Bed Rest Saat Hamil: Untuk Apa, dan Siapa yang Membutuhkannya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Beberapa dari ibu hamil mungkin pernah diharuskan untuk bed rest selama masa kehamilannya. Memang, terkadang bed rest saat hamil diperlukan dalam kondisi-kondisi tertentu. Ini dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu selama hamil dan janinnya. Ingin tahu lebih lanjut mengenai bed rest  saat hamil? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu bed rest saat hamil?

Beberapa ibu hamil dalam kondisi tertentu mungkin butuh untuk bed rest. Pada saat bed rest, ibu diharuskan untuk lebih banyak istirahat dan menurunkan tingkat aktivitasnya selama beberapa waktu. Bed rest bukan berarti Anda harus menghabiskan waktu Anda di atas tempat tidur seharian. Anda masih bisa beraktivitas di dalam rumah, tapi bukan aktivitas yang berat.

Namun, dalam kasus tertentu, bed rest juga berarti Anda hanya dalam posisi duduk atau berbaring. Anda hanya diperbolehkan untuk bangun saat Anda ingin pergi ke toilet atau kamar mandi. Rupanya, bagaimana bentuk bed rest untuk ibu hamil ini tergantung dari kondisi ibu hamil. Dokter tentu akan memberi tahu Anda hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama bed rest. Jadi, Anda tidak perlu khawatir.

Apa tujuan bed rest saat hamil?

Bed rest saat hamil tentu dilakukan untuk tujuan tertentu, yang mempertimbangkan kondisi Anda dan janin dalam kandungan. Seperti:

  • Memberikan kesempatan bagi tubuh untuk bekerja normal/ pulih kembali
  • Mengurangi stres
  • Menurunkan tekanan darah (bagi yang menderita tekanan darah tinggi)
  • Menurunkan risiko kelahiran prematur
  • Meningkatkan aliran darah ibu ke plasenta
  • Membantu meningkatkan berat badan janin dalam kandungan

Siapa saja yang mungkin perlu bed rest saat hamil?

Beberapa kondisi ibu hamil yang mungkin perlu untuk bed rest adalah:

Apa efek samping bed rest saat hamil?

Bed rest saat hamil membantu untuk memulihkan kondisi-kondisi tertentu. Namun, bed rest saat hamil juga dapat membuat Anda tidak nyaman dan dapat membawa efek samping untuk Anda. Seharian dalam posisi duduk atau tidur dan tidak melakukan kegiatan apapun, tentu dapat membuat tubuh Anda menjadi sakit.

Menghabiskan waktu lama di atas tempat tidur dapat membuat otot dan sendi Anda terasa sakit dan nyeri. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, terutama di bagian kaki. Tidak banyak beraktivitas juga meningkatkan risiko menurunnya massa tulang.

Tidak hanya itu, Anda mungkin juga merasa bosan secara emosional. Hal ini membuat risiko untuk mengalami kecemasan, depresi, rasa bersalah, dan mood swing meningkat. Emosi yang negatif ini tentu dapat menghambat pemulihan kondisi Anda.

Apa yang harus dilakukan saat bed rest selama kehamilan?

Untuk menghindari efek negatif dari bed rest, sebaiknya tanya kepada dokter Anda, apa saja yang masih bisa Anda lakukan saat bed rest. Sehingga, ada sesuatu yang bisa Anda lakukan dan Anda tidak menghabiskan seharian penuh di atas tempat tidur.

Berikut ini merupakan tips agar Anda tetap sehat saat bed rest:

  • Lakukan hal yang bisa Anda lakukan. Misalnya, seperti berjalan di sekitar kamar Anda, membaca buku, menonton tv, bermain internet, dan lain sebagainya.
  • Lakukan olahraga ringan yang Anda bisa. Anda mungkin masih bisa melakukan olahraga ringan di atas tempat tidur agar sirkulasi darah Anda tetap terjaga. Contohnya, seperti menggerak-gerakkan tangan dan kaki Anda membentuk lingkaran atau meremas bola.
  • Tetap jaga asupan makan Anda. Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang sehat. Jika Anda tidak bisa makan banyak dalam sekali waktu, Anda bisa makan dalam porsi sedikit tapi lebih sering.
  • Banyak minum. Agar tubuh Anda terhidrasi dengan baik. Minum banyak air juga dapat membantu Anda terhindar dari sembelit, mengingat Anda hanya melakukan sedikit aktivitas.
  • Tidur atau duduk dalam posisi yang nyaman. Berbaring menghadap ke kiri dapat membantu melancarkan aliran darah ke janin. Anda mungkin perlu mengubah posisi tidur Anda setiap jam untuk mencegah tubuh kaku, mengurangi nyeri, dan mencegah iritasi kulit. Meletakkan bantal di bawah kepala, bawah perut, dan di antara lutut Anda mungkin dapat membuat Anda lebih nyaman. Jika Anda sudah selesai makan, usahakan jangan langsung tidur. Sebaiknya duduklah sebentar terlebih dahulu untuk mencegah heartburn.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit