Apakah Kista Ovarium yang Terbentuk Saat Hamil Bisa Membahayakan Janin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Februari 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kemunculan masalah tertentu semasa kehamilan tentu dapat membuat ibu cemas dan khawatir dengan kondisi calon bayinya. Apalagi jika ternyata masalah yang muncul saat hamil adalah kista ovarium. Apakah kista ovarium bisa membahayakan janin dalam kandungannya?

Apa itu kista ovarium?

Ovarium adalah organ yang menjadi bagian dari sistem reproduksi wanita. Ovarium ada dua buah yang masing-masingnya terletak di sisi kiri dan kanan panggul. Ovarium berfungsi untuk melepaskan sel telur baru setiap kali wanita berovulasi.

Di dalam ovarium, terdapat kantong yang berisi cairan atau biasa dikenal dengan sebutan folikel. Dari folikel inilah ovarium kiri dan kanan melepaskan sel telur secara bergantian, rutin setiap bulan. Sel telur yang dilepaskan akan menuju tuba falopi dan folikel akan melebur.

Namun pada kasus tertentu, folikel tidak melepaskan sel telur dengan sempurna sehingga sel tersebut justru berkembang menjadi kista.

Kista yang berwujud kantung kecil berisi cairan ini bisa berkembang di salah satu ovarium atau keduanya. 

Kenapa kista ovarium bisa muncul saat hamil?

Perlu diketahui bahwa setiap wanita pernah punya kista setidaknya sekali seumur hidup. Kista bisa muncul kapan saja di sepanjang masa hidup wanita sebab biasanya terbentuk dari proses alami siklus menstruasi. Namun, banyak wanita yang tidak sadar memilikinya karena tidak merasa sakit atau tidak mengalami gejala.

Kemunculannya tidak tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan sampai akhirnya terbentuklah benjolan kista. Itu kenapa beberapa calon ibu bisa baru tahu mereka punya kista ovarium ketika hamil setelah cek USG.

Kista ovarium juga bisa berkembang dalam kandungan jika Anda memiliki PCOS atau endometriosis sejak sebelum hamil.

PCOS adalah kondisi yang dikaitkan dengan sejumlah masalah hormon yang tidak seimbang. Sementara endometriosis adalah kondisi penebalan jaringan dinding rahim (endometrium) di luar rahim.

Di luar itu, kista juga bisa muncul pada ibu hamil yang dulunya pernah mengonsumsi obat kesuburan gonadotropin yang menginduksi ovulasi atau jenis lainnya, seperti klomifen sitrat atau letrozole. Terapi kesuburan dapat mengakibatkan kista sebagai bagian dari sindrom hiperstimulasi ovarium.

Gejala kista ovarium saat hamil

Kista ovarium saat hamil jarang menyebabkan gejala yang khas. Tanda dan gejala mungkin akan baru muncul dan terasa jika benjolan sudah cukup besar, berikut tanda-tandanya melansir dari WebMD:

  • Perut kembung
  • Selalu merasa kenyang padahal belum makan
  • Perut terasa ditekan
  • Makin sering bolak-balik buang air kecil
  • Pertumbuhan rambut yang tidak normal
  • Demam
  • Kesulitan makan

Gejala ini bisa jadi pertanda bahwa kista sudah semakin membesar dalam beberapa bulan setelah Anda hamil. Benjolan kista yang berkembang makin besar dapat menyimpan potensi membahayakan bagi janin dalam kandungan.

Apa bahaya kista pada ibu hamil dan janin dalam kandungan?

Kebanyakan kista ovarium saat hamil tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri tanpa perlu pengobatan. Dalam kebanyakan kasus, kista ovarium tidak memengaruhi ibu dan janin dalam kandungan

Kondisi yang perlu diwaspadai yaitu ketika kista ovarium tidak menyusut hilang tapi malah semakin membesar.

Menurut Winchester Hospital, kista ovarium saat hamil dikatakan berbahaya jika ukurannya lebih dari 5 cm dan sampai menghalangi leher rahim sebagai jalur lahir bayi.

Memiliki kista ovarium saat hamil tidak menyebabkan kanker ovarium pada ibu hamil. Namun, benjolan kista dapat pecah dan menyebabkan perdarahan dalam.

Terutama jika benjolan terpelintir sehingga menghambat aliran darah. Ini kemudian dapat menyebabkan rasa sakit atau nyeri parah di sekitar perut bawah dan panggul.

Perkembangan kista ovarium saat hamil juga mungkin menimbulkan masalah pada kandungan. Komplikasi paling utama dan patut diwaspadai adalah persalinan prematur. Risiko ini mungkin terjadi apabila wanita harus dioperasi untuk mengangkat kistanya.

Persalinan prematur lebih berisiko terjadi apabila operasi pengangkatan kista ovarium dilakukan ketika usia kandungan sekitar 20 minggu.

Apabila dokter mendeteksi adanya kista ovarium pada ibu hamil, ia akan terus memantau perkembangan kista dan janin di dalam kandungan.

Bagaimana cara mendiagnosis kista ovarium saat hamil?

Seperti yang telah disinggung di awal, kista ovarium dapat terdeteksi ketika cek kandungan lewat pemindaian USG. Hasil gambar USG dapat memperlihatkan lokasi dan seberapa besar ukuran dari kista.

Selain itu dokter juga mungkin menyarankan tes lanjutan jika mencurigai Anda berisiko mengalami kista ovarium dengan melakukan:

  • Tes pencitraan seperti CT, MRI, atau PET scan yang dapat menghasilkan gambar lebih jelas dan akurat.
  • Tes darah untuk menguji keberadaan hormon LH, FSH, testosteron.
  • Tes CA-125. Tindakan ini dilakukan bila dokter mencurigai bahwa kista Anda berpotensi kanker. Seringkali tes ini digunakan untuk perempuan berusia 35 tahun, karena pada usia tersebut risiko Anda kena kanker ovarium tinggi.

Bagaimana cara menangani kista ovarium saat hamil?

Untuk mengatasi kista yang satu ini, dokter akan melakukan beberapa cara, seperti:

1. Cek kandungan rutin

Ketika Anda memiliki kista ovarium saat hamil, pada awalnya dokter hanya akan melakukan pemantauan saja. Mengingat kebanyakan kista tidak menimbulkan dampak apa pun.

Kista tidak memerlukan penanganan atau obat khusus untuk dihilangkan. Pemeriksaan kandungan rutin dengan USG dapat membantu dokter memantau perkembangan kista.

2. Laparoskopi

Kista ini kadang dapat tumbuh pada batang ovarium sehingga membuatnya bengkok dan akhirnya rusak.

Untuk menangani kondisi ini, dokter akan mengeluarkan kista melalui prosedur laparoskopi. Bila kista semakin tumbuh membesar, kemungkinan dokter akan melakukan operasi lanjutan yaitu laparotomi.

3. Operasi pengangkatan kista

Operasi pengangkatan kista ovarium ini akan dilakukan bila kehamilan sudah memasuki trimester 2 atau 3. Operasi ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah keguguran.

4.  Operasi caesar

Kista ovarium saat hamil yang tumbuh sangat besar berisiko tinggi memblokir jalan lahir bayi. Maka, dokter biasanya akan menyarankan ibu melahirkan lewat operasi caesar. Operasi caesar juga akan dilakukan apabila kista berisiko tinggi menyebabkan komplikasi membahayakan.

Bagaimana cara mencegah kista ovarium saat hamil?

Untuk mencegah kemunculan dan perkembangan kista ovarium pada ibu hamil, selalu rutin cek ke dokter kandungan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan panggul yang dilakukan secara teratur untuk  mendeteksi ukuran ovarium. Anda juga harus selalu mencatat adanya perubahan atau gejala tidak biasa yang dirasakan saat menstruasi sebelum hamil.

Ini nantinya akan membantu dokter mendeteksi perubahan dalam siklus menstruasi yang bisa mengindikasikan adanya kista ovarium saat hamil.

Penting untuk selalu lapor jika Anda merasakan nyeri panggul atau perut yang parah secara tiba-tiba saat hamil. Ini adalah tanda bahaya yang perlu segera dikonsultasikan pada dokter kandungan Anda.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Perjuangan Dua Kali Kehamilan Ektopik dan Saluran Tuba yang Pecah

Pengalaman kehamilan ektopik membuat saya dua kali terbaring di meja operasi. Apakah masih ada kesempatan bagi saya untuk hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Cerita Ibu 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Pengalaman Keguguran Berulang Membuat Saya Hampir Putus Asa

Saya tak pernah menyangka akan mengalami keguguran, bukan hanya sekali, melainkan dua kali. Pengalaman yang cukup membuat saya trauma.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Cerita Ibu 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit