Mengulik Lebih Jauh Soal SCAD, Penyebab Serangan Jantung Pada Wanita Muda

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/05/2020
Bagikan sekarang

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian non-infeksi yang menakutkan. Terkadang kita beranggapan bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua saja, tapi hal ini tidak sepenuhnya benar. Tidak jarang penyakit jantung ditemukan pada orang dengan usia muda dan dapat berakibat fatal. Salah satu penyebab dari penyakit jantung yang dialami oleh orang di usia muda adalah SCAD. Pernahkah Anda mendengar serangan jantung yang disebabkan oleh SCAD? Simak penjelasannya berikut.

SCAD, salah satu penyebab serangan jantung di usia muda

Spontaneous coronary artery dissection (selanjutnya disingkat SCAD) adalah salah satu jenis penyakit jantung yang biasanya ditemukan pada orang di usia muda, khususnya para wanita. SCAD adalah kondisi yang tergolong jarang terjadi, tapi mungkin saja dialami.

Kondisi ini adalah kelainan yang terjadi akibat robeknya dinding lapisan dalam pada arteri koroner epikardial yang terdapat di jantung. Pada SCAD, robeknya dinding dalam pembuluh darah yang disebut tunika intima menyebabkan terbentuknya hematoma/ bekuan darah pada daerah tersebut.

Jika terjadi, SCAD dapat memperlambat atau bahkan menyumbat sama sekali aliran darah menuju jantung. Hal ini tentu dapat menyebabkan serangan jantung, ritme jantung abnormal, atau kematian mendadak.

Keadaan ini dapat terjadi secara mendadak dan tidak seperti penyakit jantung koroner. Di samping itu, SCAD tidak dapat dicegah. Walaupun penyebab SCAD hingga saat ini belum diketahui dengan pasti, beberapa penelitian mengemukakan beberapa kemungkinan penyebab terjadinya SCAD yakni riwayat arteriopati, faktor genetik, atau kelainan hormon.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, SCAD memang lebih sering dialami oleh para wanita. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini umumnya dialami wanita pada usia 40 tahun ke atas. Meski begitu, bukan berarti kondisi ini tidak bisa dialami oleh pria atau wanita dalam kelompok usia lainnya.

Jika penderita serangan jantung biasanya memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan diabetes, orang yang mengalami SCAD tidak selalu memiliki risiko-risiko tersebut. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa, apalagi jika tidak segera ditangani dengan baik.

Maka itu, penting bagi Anda untuk segera memeriksakan kondisi ke dokter atau rumah sakit terdekat apabila mengalami gejala serangan jantung, bahkan sekalipun Anda tidak memiliki satupun faktor risiko dari kondisi tersebut.

Faktor risiko SCAD

Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi faktor risiko seseorang mengalami SCAD, di antaranya adalah:

Jenis kelamin

Kondisi ini sebenarnya bisa saja dialami baik oleh laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi, kondisi ini tentu lebih banyak ditemukan pada perempuan.

Pernah melahirkan

Seringnya, wanita yang terdiagnosis mengalami SCAD adalah wanita yang baru saja menjalani proses persalinan. Kondisi ini memang cukup sering ditemukan pada wanita yang baru saja melahirkan. Hal ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita muda.

Riwayat kelainan pada dinding pembuluh darah

Beberapa kelainan pada pembuluh darah dikaitkan dengan kejadian SCAD. Misalnya fibromuscular dysplasia (FMD) yang menyebabkan pertumbuhan sel tak normal pada salah satu dinding pembuluh arteri.

Pertumbuhan yang tidak normal ini dapat menyebabkan dinding arteri melemah dan terjadinya sumbatan, diseksi, ataupun aneurisma. FMD juga dapat menyebabkan terjadinya hipertensi, stroke, atau robekan pada dinding pembuluh darah lainnya. Lagi-lagi, kelainan ini lebih sering ditemukan pada perempuan.

Olahraga ekstrem

Orang-orang yang baru saja berpartisipasi dalam olahraga ekstrem atau intens memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena SCAD.

Stres emosional

Seseorang yang baru saja mengalami kejadian atau pengalaman yang menyebabkan stres emosional biasanya memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.

Iritasi pada pembuluh darah

Beberapa penyakit yang menyebabkan masalah sehingga terjadinya radang pembuluh darah seperti lupus atau poliarteritis nodosa dapat meningkatkan risiko SCAD.

Masalahnya, lupus lebih banyak ditemukan pada perempuan, sehingga risiko dari kondisi ini pun lebih tinggi pada perempuan.

Penyakit jaringan ikat yang diturunkan

Kelainan genetik yang menyebabkan masalah dengan jaringan ikat tubuh seperti sindrom Ehlers-Danlos dan sindrom Marfan sering kali ditemukan pada penderita SCAD.

Tekanan darah yang sangat tinggi

Pasien dengan yang memiliki tekanan darah yang sangat tinggi dan tidak terkontrol rentan mengalami SCAD.

Penggunaan obat-obatan ilegal

Penggunaan kokain dan narkoba lainnya dapat meningkatkan risiko SCAD.

Gejala yang dialami pasien SCAD

Gejala SCAD sering kali mirip dengan gejala serangan jantung. Sebagai contoh, orang yang mengalami kondisi ini mungkin akan merasakan gejala seperti nyeri dada ataupun dada yang terasa berat seperti ditekan dan menjalar ke lengan, leher, rahang, punggung, atau perut.

Keluhan seperti sesak, badan terasa lemas, berkeringat dan kepala terasa pusing juga dapat dirasakan. Mual, muntah bahkan hingga pingsan juga dapat ditemukan pada pasien dengan SCAD.

Pemeriksaan yang harus dilakukan oleh pasien SCAD

Angka kejadian SCAD yang belum terlalu tinggi dan belum terlalu dikenal menyebabkan banyak terjadinya misdiagnosis. Oleh karena itu, dokter perlu berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan pada pasien yang memiliki gejala serangan jantung.

Pemeriksaan awal dapat dilakukan dengan merekam irama jantung atau EKG untuk melihat aktivitas jantung Anda. Pemeriksaan troponin (salah satu marker protein pada penyakit jantung) juga dapat dilakukan.

Pemeriksaan lebih lanjut mungkin menggunakan angiogram. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menyuntikkan kontras (pewarna yang terdeteksi menggunakan alat rontgen) melalui kateter pembuluh darah.

Kemudian dokter akan mengambil foto gambaran pembuluh darah yang terisi kontras tersebut untuk mendeteksi adanya kelainan pada pembuluh darah. Beberapa pemeriksaan lain yang dapat menjadi alternatif adalah ultrasonografi intravaskuler serta CT angiografi juga dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran jantung yang lebih detail.

Perawatan yang dapat dilakukan bagi penderita SCAD

Perawatan penyakit jantung pada orang muda bertujuan untuk mengembalikan aliran darah jantung yang sebelumnya tersumbat. Pada beberapa kasus, penyembuhan dapat terjadi dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan berat atau operasi.

Namun, kebanyakan kasus membutuhkan bantuan seperti dengan pemasangan balon, pemasangan stent, ataupun operasi bypass pembuluh darah jantung.

Setelah Anda terdiagnosis SCAD, dokter mungkin akan memberikan beberapa obat untuk mengatasi kondisi Anda. Beberapa obat yang dapat diberikan dokter kepada Anda mungkin meliputi aspirin, antikoagulan, obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah Anda, obat-obatan untuk mengurangi nyeri dada, serta obat-obatan untuk menurunkan kadar kolesterol.

Selain mengonsumsi obat-obatan, Anda juga perlu menjaga gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari agar tetap sehat. Anda disarankan untuk selalu  menghindari hal-hal atau kebiasaan yang menyebabkan stres emosional berlebihan.

Tak hanya itu, lakukan olahraga teratur serta jagalah pola makan sehat agar Anda juga bisa menjaga berat badan Anda. Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko Anda mengalami serangan jantung.

Selain untuk mengobati, prinsip ini juga sangat penting guna mencegah penyakit jantung pada orang muda. Dengan begitu, Anda bisa menurunkan risiko mengalami SCAD serta serangan jantung.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Alasannya Kenapa Anda Perlu Mengukur Denyut Jantung Selama Olahraga

Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, Anda juga perlu mengukur denyut jantung saat olahraga. Memangnya, apa tujuannya? Baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Penyebab Dada Sakit Saat Bersin yang Mesti Anda Ketahui

Banyak orang yang mengabaikan dada yang terasa sakit saat mereka bersin. Padahal, kondisi ini bisa menandakan Anda sedang mengalami suatu penyakit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

8 Gejala Maag yang Umum dan Tidak Boleh Disepelekan

Maag yang datang mendadak tentu bisa mengacaukan segala aktivitas. Mari kenali berbagai gejala sakit maag agar bisa diatasi lebih cepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Elektrokardiografi (EKG), Tes Deteksi Masalah Irama Denyut Jantung

EKG adalah tes untuk mencari tahu seberapa baik laju dan irama detak jantung Anda. Namun, tidak semua orang butuh atau diharuskan menjalani EKG.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

apakah penyakit jantung bisa sembuh

Apakah Seseorang yang Terkena Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
batuk terus gejala gagal jantung

Duduk Terlalu Lama Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020
penyebab sakit dada asma

Cara Mengatasi Nyeri Dada saat Asma

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020
Kanker paru

Apa Itu Kanker Paru?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 16/01/2020