Ciri Keputihan Akibat Kanker Serviks yang Perlu Dikenali

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sebelum berkembang semakin parah, biasanya kanker serviks telah menunjukkan gejala awal terlebih dahulu. Kemunculan gejala awal kanker serviks ini tidak boleh Anda abaikan agar bisa segera dilakukan deteksi dini. Dari serangkaian gejala awal tersebut, keputihan tidak normal termasuk salah satu tandanya. Seperti apa ciri keputihan yang menandakan kanker serviks?

Apa keputihan berlebih termasuk ciri kanker serviks?

Pada dasarnya, jumlah keputihan setiap orang berbeda-beda. Ada yang banyak, ada pula yang sedikit. Artinya, jika keputihan yang Anda alami cukup banyak, tidak serta-merta hal itu menandakan bahwa Anda kena kanker serviks. Terlebih jika sehari-hari, keputihan yang Anda alami memang cukup banyak.

Meski merupakan hal yang wajar, banyak wanita bertanya-tanya apakah keputihan yang dialaminya masih terhitung wajar atau patut diwaspadai karena menjadi salah satu ciri kondisi tertentu, seperti gejala dari kanker serviks.

Umumnya, vagina akan memproduksi cairan secara rutin sebagai tanda bahwa organ reproduksi ini bekerja dengan baik.

Secara berkala, vagina mengeluarkan cairan alami ini guna membersihkan area “tubuhnya”. Selain berfungsi untuk melembapkan, keputihan normal yang keluar dari vagina ini juga berperan sebagai pelumas dan menjaga kesehatan vagina.

Dengan begitu, diharapkan area kewanitaan ini bisa terlindung dari serangan virus, bakteri, maupun iritasi. Akan tetapi, Anda sebaiknya waspada jika keputihan yang Anda alami mulai menunjukkan tanda-tanda abnormal.

Tandanya pun cukup mudah. Untuk membedakan apakah keputihan yang Anda alami normal atau tidak, Anda bisa mengamati warna, konsistensi, volume, dan bau yang muncul. Adakah perbedaan yang muncul dengan cairan vagina biasanya.

Perhatikan pula gejala lain yang mungkin Anda alami, sebelum atau setelah keluarnya keputihan. Keputihan tidak normal bisa saja menjadi salah satu tanda Anda terkena kanker serviks. Namun, bukan berarti Anda pasti kena kanker leher rahim jika cairan vagina yang keluar tidak normal.

Berbagai ciri keputihan akibat kanker serviks

Sebagaimana dilansir dari laman Mayo Clinic, kebanyakan keputihan abnormal biasanya disebabkan infeksi (seperti infeksi jamur atau bakteri) dan non-infeksi. Penyebab keputihan non-infeksi biasanya berkaitan dengan adanya benda asing atau penyakit lain, seperti kanker serviks.

Semakin cepat keputihan pertanda kanker serviks dikenali, semakin cepat pula deteksi dini dapat dilakukan guna memperbesar peluang kesembuhan. Berikut adalah beberapa ciri keputihan akibat kanker serviks.

1. Keputihan berwarna kecokelatan

cara mengatasi keputihan berlebihan

Salah satu ciri keputihan akibat kanker serviks adalah cairan vagina yang berwarna kecokelatan. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, keputihan akan dianggap normal bila tidak berwarna alias bening, atau setidaknya berwarna putih susu.

Namun, berbeda dengan yang normal, tanda keputihan akibat kanker leher rahim ini justru berwarna kecokelatan. Keputihan abnormal ini disebabkan oleh adanya pertumbuhan jaringan fibroid, maupun jaringan abnormal lainnya di dalam sistem reproduksi.

Dalam hal ini, jaringan abnormal tersebut tumbuh dan berkembang di dalam leher rahim, sehingga memicu produksi cairan vagina yang berwarna kecokelatan.

2. Keputihan keluar bersama darah

vagina

Seiring berjalannya waktu, keputihan berwarna kecokelatan bisa menjelma lebih parah hingga menghasilkan darah. Biasanya, akan muncul warna merah agak terang yang keluar bersama cairan vagina, tapi berbeda dengan darah menstruasi.

Pasalnya, darah yang keluar bersama keputihan ini biasanya muncul usai Anda mengalami menopause, maupun di antara periode menstruasi.

Keputihan yang disertai dengan darah akibat kanker serviks muncul karena adanya potongan jaringan yang disebut nekrotik di leher rahim.

Potongan tersebut kemudian keluar bersama cairan dari tumor yang sedang berkembang di dalam serviks.

3. Keputihan berbau tidak sedap

keputihan saat hamil

Selain memiliki tampilan yang tampak tidak normal, ciri keputihan akibat kanker serviks biasanya juga disertai dengan bau yang tidak sedap.

Bau yang Anda rasakan bukanlah bau khas keputihan pada umumnya, melainkan bau busuk yang cukup menyengat. Terjadinya kondisi ini bisa dikarenakan sel-sel di dalam serviks atau leher rahim tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Akibatnya, sel-sel tersebut mungkin tidak mampu bertahan hidup, hingga akhirnya mati dan menginfeksi tumor. Infeksi inilah yang kemudian menyebabkan bau busuk dan tidak sedap.

4. Jumlah keputihan meningkat

keputihan sebelum haid

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap orang memiliki jumlah keputihan yang berbeda-beda. Keputihan abnormal sendiri ditentukan oleh beberapa hal, seperti siklus menstruasi, menyusui, kehamilan, hingga sedang mengalami rangsangan seksual.

Namun, penting untuk diperhatikan ketika jumlah cairan vagina yang keluar cenderung lebih banyak dan berbeda dari biasanya. Ini bisa menandakan kalau Anda sedang mengalami keputihan abnormal yang menjadi ciri adanya kanker leher rahim.

Terlebih apabila peningkatan jumlah keputihan ini diiringi dengan tanda kanker leher rahim lainnya yang telah disebutkan di atas.

Kapan harus ke dokter jika timbul ciri keputihan kanker serviks?

kanker serviks stadium 2

Sejatinya, perubahan apa pun yang terjadi pada sistem reproduksi wanita dapat turut memengaruhi produksi cairan alami dari vagina alias keputihan.

Mulai dari akibat ketidakseimbangan jumlah bakteri pada vagina, maupun adanya perkembangan sel-sel abnormal di dalam organ kewanitaan, salah satunya serviks.

Sebaiknya jangan tunda untuk segera memeriksakan diri Anda ke dokter, ketika mengalami ciri keputihan abnormal di atas, yang bisa menjadi gejala kanker serviks.

Dokter biasanya akan memeriksa kondisi kesehatan Anda terlebih dahulu, sekaligus menanyakan beberapa hal terkait kondisi keputihan yang Anda alami.

Beberapa pertanyaan mungkin akan meliputi sejak kapan keputihan abnormal yang mungkin menjadi ciri kanker serviks ini mulai muncul, seperti apa baunya, warnanya, dan mungkin kekentalannya.

Selain mencari tahu penyebab dari keputihan abnormal yang mungkin menjadi ciri kanker serviks, pemeriksaan tersebut juga bertujuan untuk memastikan kemungkinan adanya perkembangan sel-sel kanker serviks.

Jika dirasa mengarah pada kanker leher rahim, dokter mungkin akan melakukan tes pap smear, pemeriksaan IVA, dan deteksi kanker serviks lainnya.

Hasil dari pemeriksaan tersebut nantinya akan membantu menunjukkan apakah benar ada pertumbuhan sel-sel kanker di dalam serviks Anda. Dengan demikian, dokter dapat menentukan pemeriksaan lanjutan ataupun pengobatan kanker leher rahim ini untuk menangani kondisi ini sedini mungkin.

Selain itu, dokter tentu akan menyarankan Anda untuk menerapkan pola hidup sehat, dimulai dari menjaga pola makan sehat dan menghindari makanan yang dapat menjadi penyebab kanker leher rahim.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengobati Kanker Serviks Secara Alami dengan Obat Herbal dan Gaya Hidup

Selain tindakan medis, cara mengobati kanker serviks secara alami dengan minum obat herbal dan gaya hidup sehat dapat membantu kondisi penderitanya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Serviks, Kanker 28 Februari 2020 . Waktu baca 9 menit

3 Jenis Makanan Sehat Pencegah Kanker Serviks

Mencegah kanker serviks selalu lebih baik daripada mengobati. Makanan berikut ini bisa menjadi alternatif Anda sebagai pencegah kanker serviks. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Serviks, Kanker 27 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Jenis Obat Kanker Serviks yang Umum Digunakan

Ketika seorang wanita dinyatakan memiliki kanker serviks, salah satu perawatannya yakni dengan memberikan berbagai obat. Apa saja pilihannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Serviks, Kanker 21 Januari 2020 . Waktu baca 7 menit

Perlukah Saya Melakukan Pap Smear Setelah Melahirkan?

Selain melakukan kontrol rutin ke dokter, ibu yang baru saja melahirkan juga dianjurkan untuk tes pap smear. Kapan harus pap smear setelah melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 18 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

disunat

Disunat Atau Tidak, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
kanker serviks

Mengapa Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
infeksi human papillomavirus (HPV)

Infeksi Human Papillomavirus (HPV)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
vaksin HPV

Vaksin HPV: Ketahui Manfaat, Efek Samping, dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 10 menit