Kanker Tenggorokan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kanker tenggorokan?

Kanker tenggorokan adalah jenis penyakit kanker yang berkembang di tenggorokan (faring), pita suara (laring), dan amandel (tonsil). Tenggorokan merupakan saluran berotot yang berada di belakang hidung dan berakhir di leher.

Fungsi dari tenggorokan sendiri adalah memastikan proses makan dan bernapas dapat berjalan dengan baik, sehingga Anda tidak tersedak.

Kemudian tepat di belakangnya terdapat tonsil (amandel), yang berfungsi sebagai bagian dari sistem imun dan sebagai organ yang mencegah benda asing masuk ke paru-paru.

Tepat di bawah tenggorokan, terdapat pita suara yang berfungsi sebagai penghasil suara dan membantu kelancaran proses bernapas serta menelan.

Sel abnormal paling sering muncul pada sel datar yang melapisi bagian dalam tenggorokan. Di samping itu, sel abnormal juga bisa muncul pada bagian tulang rawan (epiglotis) yang berfungsi sebagai penutup tenggorokan.

Meskipun sebagian besar kanker tenggorokan memengaruhi jenis sel yang sama, istilah yang digunakan berbeda. Ini bergantung dengan tempat sel kanker pertama kali muncul. Oleh karena itu, kanker tenggorokan terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

  • Kanker nasofaring: Sel abnormal bermula pada bagian tenggorokan tepat di belakang hidung.
  • Kanker orofaring: Sel abnormal bermula pada bagian tenggorokan tepat di belakang mulut dan mencakup amandel.
  • Kanker hipofaring (kanker laringofaring): Sel abnormal bermula di area hipofaring, yakni bagian bawah tenggorokan dan di atas kerongkongan.
  • Kanker glotis: Sel abnormal bermula pada pita suara.
  • Kanker supraglotis: Sel abnormal berawal dari bagian atas laring dan tulang rawan (epiglotis).
  • Kanker subglottic: Sel abnormal bermula di bagian bawah pita suara.

Seberapa umumkah kanker tenggorokan?

Penyakit kanker ini termasuk kanker yang cukup umum menyerang masyarakat Indonesia. Dikutip dari situs Globocan tahun 2018, jenis kanker tenggorokan yang umum menyerang adalah kanker nasofaring, kanker laring (pita suara), kanker orofaring (kanker amandel/tonsil), dan kanker orofaring.

Tercatat, kasus baru kanker nasofaring sebanyak 17.992 jiwa dengan angka kematian mencapai 11.204 jiwa. Kemudian, disusul dengan kasus baru kanker laring sebanyak 3.188 jiwa dengan kematian mencapai 1.564 jiwa.

Ditambah dengan kasus baru kanker orofaring sebanyak 1.303 jiwa dan menyebabkan kematian 626 jiwa. Begitu juga dengan kasus baru kanker hipofaring, yakni kasus baru sebanyak 229 jiwa dan angka kematian mencapai 134 jiwa.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker tenggorokan?

Mendeteksi kanker tenggorokan pada stadium awal memang cukup sulit, mengingat beberapa ciri-ciri dan gejala yang ada terkadang menyerupai penyakit lainnya.

Lebih parahnya lagi, Anda mungkin akan mengira gejala tersebut hanyalah penyakit yang kurang serius. Padahal sebenarnya kondisi yang Anda alami mungkin saja merupakan gejala kanker.

Sebagai contoh, gejala kanker amandel (tonsil) yang hampir serupa dengan radang tenggorokan (tonsilitis). Keduanya, sama-sama menimbulkan gejala suara serak dan kesulitan menelan.

Hanya saja radang tenggorokan akan sembuh dengan pemberian antibiotik. Beda dengan penyakit kanker yang tidak akan sembuh dengan pengobatan tersebut.

Lebih jelasnya, gejala atau ciri-ciri orang yang terkena kanker pada tenggorokan, pita suara, atau amandel adalah:

  • Perubahan suara menjadi serak atau tidak bisa berbicara dengan jelas.
  • Kesulitan menelan makanan maupun minuman.
  • Terus mengalami batuk.
  • Radang tenggorokan yang tidak kunjung hilang.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.
  • Telinga terasa nyeri.

Kemungkinan ada tanda maupun gejala kanker tenggorokan yang dirasakan oleh Anda namun tidak tercantum pada penjelasan di atas. Hal ini bisa terjadi karena tubuh setiap orang berbeda-beda dalam merespons suatu gangguan di tubuh.

Kapan harus periksa ke dokter?

Anda harus segera periksa ke dokter ketika mengalami gejala kanker tenggorokan yang disebutkan di atas. Terlebih jika gejala tidak juga membaik lebih dari 2 minggu, meskipun Anda melakukan pengobatan umum.

Penyebab

Apa penyebab kanker tenggorokan?

Penyebab kanker tenggorokan adalah mutasi DNA dalam sel. DNA sendiri berisi perintah bagi sel untuk membelah, tumbuh, dan mati. Ketika mutasi terjadi, perintah sel di dalamnya akan mengalami kerusakan sehingga membuat sel bertindak abnormal.

Sel akan terus membelah, terus tidak, dan tidak mati. Akibatnya, sel menumpuk membentuk jaringan abnormal yang Anda kenal sebagai tumor ganas. Sel-sel abnormal inilah yang seiring waktu dapat berubah menjadi kanker.

Meskipun begitu, hingga kini tidak diketahui secara jelas apa yang menyebabkan mutasi DNA pada sel-sel di tenggorokan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko kanker tenggorokan?

Peneliti menemukan berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker tenggorokan, di antaranya:

Punya kebiasaan merokok dan minum alkohol

Salah satu akibat buruk dari kebiasaan merokok atau menghirup asap rokok adalah meningkatkan risiko kanker di tenggorokan. Risikonya juga meningkat pada orang yang punya kebiasaan minum alkohol berlebihan.

Alasannya karena rokok dan alkohol mengandung zat yang bersifat karsinogen, yakni bisa merangsang sel-sel tubuh menjadi abnormal.

Pola makan buruk

Pola makan yang buruk bisa memengaruhi asupan gizi. Jika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik, Anda punya risiko lebih tinggi terkena penyakit kanker ini.

Kemungkinan besar ini berkaitan erat dengan kurangnya asupan vitamin, mineral, protein, dan serat yang penting untuk sel-sel tubuh.

Studi tahun 2009 menyebutkan bahwa sering minum air yang terlalu panas juga bisa meningkatkan risiko kanker jenis ini, karena suhu yang terlalu panas bisa menyebabkan sel-sel terluka dan iritasi.

Infeksi human papillomavirus (HPV)

Infeksi virus HPV merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual. Bila Anda telah terjangkit virus ini, kemungkinan Anda untuk mengalami kanker laring, amandel, atau bagian tenggorokan lainnya semakin besar.

Sindrom kelainan genetik

Orang yang mewarisi cacat gen dari orangtuanya berisiko tinggi terkena kanker ini di usia muda.  Contohnya, orang dengan anemia fanconi (memiliki masalah darah dan berisiko tinggi dengan banyak jenis kanker) dan diskeratosis congenita (sindrom yang menyebabkan anemia aplastik).

Terpapar berbagai zat di tempat kerja

Terpapar debu kayu, asap cat, dan bahan kimia tertentu yang digunakan dalam industri logam, minyak bumi, plastik, dan tekstil dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker pada laring, hipofaring, dan amandel.

Pertambahan usia dan jenis kelamin pria

Kanker tenggorokan berkembang selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, penyakit ini lebih umum ditemukan pada orang yang berusia di atas 45 tahun. Selain itu, kanker ini juga lebih umum menyerang pria ketimbang wanita.

Riwayat penyakit GERD

GERD adalah refluks asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan. Kondisi ini sering kali menyebabkan radang sehingga bisa membuat seseorang berisiko tinggi kena kanker jenis ini. Alasannya, asam lambung yang berlebihan terus-menerus mengiritasi lapisan yang melindungi tenggorokan.

Diagnosis & stadium

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kanker tenggorokan?

Guna menegakkan diagnosis kanker tenggorokan, dokter akan meminta Anda melakukan serangkaian tes kesehatan, di antaranya:

  • Tes fisik. Dokter akan menanyakan berbagai gejala yang dialami oleh Anda. Kemudian, dokter juga akan memeriksa pembengkakan di leher sekaligus melihat riwayat kesehatan Anda dan anggota keluarga.
  • Endoskopi dan laringoskopi. Prosedur ini dilakukan melihat bagian dalam tenggorokan secara detail sehingga dapat mendeteksi lokasi tumor dan ukurannya. Metodenya menggunakan endoskop atau laringoskop.
  • Biopsi. Prosedur mengambil jaringan kanker di dalam tenggorokan Anda untuk dilihat ke laboratorium dengan mikroskop.
  • Tes pencitraan. Tes kesehatan pelengkap ini dapat membantu melihat gambaran kondisi tenggorokan Anda, baik dengan MRI, USG, CT scan, atai PET scan.

Apa saja stadium kanker tenggorokan?

Setelah tes kesehatan di atas dilakukan, dokter dapat menentukan stadium kanker. Tujuannya untuk membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat. Berikut penjelasan penentuan stadium (tahap) kanker pada tenggorokan dan penyebarannya:

  • Stadium 1: tumor berukuran tidak lebih dari 2 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 2: tumor berukuran tidak lebih dari 4 cm dan belum mencapai kelenjar getah bening.
  • Stadium 3: tumor lebih besar dari 4 cm, telah menyebar ke kelenjar getah bening di sisi leher. Tumor yang ada pada kelenjar getah bening tidak lebih dari 3 cm.
  • Stadium 4: tumor dapat berukuran berapa pun, tapi telah menyebar ke jaringan terdekat, seperti leher, tiroid, kerongkongan, atau area yang cukup jauh seperti paru-paru.

Pengobatan

Bagaimana kanker tenggorokan diobati?

Penyakit kanker tenggorokan bisa disembuhkan dengan beberapa cara, seperti:

Operasi

Operasi merupakan pengobatan kanker utama yang bertujuan untuk mengangkat sel kanker dari tubuh. Prosedur medis ini bisa dilakukan ketika endoskopi dilakukan.

Namun, ada juga operasi lainnya yang direkomendasikan untuk mengobati kanker jenis ini, yaitu laringektomi (pengangkatan pita suara), faringektomi (pengangkatan faring), dan tiroidektomi (pengangkatan tiroid) yang terkena kanker.

Kemoterapi

Cara menyembuhkan selanjutnya adalah kemoterapi, yakni pengobatan kanker mengandalkan obat-obatan. Selain mematikan sel kanker, obat-obatan yang diresepkan juga bisa membantu mengecilkan ukuran tumor.

Beberapa obat kemoterapi yang dapat digunakan, antara lain:

Radioterapi

Pengobatan lainnya adalah radioterapi, yakni menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sel kanker.

Pengobatan ini juga direkomendasikan untuk memperkecil tumor di tenggorokan. Mungkin dokter menjadwal radioterapi sebelum operasi, sesudah operasi, atau bersamaan dengan kemoterapi.

Perawatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau perawatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker tenggorokan?

Penerapan gaya hidup yang sehat merupakan bagian dar pengobatan rumahan untuk pasien kanker tenggorokan. Ini meliputi pemilihan makanan yang sehat bernutrisi, olahraga rutin, berhenti merokok dan minum alkohol.

Penelitian sedang mengamati berbagai tanaman alami atau obat tradisional yang mungkin memiliki potensi sebagai obat kanker jenis ini, seperti ekstrak biji anggur.

Ekstrak biji anggur memiliki potensi merusak DNA sel kanker pada tikus, tanpa merusak sel sehat. Meskipun punya potensi, penelitian masih terbatas karena belum dilakukan uji coba pada manusia, serta belum diketahui efek sampingnya lebih lanjut.

Oleh karena itu, selalu konsultasi lebih lanjut pada dokter jika Anda ingin menggunakan obat herbal tertentu untuk mengobati kanker yang diderita.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit kanker tenggorokan?

Tidak ada cara yang 100% dapat mencegah kanker tenggorokan. Walaupun begitu, ahli kesehatan merekomendasikan untuk mengurangi berbagai risikonya, seperti:

  • Berhenti merokok dari sekarang dan sebaiknya hindari kerumunan orang yang sedang merokok. Selain itu, batasi konsumsi alkohol. Konsultasikan lebih dalam hal ini dengan dokter, jika Anda kesulitan berhenti dari kebiasaan tersebut.
  • Pilih makanan yang sehat dan bergizi, seperti buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Deretan makanan ini mengandung antioksidan dan vitamin yang bisa melindungi sel dari kerusakan.
  • Ikuti vaksin HPV dan praktekkan aktivitas seks yang sehat, seperti tidak berganti pasangan dan menggunakan kondom setiap berhubungan intim.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

kanker hipofaring kanker tenggorokan

Kanker Hipofaring

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 5 Desember 2018 . Waktu baca 7 menit
gejala sakit tenggorokan

10 Gejala Sakit Tenggorokan Serius yang Perlu Diperiksakan ke Dokter

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2018 . Waktu baca 3 menit
sakit gusi

Hati-hati, Radang Gusi yang Tidak Diobati Meningkatkan Risiko Anda Terkena Kanker Kepala dan Leher

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit

10 Fakta Yang Perlu Anda Tahu Seputar HPV

Ditulis oleh: Rizka Fenadania
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2017 . Waktu baca 6 menit