kiri dan kanan melepaskan sel telur secara bergantian, rutin setiap bulan. Sel telur yang dilepaskan akan menuju tuba falopi dan folikel akan melebur.

Namun pada kasus tertentu, folikel tidak melepaskan sel telur dengan sempurna sehingga sel tersebut justru berkembang menjadi kista. Kista yang berwujud kantung kecil berisi cairan ini bisa berkembang di salah satu ovarium atau keduanya. 

Kenapa kista ovarium bisa muncul baru saat hamil?

Perlu diketahui bahwa setiap wanita pernah punya kista setidaknya sekali seumur hidup. Kista bisa muncul kapan saja di sepanjang masa hidup wanita, sebab biasanya terbentuk dari proses alami siklus menstruasi. Namun, banyak wanita yang tidak sadar memilikinya karena tidak merasa sakit atau tidak mengalami gejala.

Kemunculannya tidak tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan sampai akhirnya terbentuklah benjolan kista. Itu kenapa beberapa calon ibu bisa baru tahu mereka punya kista ovarium pada saat hamil setelah cek USG.

Kista ovarium juga bisa berkembang dalam kandungan jika Anda memiliki PCOS atau endometriosis sejak sebelum hamil. PCOS adalah kondisi yang dikaitkan dengan sejumlah masalah ketidakseimbangan hormon. Sementara endometriosis adalah kondisi penebalan jaringan dinding rahim (endometrium) di luar rahim.

Di luar dari itu, kista juga bisa muncul pada ibu hamil yang dulunya pernah mengonsumsi obat kesuburan gonadotropin yang menginduksi ovulasi atau jenis lainnya seperti klomifen sitrat atau letrozole. Terapi kesuburan dapat mengakibatkan kista sebagai bagian dari sindrom hiperstimulasi ovarium.

Gejala kista ovarium saat hamil

Kista ovarium jarang menyebabkan gejala yang khas pada ibu hamil. Tanda dan gejala mungkin akan baru muncul dan terasa jika benjolan sudah cukup besar, yang meliputi:

  • Perut kembung.
  • Selalu merasa kenyang padahal belum makan.
  • Perut terasa ditekan.
  • Makin sering bolak-balik buang air kecil.
  • Pertumbuhan rambut yang tidak normal.
  • Demam.
  • Kesulitan makan.

Gejala ini bisa jadi pertanda kista ovarium sudah semakin membesar dalam beberapa bulan setelah Anda hamil.

Benjolan kista yang berkembang makin besar dapat menyimpan potensi membahayakan bagi bayi dalam kandungan.

Apa bahaya kista pada ibu hamil dan janin dalam kandungan?

Kebanyakan kista ovarium tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri tanpa perlu pengobatan. Dalam kebanyakan kasus, kista ovarium yang muncul saat hamil tidak memengaruhi ibu dan janin dalam kandungan. 

Kondisi yang perlu diwaspadai ketika kista tidak menyusut hilang tapi malah semakin membesar. Menurut Winchester Hospital, kista ovarium dikatakan berbahaya pada ibu hamil jika ukurannya lebih dari 5 cm dan sampai menghalangi leher rahim sebagai jalur lahir bayi.

Memiliki kista ovarium tidak menyebabkan kanker ovarium pada ibu hamil. Namun, benjolan kista dapat pecah dan menyebabkan perdarahan dalam. Terutama jika benjolan terpelintir sehingga menghambat aliran darah. Ini kemudian dapat menyebabkan rasa sakit atau nyeri parah di sekitar perut bawah dan panggul.

Perkembangan kista juga mungkin menimbulkan masalah pada kandungan. Komplikasi paling utama dan patut diwaspadai dari kista ovarium saat hamil adalah persalinan prematur. Risiko ini mungkin terjadi apabila wanita harus dioperasi untuk mengangkat kistanya saat masih dalam keadaan hamil.

Persalinan prematur lebih berisiko terjadi apabila operasi pengangkatan kista ovarium dilakukan saat usia kandungan sekitar 20 minggu. 

Maka apabila dokter mendeteksi adanya kista ovarium pada ibu hamil, ia akan terus memantau perkembangan kista dan janin di dalam kandungan.

Bagaimana cara mendiagnosis kista ovarium saat hamil?

Seperti yang telah disinggung di awal, kista ovarium dapat terdeteksi saat hamil ketika cek kandungan lewat pemindaian USG. Hasil gambar USG dapat memperlihatkan lokasi dan seberapa besar ukuran dari kista.

Selain itu dokter juga mungkin menyarankan tes lanjutan jika mencurigai Anda berisiko, dengan:

  • Tes pencitraan lain seperti CT, MRI, atau PET scan yang dapat menghasilkan gambar lebih jelas dan akurat
  • Tes darah untuk menguji keberadaan hormon LH, FSH, testosteron.
  • Tes CA-125. Tindakan ini dilakukan bila dokter mencurigai bahwa kista Anda berpotensi kanker. Seringkali tes ini digunakan untuk perempuan berusia 35 tahun, karena pada usia tersebut risiko Anda kena kanker ovarium tinggi.

Bagaimana cara menangani kista ovarium saat hamil?

1. Cek kandungan rutin

Pada awalnya dokter hanya akan melakukan pemantauan saja. Mengingat kebanyakan kista tidak menimbulkan dampak apa pun. Kista tidak memerlukan penanganan atau obat khusus untuk dihilangkan. Cek kandungan rutin dengan USG dapat membantu dokter memantau perkembangan kista.

2. Laparoskopi

Kista kadang dapat tumbuh pada batang ovarium sehingga membuatnya bengkok dan akhirnya rusak.

Untuk menangani kondisi ini, dokter akan mengeluarkan kista melalui prosedur laparoskopi. Bila kista semakin tumbuh membesar, kemungkinan dokter akan melakukan operasi lanjutan yaitu laparotomi.

3. Operasi pengangkatan kista

Operasi pengangkatan kista ovarium saat hamil akan dilakukan bila kehamilan sudah memasuki trimester 2 atau 3. Operasi ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah keguguran.

4.  Operasi caesar

Kista yang tumbuh sangat besar berisiko tinggi memblokir jalan lahir bayi. Maka, dokter biasanya akan menyarankan ibu melahirkan lewat operasi caesar.

Operasi caesar juga akan dilakukan apabila kista berisiko tinggi menyebabkan komplikasi membahayakan.

Bagaimana cara mencegah kista ovarium saat hamil?

Untuk mencegah kemunculan dan perkembangan kista ovarium pada ibu hamil, selalu rutin cek ke dokter kandungan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan panggul yang dilakukan secara teratur untuk  mendeteksi ukuran ovarium. Anda juga harus selalu mencatat adanya perubahan atau gejala tidak biasa yang dirasakan saat menstruasi sebelum hamil. Ini nantinya akan membantu dokter mendeteksi perubahan dalam siklus menstruasi yang bisa mengindikasikan adanya kista.

Penting untuk selalu lapor jika Anda merasakan nyeri panggul atau perut yang parah secara tiba-tiba saat hamil. Ini adalah tanda bahaya yang perlu segera dikonsultasikan pada dokter kandungan Anda.

Baca Juga:

Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca