Cara Mengatasi Serangan Jantung yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Serangan jantung memang jenis penyakit jantung yang dapat membahayakan nyawa siapapun yang mengalaminya. Namun, bukan berarti tidak ada cara yang tepat untuk mengatasi serangan jantung. Ya, serangan jantung bisa dipulihkan dengan metode penanganan yang tepat. Lalu, apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi serangan jantung? Simak penjelasannya berikut ini.

Pengobatan untuk mengatasi serangan jantung

Serangan jantung adalah kondisi yang terjadi akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah arteri. Hal ini menyebabkan aliran darah menuju jantung menjadi tidak lancar atau terhambat. Saat itu, otot-otot jantung tidak menerima cukup oksigen sehingga dalam waktu singkat menjadi rusak dan menyebabkan serangan jantung.

Kondisi ini memang cukup parah, tapi Anda bisa mengatasinya dengan penggunaan berbagai obat-obatan sekaligus metode pengobatan seperti operasi. Namun, sebelumnya Anda perlu tahu bahwa penanganan serangan jantung bisa dibedakan berdasarkan jenis serangan jantung yang dialami.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi serangan jantung

Ada beberapa jenis obat-obatan yang mungkin diberikan dokter atau petugas medis profesional sebagai cara dalam membantu Anda mengatasi serangan jantung.

Obat-obatan mencegah penggumpalan darah

1. Antiplatelet

Cara mengatasi serangan jantung bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan antiplatelet. Obat ini berfungsi agar keping darah tidak saling menempel satu sama lain dan membentuk gumpalan darah. Pasalnya, gumpalan darah dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung.

Obat ini biasanya akan diberikan oleh petugas medis yang berada di UGD sebagai pertolongan pertama untuk serangan jantung. Tujuannya untuk mencegah pembentukan gumpalan darah yang baru serta mencegah gumpalan darah yang telah terbentuk berubah membesar.

Salah satu jenis obat antiplatelet yang paling sering digunakan adalah aspirin. Aspirin dapat menurunkan jumlah gumpalan darah, sehingga meningkatkan aliran darah menuju jantung melalui pembuluh arteri yang telah menyempit. Hal ini terjadi karena aspirin akan menempati keping darah, yaitu sel darah berukuran kecil yang dapat memicu terjadinya penggumpalan darah.

Melansir Harvard Medical School, aspirin dalam bentuk tablet kunyah dapat bekerja lebih cepat dibanding dalam bentuk lain. Setidaknya, butuh 14 menit bagi obat ini untuk menempati keping darah dalam tubuh.

2. Trombolitik

Selain aspirin, cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi serangan jantung adalah mengonsumsi trombolitik. Obat ini membantu mengencerkan gumpalan darah yang menyumbat aliran darah menuju jantung.

Lebih cepat Anda mengonsumsi obat ini, lebih besar kemungkinan Anda untuk segera pulih dari serangan jantung. Di samping itu, obat ini juga dapat memperkecil kerusakan jantung saat serangan terjadi.

Biasanya, sebagai cara mengatasi serangan jantung, trombolitik dikonsumsi segera setelah mengalami kondisi tersebut. Obat ini hanya diberikan di rumah sakit melalui pembuluh vena yang terdapat pada tangan atau lengan.

Anda tidak disarankan menggunakan obat ini sembarangan. Pasalnya, meski dapat mengatasi serangan jantung, cara penggunaan obat yang salah dapat memberikan risiko yang tidak diinginkan. Lagipula, obat ini hanya boleh digunakan pada saat-saat tertentu saja.

Sebagai contoh, obat ini boleh digunakan saat risiko mengalami perdarahan bisa diseimbangkan dengan risiko penggumpalan darah yang terjadi sangat cepat.

Obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah

1. Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor

ACE inhibitor adalah jenis obat yang juga bisa digunakan sebagai penanganan terhadap serangan jantung. Cara kerja dari obat yang dapat mengatasi serangan jantung ini adalah melebarkan pembuluh darah yang menyempit.

Di samping itu, obat ini juga menghambat pembentukan hormon angiotensin II yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Dengan begitu, obat ini dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi beban kerja jantung.

2. Beta-blockers

Obat yang satu ini juga bisa dikonsumsi sebagai cara mengatasi serangan jantung. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan beta blockers dapat membantu otot jantung agar rebih rileks sekaligus memperlambat detak jantung dan mengurangi tekanan darah. Dengan begitu, kerja jantung menjadi lebih ringan.

Tak hanya itu, obat-obatan dalam golongan ini juga dapat membatasi kerusakan otot jantung dan mencegah terjadinya serangan jantung kedua dan seterusnya. Oleh sebab itu, dokter mungkin akan memberikan obat ini sebagai penanganan terhadap serangan jantung.

Ada pula obat-obatan lain yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi penyebab dari terjadinya serangan jantung yang Anda alami. Nah, penggunaan obat-obatan ini tentu bergantung pada akar masalah serangan jantung tersebut.

Sebagai contoh, jika Anda mengalami serangan jantung akibat kadar kolesterol tinggi di dalam darah, obat-obatan statin bisa menjadi obat yang dapat mengatasi serangan jantung.

Obat-obatan penurun kolesterol

Cara lain untuk mengatasi serangan jantung adalah mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol. Pasalnya, kadar kolesterol yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami salah satu jenis penyakit jantung tersebut.

Obat-obatan statin adalah obat penurun kolesterol yang paling sering digunakan. Berikut adalah beberapa jenis obat-obatan statin.

  • atorvastatin
  • fluvastatin
  • lovastatin
  • pravastatin
  • simvastatin

Metode penanganan lain untuk serangan jantung

Selain mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi serangan jantung, Anda juga bisa melakukan cara lain yang juga sering kali digunakan untuk mengobati serangan jantung.

1. Angioplasti dan pemasangan stent

Prosedur ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi serangan jantung. Angioplasti adalah salah satu prosedur medis yang dilakukan dengan cara dokter spesialis jantung yang menangani kondisi Anda akan memasukkan kateter atau tabung tipis berukuran panjang melewati arteri yang terdapat pada paha bagian dalam atau pergelangan tangan menuju ke arteri yang tersumbat di jantung.

Jika Anda mengalami serangan jantung, prosedur ini sering kali dilakukan tepat setelah kateterisasi jantung, sebuah prosedur yang dilakukan untuk menemukan letak terjadinya penyumbatan. Kateter ini disertai dengan balon khusus yang setelah diletakkan pada posisi yang tepat akan membantu membuka pembuluh arteri yang tersumbat.

Setelah itu, stent yang terbuat dari logam akan dimasukkan ke dalam pembuluh arteri. Tujuannya, agar arteri tetap terbuka, sehingga aliran darah menuju jantung kembali lancar.

2. Operasi bypass jantung

Penanganan lain sebagai cara mengatasi serangan jantung juga bisa dilakukan melalui prosedur operasi bypass jantung. Operasi yang dilakukan untuk mengatasi serangan jantung dilaksanakan dengan cara menjahit pembuluh darah vena atau arteri tepat di atas pembuluh arteri yang mengalami penyumbatan atau penyempitan.

Tujuan dari penjahitan ini adalah membuat jalan pintas untuk aliran darah ke jantung. Dengan begitu, aliran darah bisa melewati “jalan pintas” agar sampai ke jantung tanpa perlu melalui pembuluh arteri yang tersumbat.

Biasanya, operasi ini dilakukan secara mendadak, tepat setelah terjadi serangan jantung. Namun, jika memungkinkan, operasi bypass juga bisa dilakukan pada waktu lain, misalnya tiga sampai tujuh hari setelah serangan jantung terjadi.

3. Transplantasi jantung

Cara lain yang juga bisa dilakukan untuk mengatasi serangan jantung adalah transplantasi jantung. Artinya, jantung yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi diganti dengan donor jantung yang lebih sehat.

Biasanya, prosedur ini dilakukan karena tidak ada kemajuan pada kondisi kesehatan jantung meski telah menjalani operasi dan mengonsumsi obat-obatan pengencer darah.

Operasi transplantasi jantung tergolong operasi yang besar. Selain itu, untuk bisa menjalani operasi ini, Anda tentu membutuhkan donor jantung terlebih dahulu untuk mengganti jantung yang sudah mengalami kerusakan.

 

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Obat Pengencer Darah yang Paling Umum Digunakan, Plus Risiko Efek Samping

Banyak jenis obat pengencer darah ada di pasaran. Apalagi bagi penderita penyakit jantung dan stroke, wajib tahu cara kerja, jenis, dan efek sampingnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Memahami Manfaat dan Risiko Angioplasti, Prosedur Medis untuk Serangan Jantung

Angioplasti adalah salah satu prosedur untuk orang yang mengalami serangan jantung. Yuk, ketahui manfaat dan risiko prosedur medis ini di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Atrial Flutter

Atrial Flutter adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah penyakit ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Aritmia 25 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Tahukan Anda bahwa banyak kasus serangan jantung terjadi pada anak muda di bawah 40 tahun, dan 25% dari mereka meninggal dalam waktu kurang dari 15 tahun?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fakta jantung manusia

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
angina adalah

Angina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
stenosis katup mitral adalah

Stenosis Katup Mitral (Penyempitan Katup Mitral)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
vasodilator

Vasodilator, Obat untuk Memperlebar Pembuluh Darah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit