Seberapa Penting Peran Kalsium untuk Ibu Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kebutuhan zat gizi harian untuk ibu mengalami peningkatan selama hamil, tak terkecuali kalsium. Sama halnya seperti zat gizi yang lain, mineral kalsium bukan hanya penting untuk ibu, tetapi juga dibutuhkan oleh bayi selama kehamilan.

Lantas, apa manfaat kalsium untuk ibu hamil dan bolehkah minum suplemen kalsium untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu dan bayi?

Kenapa kalsium penting untuk ibu hamil dan bayinya?

Kalsium adalah salah satu mineral yang penting bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Kalsium erat kaitannya dengan fungsi gigi dan tulang.

Itu sebabnya, asupan kalsium yang cukup dari makanan dan minuman berperan penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Nah, bagaimana dengan kebutuhan kalsium untuk ibu hamil? Nyatanya, manfaat mineral yang satu ini pun tidak lepas dari kehamilan karena baik untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus mengoptimalkan perkembangan bayi.

Berikut fungsi kalsium untuk ibu dan bayi selama kehamilan:

Manfaat kalsium untuk bayi di dalam kandungan

Selama masa kehamilan, kebutuhan kalsium ibu bertambah ketimbang sebelum hamil.

Ini karena bayi di dalam kandungan Anda membutuhkan asupan kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat.

Gigi sebenarnya sudah terbentuk saat bayi masih dalam kandungan. Hanya saja, pertumbuhan gigi bayi baru terjadi saat usianya menginjak sekitar 5 bulan.

Tak hanya untuk menunjang pertumbuhan tulang dan gigi, kalsium bagi bayi saat kehamilan juga diperlukan guna mengoptimalkan pertumbuhan hati, saraf, dan otot yang sehat.

Perkembangan detak jantung bayi yang normal, proses pembekuan darah, serta peredarahan darah juga melibatkan peran dari asupan kalsium yang cukup.

Mengingat begitu pentingnya mineral ini untuk tumbuh kembang bayi di dalam kandungan, ibu hamil dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan kalsium dari beragam sumber makanan dan minuman.

Manfaat kalsium untuk ibu selama kehamilan

Bagi ibu hamil sendiri, kalsium bermanfaat untuk menjaga fungsi saraf dan otot.

Selain itu, kalsium juga dapat menurunkan risiko ibu mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) saat hamil dan mengalami preeklampsia.

Preeklampsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang berbahaya yaitu 

Hipertensi dan preeklampsia di masa kehamilan dapat berdampak buruk bagi ibu hamil dan perkembangan bayinya.

Kalsium tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga Anda sebagai ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan kalsium dari luar, yaitu sumber makanan dan minuman.

American Pregnancy Association menjelaskan bahwa ibu hamil berisiko mengalami osteoporosis di kemudian hari bila asupan kalsiumnya tidak mampu memenuhi kebutuhan harian saat hamil.

Hal ini dikarenakan bayi yang sedang berkembang di dalam kandungan akan mengambil kalsium dari tubuh ibu ketika asupan untuk dirinya tidak terpenuhi secara optimal.

Kondisi inilah yang membuat persediaan kalsium di tubuh ibu kurang dari kebutuhan yang seharusnya sehingga dapat berdampak pada kesehatan tulang.

Lagi-lagi, inilah mengapa kebutuhan kalsium harian sangat penting dipenuhi oleh ibu hamil.

Berapa kebutuhan kalsium untuk ibu hamil?

Wanita usia 20-49 tahun yang sedang tidak hamil idealnya mendapatkan asupan kalsium sebanyak 1000 miligram (mg) per hari.

Namun, angka kecukupan gizi (AKG) untuk mineral kalsium tersebut akan berubah saat seorang wanita sedang hamil.

Menurut Permenkes Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi (AKG), kebutuhan kalsium untuk ibu hamil bertambah sebanyak 200 mg dari kebutuhan biasanya.

Jadi, kebutuhan kalsium ibu hamil usia 20-49 tahun adalah sekitar 1200 mg setiap harinya.

Kebutuhan kalsium ini perlu dipenuhi dengan baik di trimester satu, trimester dua, hingga trimester tiga kehamilan.

Setelah masa kehamilan dan nantinya menyusui selesai, bukan berarti Anda bisa mengabaikan anjuran kebutuhan kalsium dalam sehari.

Sebaiknya tetap cukupi asupan kalsium setiap harinya untuk menjaga kesehatan tulang, memperkuat tulang, dan mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) di kemudian hari.

Apa saja makanan sumber kalsium untuk ibu hamil?

Kebutuhan kalsium untuk ibu hamil bisa dipenuhi dengan mengonsumsi berbagai sumber makanan dan minuman.

Salah satu sumber kalsium yang terkenal adalah susu. Susu dan produk olahannya, seperti keju dan yogurt, merupakan sumber makanan dan minuman yang kaya kalsium.

Akan tetapi, Anda disarankan tidak hanya mencukupi kebutuhan kalsium dari satu sumber makanan atau minuman, tapi sebaiknya dari berbagai variasi makanan dan minuman yang berbeda.

Sumber minuman dan makanan untuk ibu hamil yang mengandung kalsium meliputi:

  • Susu
  • Keju
  • Yoghurt
  • Sayur brokoli
  • Sayur bayam
  • Tahu
  • Bok choy
  • Es krim
  • Buah jeruk
  • Kacang almond
  • Biji-bijian
  • Minuman yang diperkaya kalsium, seperti susu kedelai dan berbagai jus buah
  • Sarden dengan tulangnya
  • Salmon dengan tulangnya

Anda mungkin kerap merasa khawatir tidak bisa mendapatkan asupan kalsium yang cukup untuk diri sendiri dan bayi saat masa kehamilan.

Solusinya, Anda bisa menyiasati untuk memenuhi kebutuhan kalsium dengan rajin minum susu beberapa kali dalam sehari.

Susu ibu hamil umumnya telah dilengkapi dengan kandungan kalsium yang cukup tinggi di antara berbagai nutrisi ibu hamil yang penting lainnya.

Anda juga dapat mencampurkan makanan atau minuman sumber kalsium ke dalam menu harian. Ambil contoh, buat olahan brokoli dengan tambahan keju dan susu sebagai menu sarapan ibu hamil.

Buat dan makan juga sayur yang mengandung kalsium pada menu makan siang maupun makan malam Anda.

Perlukah ibu hamil minum suplemen kalsium?

Bila makanan dan minuman yang ibu hamil konsumsi dalam sehari dirasa kurang mampu memenuhi kebutuhan kalsium, tidak masalah untuk minum suplemen kalsium.

Suplemen kalsium juga biasanya disebut sebagai vitamin prenatal untuk ibu hamil ini bisa Anda peroleh bebas maupun berdasarkan resep dokter.

Hanya saja, vitamin prenatal biasanya mengandung kelompok vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, hingga vitamin D, sedangkan suplemen kalsium merupakan mineral.

Namun, penyebutan vitamin dan suplemen prenatal kerap disamaartikan karena sama-sama diminum sebelum maupun selama kehamilan.

Melansir dari World Health Organization (WHO), jika diminum sesuai aturan dan kebutuhan, suplemen kalsium untuk ibu hamil berpotensi mengurangi risiko ibu mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Selain itu, suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium ini juga menurunkan risiko bayi lahir prematur.

Vitamin prenatal atau suplemen kalsium biasanya menyediakan sekitar 150-200 mg kalsium untuk mencukupi kebutuhan harian selama kehamilan.

Jika ingin mencari yang terbaik, Anda bisa mencoba suplemen kalsium yang berbeda-beda. Akan tetapi, perlu diingat bahwa tubuh Anda hanya dapat menyerap sekitar 500 mg kalsium pada satu waktu.

Jadi Anda perlu mengonsumsi suplemen kalsium Anda dalam dosis yang lebih kecil beberapa kali sehari, misalnya dua kali sehari minum suplemen kalsium 500 mg.

Namun ingat, jangan berlebihan dalam mengonsumsi kalsium.

Ini karena terlalu banyak kalsium dapat menyebabkan sembelit, meningkatkan risiko batu ginjal, dan menghambat penyerapan zat besi dan seng dari makanan untuk tubuh Anda.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Degeneratif

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi pembuluh darah hingga tulang lansia. Yuk, kenali penyakit ini lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Calcium

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda. Cek HPL di Sini Your browser does not support ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 12 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Bantu Cegah Penyakit, Ini Peran Vitamin C, D, dan Kalsium di Sistem Imun

Demi fungsi sistem imun yang optimal, tubuh butuh asupan nutrisi termasuk vitamin dan mineral. Ketahui peran nutrisi untuk dukung sistem imun dan sumbernya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Roby Rizki
Nutrisi, Hidup Sehat 1 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah tulang keropos

3 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan Supaya Tulang Tetap Kuat Sampai Tua

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
hormon oksitosin dan kesehatan tulang

Peran “Hormon Bahagia Cinta” dalam Mendukung Kesehatan Tulang

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
suplemen vitamin D lansia

Ketahui Alasan Lansia Tidak Perlu Lagi Minum Suplemen Vitamin D

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
susu ibu hamil

Seberapa Penting Minum Susu Hamil? (Plus Cara Memilih yang Tepat)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit