Apa itu kanker serviks?

Kanker adalah penyakit pertumbuhan sel dalam tubuh yang tidak terkontrol. Kanker selalu  dinamakan sesuai dengan bagian tubuh di mana ia bermula, meskipun kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Ketika kanker bermula pada serviks, maka disebut kanker serviks. Serviks adalah bagian paling bawah dan ujung dari uterus. Serviks mengubungkan vagina (saluran untuk melahirkan) ke bagian atas uterus. Uterus (atau rahim) adalah tempat di mana bayi berkembang saat wanita mengalami kehamilan.

Apa saja tanda dan gejala kanker serviks?

Tahap awal kanker serviks mungkin tidak akan menyebabkan munculnya tanda atau gejala, tetapi selama perkembangan tahap kanker serviks, gejala berikut dapat terjadi:

  • Perdarahan yang tidak normal, yang keluar dari vagina
  • Perdarahan setelah hubungan intim
  • Sakit panggul

Jika Anda mengalami gejala tersebut, segera hubungi dokter. Deteksi dini dapat meningkatkan kesempatan hidup.

Bagaimana cara mengobati kanker serviks?

Jika dokter Ada mengatakan bahwa Anda mengidap kanker serviks, tanyakan untuk rujukan ke ginekolog-onkologis, seorang dokter yang secara khusus dilatih untuk menangani kanker pada sistem reproduksi wanita. Dokter ini akan bekerja sama dengan Anda untuk merancang rencana penanganan.

Terdapat beberapa opsi penyembuhan. Hal tersebut bergantung terhadap tipe kanker serviks dan seberapa parah penyebarannya. Penanganan mungkin termasuk:

  • Operasi: Dokter akan menghilangkan jaringan kanker melalui operasi.
  • Kemoterapi: Penggunaan obat-obat khusus untuk membunuh sel kanker. Obat-obatan tersebut bisa berbentuk tablet yang Anda minum, atau diberikan pada nadi, atau bisa jadi diberikan keduanya.
  • Radiasi: Menggunakan sinar energi tinggi (mirip dengan sinar-X) untuk membunuh sel kanker..

Kapan saya harus ke dokter?

Jangan menunggu sampai Anda mengalami tanda dan gejala untuk menghubungi dokter. Penting untuk menjalani check up atau pemeriksaan berkala dengan dokter ginekologi.

Kanker serviks yang telah berkembang pesat dapat menyebabkan perdarahan abnormal dari vagina, misalnya setelah berhubungan intim. Jika Anda memiliki tanda lainnya, segera hubungi dokter.

Bagaimana cara mencegah kanker serviks?

Untuk mencegah terjangkitnya kanker serviks, Anda harus mempertimbangkan untuk menjalani tes pemeriksaan kanker saat Anda menjalani pemeriksaan rutin.

Terdapat 2 tes pemeriksaan yang dapat membantu Anda mencegah kanker serviks:

  • Tes Pap (atau Pap Smear), ini adalah pemeriksaan pre-kanker. Jika ditemukan perubahan sel dalam serviks, ini harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi sel kanker.
  • Tes Human Papollomavirus (HPV), pemeriksaan untuk  virus HPV yang dapat menyebabkan perubahan sel

Hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks adalah dengan menjalani tes pemeriksaan rutin mulai usia 21 tahun.

Jika hasil tes Pap Anda normal, sangat rendah kemungkinan Anda terserang kanker serviks dalam beberapa tahun ke depan. Untuk alasan itu, dokter akan memberi tahu bahwa Anda tidak perlu menjalani tes Pap lagi sampai tiga tahun ke depan.

Jika Anda berusia 30 tahun atau lebih tua, Anda dapat melakukan test HPV bersamaan dengan tes Pap. Jika hasil dari kedua tes normal, dokter dapat memberi tahu Anda untuk menunggu sampai lima tahun untuk tes Pap selanjutnya. Namun, Anda masih harus pergi ke dokter secara rutin untuk pemeriksaan (check up).

Untuk wanita berusia 21-65 tahun, penting untuk melanjutkan tes Pap seperti yang dianjurkan dokter. Bahkan jika Anda telah merasa terlalu tua untuk memiliki anak atau memutuskan tidak akan menjalani hubungan intim lagi. Namun, jika Anda berusia lebih tua dari 65 tahun dan menunjukan hasil tes Pap yang normal untuk beberapa tahun, atau jika Anda menjalani pengangkatan rahim sebagai bagian dari proses histerektomi untuk kondisi non-kanker seperti fibroid, dokter Anda mungkin dapat memberi tahu bahwa Anda tidak lagi membutuhkan test Pap.

Cara lain untuk mencegah kanker Serviks adalah dengan vaksinasi.

Terdapat 2 jenis vaksin HPV yang tersedia untuk membantu wanita melawan jenis HPV kebanyakan yang dapat menyebabkan kanker serviks, vagina, dan vulva. Kedua vaksin tersebut direkomendasikan untuk anak perempuan berusia 11 sampai 12 tahun, dan untuk wanita berusia 13 sampai 26 tahun yang tidak pernah mendapatkan vaksin saat mereka muda. Vaksin tersebut juga dapat diberikan bagi anak perempuan berusia 9 tahun.

Direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin dengan merek yang sama untuk ketiga dosis, kapanpun jika memungkinkan. Perlu dicatat bahwa wanita yang telah mendapatkan vaksin melawan HPV masih perlu menjalani tes Pap untuk memeriksa kanker serviks.

Cara lain untuk membantu menurunkan risiko kanker serviks di antaranya:

  • Jangan merokok
  • Menggunakan alat kontrasepsi setiap berhubungan intim
  • Setia pada pasangan
Sumber
Yang juga perlu Anda baca