4 Olahraga Terbaik Buat Anda yang Punya Napas Pendek

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Napas pendek biasanya merupakan keluhan yang dimiliki oleh orang yang punya masalah dengan paru-parunya. Contohnya asma, emfisema, bronkitis kronis, kelainan otot dada, dan sebagainya. Beberapa orang yang mengalami hal ini biasanya menghindari aktivitas fisik atau olahraga agar tidak semakin sesak. Padahal bukan berarti orang yang bernapas pendek tidak bisa olahraga. Ada beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh orang dengan napas pendek.

Olahraga terbaik untuk orang dengan napas pendek

olahraga jalan kaki

Jika Anda memiliki napas pendek, sebelum memulai olahraga sebaiknya konsultasikan dahulu kondisi kesehatan Anda ke dokter. Jika sudah mendapatkan lampu hijau untuk melakukan olahraga, jangan ragu lagi.

Prinsipnya, jangan paksakan diri Anda jadi semakin terengah-engah. Jika napas jadi semakin sesak, segera hentikan lalu duduk dan atur napas kembali.

Ini beberapa olahraga yang bisa Anda lakukan:

1. Yoga

Yoga adalah latihan yang tidak memerlukan banyak kapasitas jantung dan pembuluh darah. Yoga dapat dengan mudah disesuaikan dengan gerakannya agar sesuai dengan kapasitas pernapasan masing-masing.

Peregangannya yang dinamis sangat bagus untuk bergerak tanpa menaikkan detak jantung. Gerakan seperti ini sangat aman untuk menghindari terjadinya napas yang semakin pendek.

2. Jalan kaki

Berjalan adalah aktivitas fisik paling sederhana yang bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Baik itu lansia, dewasa, dan anak-anak. Berjalan kaki adalah olahraga yang baik untuk menyesuaikan dengan pola pernapasan.

Dengan menyesuaikan pola pernapasan, lama-lama Anda membangun kapasitas bernapas yang lebih baik. Pastikan untuk tidak memaksakan diri terlalu cepat berjalan. Berikan kesempatan pada tubuh Anda untuk berjalan secara teratur dalam seminggu.

3. Berenang atau aerobik di air

Setiap jenis gerakan dalam air, entah itu berenang atau melakukan senam di dalam air, adalah aktivitas yang baik untuk orang dengan napas pendek. Bahkan hanya berjalan di kolam renang sambil menggerakan lengan juga dapat membantu Anda membentuk tingkat kebugaran semakin tinggi lagi sehingga Anda tidak mudah mengalami sesak napas.

4. Tai chi

Dengan olahraga tai chi, bukan hanya aktivitas fisik yang didapatkan, melainkan teknik napas Anda otomatis juga akan ikut terlatih. Dengan gerakan tai chi yang lambat dan anggun juga dapat membantu untuk rileks, menenangkan pikiran, memperbaiki postur, dan menjaga keseimbangan tubuh.

Selain olahraga, lakukan latihan pernapasan juga

latihan pernapasan

Latihan pernapasan juga termasuk penting untuk memperkuat otot pernapasan, mendapatkan lebih banyak oksigen, sehingga Anda tidak merasa terlalu sesak. Berikut 2 contoh latihan pernapasan yang bisa Anda lakukan selama 3-4 kali sehari dengan kondisi napas pendek Anda.

Pursed-lip breathing:

  • Lemaskan otot leher dan bahu Anda.
  • Tarik napas selama 2 detik melalui hidung Anda, dengan kondisi mulut tertutup/
  • Embuskan napas selama 4 detik melalui bibir yang mengerucut. Jika ini terlalu lama menurut Anda, cukup embuskan napas sekuat yang Anda bisa.
  • Gunakan pernapasan dengan mengerucutkan bibir ini juga saat berolahraga. Jika Anda mengalami sesak napas, pertama-tama cobalah memperlambat laju pernapasan dan fokus untuk mengeluarkan napas melalui mulut, bukan hidung.

Pernapasan diafragma

  • Berbaring telentang dengan lutut ditekuk.
  • Letakan satu tangan di atas dada, dan satu tangan lagi di atas perut.
  • Tarik napas dalam-dalam melalui hidung Anda selama 3 detik. Perut dan tulang rusuk bagian bawah harus naik, tetapi bagian dada harus tetap diam.
  • Kemudian, pastikan otot-otot perut Anda kencang atau berkontraksi lalu embuskan napas selama 6 detik melalui bibir yang sedikit mengerucut.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyakit yang Membuat Anda Sering Sesak Napas Setelah Makan

Pernahkah Anda merasa napas menjadi pendek sesaat setelah makan? Jangan acuhkan gejala tersebut, sebab napas pendek bisa jadi tanda dari gangguan kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Menyusuri Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah pada manusia berguna untuk mengantarkan nutrisi dan oksigen serta zat lain yang dibutuhkan tubuh. Bagaimana mekanisme ini berjalan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah 15 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

12 Penyakit yang Bisa Menyerang Paru-Paru, Waspadai Bahayanya!

Paru-paru berperan penting dalam pernapasan. Penyakit yang menyerang paru-paru bisa membuat Anda batuk dan sesak napas. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Pernapasan 14 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Olahraga Lainnya, Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menghirup debu

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
angina adalah

Angina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Sarcoidosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
penyakit antraks penyakit anthrax penyakit sapi gila

Penyakit Antraks

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit