5 Tips Menjaga Kesehatan Ibu yang Hamil di Usia Muda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menikah di usia muda, memungkinkan wanita juga hamil di usia muda. Padahal, kehamilan ini cukup berisiko, salah satunya pada aspek kesehatan. Oleh karena itu, ibu yang hamil di usia muda harus menjaga kesehatan supaya persalinan lancar dan bayi lahir sehat. Apa saja tips sehat bagi calon ibu hamil di usia muda? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Risiko kesehatan pada ibu yang hamil di usia muda

Kehamilan yang terjadi di bawah usia 20 tahun masuk dalam kategori kehamilan di usia muda. Menurut British Nutrition Foundation, hamil di usia ini meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Selain itu, sang calon ibu pun berisiko dengan masalah kesehatan, contohnya hipertensi dan preeklampsia.

Ternyata ada alasan kenapa kehamilan pada usia yang muda sangat berisiko. Biasanya, wanita muda cenderung memilih makanan cepat saji dan tinggi gula sehingga nutrisi yang seharusnya mereka dan janin dapatkan tidak tercukupi ketika hamil.

Tips menjaga kesehatan ibu yang hamil di usia muda

Menjaga kesehatan ibu hamil di bawah usia 20 tahun, sebenarnya tidak berbeda jauh dengan wanita yang hamil di usia matang. Namun, ibu perlu mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai kesehatan saat hamil supaya tidak lagi sembarang dalam memilih makanan dan melakukan aktivitas.

Berikut panduan menjaga kesehatan untuk ibu hamil yang usianya masih muda, antara lain:

1. Penuhi nutrisi untuk diri dan janin

makanan untuk memperbanyak asi

Janin dalam perut Anda juga membutuhkan nutrisi dari makanan. Namun, bukan berarti Anda boleh makan sebanyak 2 porsi sekaligus. Bayi di dalam perut hanya membutuhkan sekitar 300 kalori sehat setiap harinya.

Jadi, Anda hanya perlu menambahkan 300 kalori dalam sehari, bukan melipatgandakan porsi makan. Menjaga porsi makan seperti ini tentu menghindari Anda dari kenaikan berat badan atau kekurangan nutrisi.

Selain kalori, tubuh Anda juga memerlukan zat besi, kalsium, protein, asam folat, vitamin dan zinc. Anda bisa mendapatkan semua nutrisi tersebut dari sayuran, buah, biji-bijian, produk susu, daging ayam, ikan, dan telur.

Namun, agar kesehatan ibu yang hamil di usia muda tetap terjaga, hindari makan daging, ikan, susu, atau telur mentah serta makanan dalam kemasan.

Makanan kemasan rentan mengandung bakteri yang bisa berisiko menyebabkan infeksi. Apalagi, bahan kimia tambahan di dalamnya juga tidak menyehatkan tubuh.

Jika Anda kesulitan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, konsultasikanlah pada dokter kandungan dan ahli gizi.

2. Rajin minum air putih

kandungan air putih

Selain makanan, kebutuhan cairan juga harus diperhatikan. Kadar air dalam tubuh membantu organ dalam tubuh bekerja secara optimal. Tercukupinya kebutuhan cairan tubuh juga menurunkan risiko dehidrasi, sembelit, dan infeksi lainnya pada ibu hamil.

Selain minum air putih, asupan cairan juga bisa Anda dapatkan dari sup ataupun jus. Namun, batasi penggunaan gula sebagai pemanis jus yang Anda minum.

3. Olahraga

hamil trimester 3 ketiga

Bila nutrisi sudah tercukupi, kesehatan ibu yang hamil di usia muda akan semakin baik bila juga diimbangi dengan olahraga. Olahraga memungkinkan ibu hamil tetap aktif bergerak.

Selain menghindari kenaikan berat badan yang berlebihan, jenis olahraga tertentu juga bisa menghindari nyeri tubuh, contohnya nyeri punggung, sekaligus membuat mood jadi lebih baik.

American Pregnancy Association menyarankan agar ibu hamil melakukan olahraga selama 30 menit sebanyak 3-4 kali seminggu. Beberapa olahraga yang aman dilakukan antara lain, jalan santai, berenang, dan yoga.

4. Hindari kebiasaan yang kurang baik saat hamil

bumil malas gerak

Hamil bisa membuat beberapa orang jadi mager alias malas gerak. Selain itu, beberapa ibu hamil yang dulu sangat gemar minum kopi mungkin harus mengurangi kebiasaannya ini.

Beberapa kebiasaan yang bahkan harus dihentikan sama sekali, seperti merokok dan minum alkohol. Semua kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan perkembangan pada bayi.

5. Rutin cek kesehatan ke dokter

bidan atau dokter kandungan

Langkah terakhir untuk menjaga kesehatan ibu hamil di usia muda adalah rutin cek kesehatan. Tidak hanya mengetahui perkembangan kehamilan, cara ini memungkinkan ibu hamil dengan kondisi kesehatan tertentu mendapatkan perawatan lebih cepat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca