Kanker Laring (Kanker Pita Suara)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi kanker laring

Apa itu kanker laring?

Kanker laring adalah jenis penyakit kanker pada laring yang disebabkan oleh sel ganas (kanker) terbentuk di jaringan laring. Laring merupakan salah satu bagian tenggorokan, yang terletak di antara pangkal lidah dan trakea. 

Laring berisi pita suara, yang bergetar dan mengeluarkan suara saat terkena udara. Suara itu menggema melalui faring mulut, dan hidung untuk membuat suara.

Laring yang berada di tenggorokan Anda, terdiri dari tulang rawan dan jaringan fleksibel yang membentuk kerangka pendukung. Sel abnormal yang tidak terkendali dapat muncul di bagian mana pun pada laring Anda, seperti:

  • Supraglottis, yaitu bagian atas laring di atas pita suara, termasuk epiglottis. Sekitar 35% kasus kanker berawal pada bagian ini.
  • Glottis, yaitu bagian tengah laring di mana lokasi pita suara berada. Hampir 50% lebih kasus kanker terjadi di bagian ini. 
  • Subglottis, yaitu bagian bawah laring, antara pita suara dan trakea (batang tenggorokan). Kasus kanker pada bagian ini cukup langka terjadi.

Dikutip dari situs US National Cancer Institute, kanker laring yang dikenal juga dengan sebutan kanker pita suara ini termasuk jenis kanker kepala dan leher. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kanker pita suara adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Mengutip dari data Globocan tahun 2018, kasus baru kanker yang menyerang pita suara ini mencapai 3.663 dengan angka kematian sebanyak  2.146 jiwa pada tahun tersebut.

Tanda & gejala kanker laring

Apa saja gejala kanker laring?

Gejala kanker laring atau kanker pita suara yang paling utama adalah suara serak atau terjadinya perubahan suara. Namun, gejala ini berbeda dengan perubahan suara masa pubertas. Terjadinya perubahan suara ini disebabkan oleh sel kanker terbentuk di pita suara (glottis). Gejala ini kadang disadari oleh penderitanya pada stadium awal.

Namun, jika kanker pertama kali di bagian atas pita suara (supraglotis), area di bawah pita suara (subglottis) biasanya tidak menimbulkan suara serak atau perubahan suara. Oleh karena itulah, penyakit ini lebih sering didiagnosis pada tahap selanjutnya.

Selain suara serak, gejala kanker laring yang mungkin dialami adalah:

  • Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh.
  • Batuk terus-menerus.
  • Nyeri saat menelan.
  • Kesulitan menelan (disfagia).
  • Sakit pada telinga.
  • Kesulitan bernapas.
  • Berat badan menurun tanpa penyebab yang jelas.
  • Benjolan di leher karena penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di dekatnya.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Anda harus periksa ke dokter, jika mengalami gejala kanker yang disebutkan di atas. Terutama jika suara Anda berubah menjadi serak dalam waktu 2 minggu dan tidak membaik dan adanya pembengkakan di leher.

Penyebab kanker laring

Penyebab dari kanker laring tidak diketahui secara pasti. Namun, ilmuan berpendapat bahwa hampir semua kanker dimulai dengan perubahan pada sel DNA. DNA sendiri berisi serangkaian instruksi dasar untuk sel-sel tubuh kita, seperti kapan harus tumbuh dan bereproduksi.

Perubahan pada DNA bisa mengubah instruksi yang mengendalikan pertumbuhan sel, yang artinya sel-sel terus tumbuh tanpa berhenti. Hal ini menyebabkan sel-sel untuk reproduksi secara tak terkendali, menghasilkan pertumbuhan jaringan yang disebut tumor.

Tidak diketahui kenapa DNA di dalam sel laring dipengaruhi dalam kasus kanker pada laring. Namun, tampaknya paparan hal-hal yang dapat merusak sel-sel dan jaringan laring meningkatkan risiko mengembangkan kanker.

Faktor risiko kanker laring

Meski penyebabnya tidak diketahui secara pasti, ilmuwan menemukan berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker laring atau kanker pita suara, di antaranya adalah: 

  • Usia

Kanker pita suara paling sering muncul pada orang dengan usia di atas 55 tahun.

  • Jenis kelamin

Pria lebih sering terkena daripada wanita.

  • Riwayat kanker kepala dan leher

Setidaknya satu dari empat orang yang pernah mengalami kanker kepala dan leher akan mengalaminya lagi di kemudian hari.

  • Paparan zat tertentu

Pekerja yang terkena kabut asam sulfat, debu kayu, nikel, asbes, atau pembuatan gas memiliki risiko yang lebih besar terkena kanker jenis ini.

  • Konsumsi alkohol dan merokok

Tembakau dapat merusak pita suara, sedangkan alkohol dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker, termasuk kanker laring. Kedua hal tersebut mengandung bahan kimia yang dapat menghancurkan sel-sel pada laring.

  • Riwayat keluarga

Orang yang mempunyai orang tua, adik atau kakak, atau anak yang didiagnosis dengan kanker kepala atau leher memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengidap kanker pita suara.

  • Pola makan tidak sehat

Konsumsi banyak daging merah, makanan olahan, dan gorengan dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker pada tenggorokan.

  • Human papilloma virus (HPV)

HPV diketahui sebagai penyebab perubahan sel pada leher rahim yang dapat menyebabkan kanker serviks. Diperkirakan infeksi virus HPV juga memiliki efek serupa pada sel-sel tenggorokan.

Pengobatan kanker laring

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Untuk diagnosis, dokter dapat langsung melakukan laringoskopi. Dokter menggunakan lensa tongkat panjang untuk melihat ke dalam tenggorokan, memeriksa apakah pita suara bergerak dengan benar.

Dokter bisa juga melakukan laringoskopi langsung dan memasang tabung berlampu tipis (laringoskop) melalui hidup atau mulut melihat ke bawah tenggorokan. Biopsi juga dapat dilakukan. Dalam biopsi, potongan kecil jaringan akan dicabut untuk melihat sel kanker dengan mikroskop.

Kanker pada laring harus diperiksa bertahap untuk mengetahui seberapa jauh penyebarannya. Pemeriksaan biasanya dilakukan dengan computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI).

Apa saja pilihan pengobatan untuk kanker laring?

Ada beberapa cara untuk mengobati penyakit kanker laring yatau kanker pita suara ang biasanya direkomendasikan dokter, di antaranya:

Radioterapi

Radioterapi adalah pengobatan kanker yang mengandalkan energi radiasi dalam membunuh sel kanker. Di samping itu, pengobatan ini juga kadang dilakukan untuk mengecilkan ukuran tumor sebelum operasi dilakukan.

Pada kasus kanker di pita suara ini, terapi radiasi hiperfraksionasi adalah pilihannya. Pengobatan kanker ini dilakukan dengan pemberian  dosis radiasi harian total yang lebih kecil dari biasanya dibagi menjadi dua dosis dan pengobatan diberikan dua kali sehari.

Operasi

Selain radioterapi, pasien mungkin saja diminta dokter untuk menjalani operasi pita suara. Tujuannya, untuk mengangkat sel kanker agar tidak menyebar dan merusak jaringan di sekitarnya. Beberapa jenis operasi yang dipilih untuk mengatasi kanker laring adalah:

  • Kordektomi. Pembedahan untuk mengangkat pita suara yang terkena kanker saja.
  • Laringektomi supraglotis. Pembedahan untuk mengangkat supraglotis yang terkena kanker saja.
  • Hemilaringektomi. Pembedahan untuk mengangkat setengah dari pita suara yang terkena kanker.
  • Laringektomi parsial. Pembedahan untuk mengangkat sebagian laring (kotak suara). Laringektomi parsial membantu menjaga kemampuan pasien untuk berbicara.
  • Laringektomi total. Pembedahan untuk mengangkat seluruh laring. Selama operasi ini, dibuat lubang di bagian depan leher agar pasien dapat bernapa dan ini disebut trakeostomi.
  • Operasi laser. Prosedur pembedahan yang menggunakan sinar laser (berkas cahaya intens yang sempit) sebagai pisau untuk membuat sayatan tanpa darah di jaringan atau untuk menghilangkan lesi permukaan seperti tumor di laring.

Kemoterapi

Selain menjalani operasi atau radioterapi, pasien mungkin juga menjalani kemoterapi. Ini adalah pengobatan kanker dengan obat-obatan, yang tujuannya sama seperti radioterapi.

Beberapa jenis obat yang biasnaya diresepkan dokter dalam kemoterapi adalah carboplatin, 5-fluorouracil (5-FU), docetaxel (Taxotere®), paclitaxel (Taxol®), dan epirubisin. Dokter mungkin memberikan satu jenis obat maupun kombinasi disesuaikan dengan keparahan kanker.

Pengobatan kanker laring di rumah

Selain mengikuti pengobatan kanker di rumah sakit, perubahan pola hidup yang sesuai untuk pasien kanker juga perlu diterapkan, meliputi:

  • Hidup sehat dengan berolahraga dan mengiuti diet kanker yang diarahkan ahli gizi atau dokter teratur.
  • Ikuti resep dan petunjuk dokter.
  • Lakukan perawatan pita suara agar selalu sehat.
  • Berhenti merokok dan tidak lagi minum alkohol.

Pencegahan kanker laring

Penyakit kanker laring atau kanker pita suara bisa dicegah dengan menurunkan berbagai risikonya. Berikut ini adalah cara untuk mencegah kanker jenis ini yang bisa Anda lakukan:

Berhenti merokok dan minum alkohol

Risiko kanker pada tenggorokan ini akan meningkat jika Anda punya kebiasaan ini. Baik itu merokok saja atau minum alkohol saja. Risiko akan semakin besar jika minum alkohol dibarengi dengan merokok.

Hindari paparan zat kimia

Gunakan alat pelindung selama bekerja seperti masker, alat respiratori pendukung, dan sarung tangan, Ikuti SOP yang berlaku dalam menjalankan pekerjaan.

Konsumsi makanan yang sehat bergizi

Tingkatkan asupan buah-buahan, sayuran, bijian-bijian, dan kacang-kacangan. Sebaliknya, Anda perlu membatasi daging merah olahan, makanan berpengawet, dan makanan tingi gula.

Hindari infeksi HPV

Virus ini menyebar aktivitas seks, seperti oral seks atau bergonta-ganti pasangan. Untuk menghindari infeksi, saat berhubungan seks selalu gunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan. Infeksi ini juga bisa dicegah dengan menjalani vaksinasi HPV.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Mengatasi Telinga Gatal yang Aman dan Efektif Selain Digaruk

Telinga termasuk salah satu bagian tubuh yang sensitif. Beberapa kondisi bisa membuatnya terasa gatal. Lantas bagaimana cara mengatasi telinga gatal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 3 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Radang tenggorokan pada anak sering berujung batuk sampai muntah dan perlu obat untuk mengatasinya. Berikut daftar obat yang bisa dicoba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Cari Tahu Jenis Obat Tetes Telinga Beserta Cara Pakainya Agar Tak Salah

Sakit telinga perlu diatasi hingga tuntas dengan obat yang tepat. Ada berbagai macam obat tetes telinga yang bisa Anda gunakan. Apa saja? Simak di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 20 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Infeksi Telinga pada Bayi

Infeksi Telinga Pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
belakang telinga bau

Berbagai Penyebab Telinga Bau dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Metronidazole adalah, obat Metronidazole, Metronidazole 500 mg, dosis Metronidazole, efek samping Metronidazole

6 Penyebab Tenggorokan Berdahak, Tapi Tidak Batuk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara membersihkan telinga

Tak Bisa Sembarangan, Begini Cara Membersihkan Telinga yang Benar dan Aman

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit