Apa Benar Kanker Serviks Bisa Menular, Atau Hanya Sekadar Hoax?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kanker serviks adalah jenis kanker kedua yang paling sering menyerang wanita. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker serviks telah menjadi penyebab kematian lebih dari 300.00 wanita di dunia. Sampai saat ini, banyak yang mengira kalau kanker serviks menular layaknya penyakit infeksi. Apakah kanker serviks benar-benar menular? Simak penjelasan lengkap mengenai kemungkinan penularan kanker serviks bisa terjadi serta cara penyebarannya, di dalam artikel berikut ini. 

Benarkah penularan kanker serviks bisa terjadi?

komplikasi kanker serviks

Kanker serviks terjadi saat sel dalam jaringan leher rahim (serviks) tumbuh tak terkendali. Perubahan abnormal pada sel serviks ini sebenarnya belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Namun, infeksi human papillomavirus (virus HPV) umumnya disebut-sebut sebagai penyebab kanker serviks.

Sebenarnya, kanker serviks sendiri tidak dapat menular begitu saja. Akan tetapi, penularan virus HPV yang jadi penyebab kanker servikslah yang mungkin saja terjadi.

Virus HPV yang sudah menginfeksi juga tidak akan serta-merta membuat Anda langsung menyebabkan kanker serviks. Biasanya butuh waktu bertahun-tahun sampai akhirnya virus ini benar-benar berubah menjadi sel kanker dan menjadi kanker serviks.

Pada awalnya, virus ini akan berkembang dan merusak sel serta jaringan di dalam serviks atau leher rahim. Kondisi ini biasanya disebut dengan tahap prakanker dan tidak menyebabkan gejala apa pun.

Jika kerusakan semakin bertambah parah, sel-sel tersebut akan berubah menjadi sel kanker dan merusak leher rahim. Alhasil, Anda mulai merasakan berbagai gejala kanker serviks.

Jadi dapat disimpulkan, ketika sel kanker sudah berkembang di dalam tubuh, penularan kanker serviks maupun gejalanya tidak terjadi melalui cara apa pun. Hal yang mungkin terjadi adalah penularan virus HPV, tetapi tidak berarti orang yang terjangkit virus ini sudah pasti mengalami kanker serviks.

Virus HPV sendiri diketahui dapat menyebabkan penyakit lainnya, seperti kutil kelamin, tidak hanya kanker serviks.

Kanker serviks tidak menular, penularan virus HPV-lah yang mungkin terjadi

Mengenal 3 Gejala Utama Kanker Serviks

Melihat cara pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh, dapat disimpulkan kanker serviks tidak menular. Akan tetapi, yang perlu digarisbawahi, penularan virus HPV penyebab utama kanker serviks-lah yang mungkin terjadi dan perlu diwaspadai.

Penularan virus HPV penyebab kanker serviks dapat terjadi kepada siapa pun tanpa pandang bulu. Cara penularan virus HPV penyebab kanker serviks utamanya terjadi karena melakukan hubungan seks yang tidak aman, misalnya tanpa menggunakan kondom.

Tidak hanya itu, adanya kontak langsung antarkulit, hubungan seks melalui anal, serta seks oral juga bisa menjadi cara penularan virus HPV yang mungkin saja berujung pada kanker serviks.

Cara mencegah penularan kanker serviks

vaksin HPV

Infeksi HPV termasuk salah satu penyakit menular seksual yang juga harus diwaspadai. Beberapa jenis HPV menyebabkan kutil kelamin dan kanker anus, sementara jenis lainnya menyebabkan kanker serviks yang berbahaya bagi wanita.

Meski peluang sembuh saat stadium awal masih sangat besar, mencegah akan selalu jauh lebih baik.

Itu sebabnya, Anda perlu mengambil langkah pencegahan sebagai salah satu cara mencegah penularan virus HPV penyebab kanker serviks.

Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penularan virus HPV penyebab kanker serviks, yaitu:

1. Lakukan hubungan seks yang aman

Salah satu cara penularan virus HPV penyebab kanker serviks adalah melalui hubungan seks yang berisiko. Maka, sebaiknya Anda memahami seperti apa prinsip seks yang aman.

Salah satu prinsip seks yang aman adalah dengan memastikan pasangan menggunakan kondom selama melakukan hubungan seks, khususnya apabila pasangan Anda memiliki infeksi menular seksual (IMS). Cara ini juga dapat mencegah terjadinya penularan virus HPV penyebab kanker serviks. 

Rutin menjalani tes penyakit kelamin juga bisa membantu mendeteksi dan melindungi diri serta pasangan Anda dari serangan infeksi menular seksual.

Tak lupa, pastikan juga Anda dan pasangan saling setia. Bergonta-ganti pasangan seks bisa berisiko menularkan virus HPV yang menyebabkan kanker serviks.

2. Pastikan Anda mendapat vaksin HPV

Cara lain untuk mencegah tertularnya human papillomavirus yang menyebabkan kanker serviks adalah dengan mendapatkan vaksin HPV. Ini adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

Tak perlu khawatir dengan segala mitos vaksin HPV yang berkembang, karena nyatanya imunisasi ini relatif aman.

Siapa saja yang perlu mendapatkan vaksin HPV? Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga dianjurkan untuk mendapatkan vaksin HPV sebagai salah satu cara mencegah terjadinya kanker serviks. Bahkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia menganjurkan bahwa vaksin HPV sudah dapat mulai diberikan untuk anak-anak mulai dari usia 10 tahun ke atas, khususnya anak perempuan.

Intinya, pemberian vaksin sebagai salah satu cara mencegah penularan HPV penyebab kanker serviks sebaiknya diberikan sejak sebelum seseorang aktif berhubungan seksual.

Cara ini dapat membantu tubuh untuk membentuk antibodi yang berguna untuk melawan serangan human papillomavirus.

3. Rutin melakukan pemeriksaan medis

Pap smear adalah pemeriksaan yang wajib dilakukan oleh kaum wanita yang telah berusia di atas 21 tahun. Pemeriksaan ini dianjurkan setiap tiga tahun sekali.

Pemeriksaan pap smear juga menjadi salah satu metode untuk deteksi dini kanker serviks. Cara ini membantu Anda mengetahui apakah HPV sudah menginfeksi tubuh Anda atau belum. 

Bagi Anda yang sudah berusia di atas 30 tahun, Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear bersamaan dengan tes HPV. 

Pemeriksaan HPV dengan pap smear sedikit berbeda prosedur. Pemeriksaa pap smear memungkinkan untuk dilakukan sebagai pemeriksaan tunggal, sedangkan tes HPV lebih dianjurkan untuk dilakukan bersama dengan pemeriksaan pap smear.

Pemeriksaan medis ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin mengenai keberadaan sel-sel prakanker yang bisa mengarah pada kanker serviks. Dengan kata lain, tes ini dapat membantu Anda untuk mendeteksi apakah telah terjadi penularan virus HPV penyebab kanker serviks.

Hasil pemeriksaan yang tampak abnormal nantinya akan membantu dokter untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Anda bisa dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan lain untuk memastikan diagnosis. Apabila hasilnya sudah ditegakkan, dokter mungkin akan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi Anda.

Entah itu dengan melakukan pemeriksaan lain, maupun memberikan pengobatan sesuai kondisi Anda.

4. Menjalani gaya hidup sehat

Tak bisa dipungkiri, gaya hidup sehat juga menyumbang untuk meningkatkan risiko Anda terhadap kanker serviks. Menerapkan cara hidup sehat juga tak kalah penting untuk mencegah penularan virus yang dapat berkembang menjadi kanker serviks.

Lakukanlah olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, serta meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit