home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Jenis Prosedur Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Kardiomiopati

8 Jenis Prosedur Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Kardiomiopati

Kardiomiopati merupakan sebuah kondisi di mana otot jantung melemah atau merenggang, sehingga mengurangi kemampuannya dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Mengingat gejalanya yang tak jauh berbeda dari penyakit jantung lainnya, maka dokter perlu melakukan beberapa tes untuk menegakkan diagnosis guna memastikan bila Anda mengalami kardiomiopati.

Prosedur pemeriksaan untuk diagnosis kardiomiopati

Sebelum melakukan tes untuk diagnosis kardiomiopati, Anda harus menjalani pemeriksaan fisik terlebih dahulu dengan dokter.

Pada pemeriksaan ini, dokter menggunakan stetoskop untuk mendengar detak jantung Anda. Suara detak jantung dapat memberikan tanda akan adanya penyakit tertentu.

Kemungkinan penyakit kardiomiopati hipertrofik, misalnya, dapat diketahui dari kenyaringan bunyi murmur jantung serta lokasinya. Sedangkan bila terdengar suara retakan, bisa jadi hal ini merupakan tanda gagal jantung.

Selain itu, ciri-ciri fisik tertentu juga dapat membantu diagnosis dokter. Beberapa ciri yang dapat menandakan penyakit jantung meliputi pembengkakan pada pergelangan kaki, tungkai, perut, atau pembuluh darah di leher.

Dokter mungkin juga akan menanyakan seputar riwayat kesehatan Anda dan keluarga guna mengetahui apakah ada yang pernah terdiagnosa dengan penyakit jantung. Hal ini penting guna mengetahui seberapa besar risiko Anda mengalami hal yang sama.

Jika dari pemeriksaan ini dokter mendapati kemungkinan kardiomiopati, maka dokter akan merujuk Anda untuk menjalani beberapa tes lanjutan.

Rontgen dada

Rontgen dada bertujuan untuk mengambil gambar organ dan struktur di dalam dada dengan menggunakan sinar radiasi. Dari pemeriksaan ini, dokter akan mengetahui apakah ada bagian jantung yang membesar atau adanya cairan yang menumpuk di paru-paru.

Anda tidak perlu melakukan persiapan khusus untuk menjalani rontgen. Cukup kenakan pakaian longgar dan tidak menggunakan perhiasan apapun saat dirontgen.

Ekokardiogram

Ekokardiogram adalah tes untuk memperlihatkan gambaran jantung Anda saat bergerak menggunakan gelombang suara.

Tes ini dapat menunjukkan seberapa baik jantung Anda bekerja serta mengetahui seperti apa ukuran dan gerakannya saat berdetak. Tes ini juga memeriksa katup jantung dan membantu dokter menentukan penyebab munculnya gejala yang Anda rasakan.

Ekokardiogram terdiri dari beberapa jenis, yaitu transthoracic echo (TTE), transesophageal echo (TEE) yang menunjukkan gambar belakang jantung, doppler echo untuk memeriksa masalah aliran darah dalam jantung, dan stress echo yang dilakukan di atas treadmill.

Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram merupakan salah satu pemeriksaan untuk diagnosis kardiomiopati yang paling sering dilakukan. Pada tes ini, petugas kesehatan menempelkan elektroda, tambal plastik kecil yang terhubung dengan mesin EKG melalui kabel timah, pada dada, lengan, dan kaki.

EKG bertujuan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Mesin ini merekam impuls yang menunjukkan seberapa cepat jantung berdetak, apakah ritmenya stabil atau tidak teratur, serta berapa lama waktu impuls listrik bergerak ke bagian jantung.

Anda tidak memerlukan persiapan khusus sebelum menjalani elektrokardiogram dan dapat langsung pulang ke rumah setelahnya.

MRI jantung

Hampir serupa dengan rontgen dada, MRI jantung merupakan pemeriksaan yang melibatkan pengambilan gambar jantung Anda. MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar.

Dokter bisa menyarankan MRI jantung bila hasil tes ekokardiogram tidak terlihat jelas atau memberikan diagnosa yang akurat.

Kateterisasi jantung

Prosedur kateter jantung ini bertujuan untuk memeriksa tekanan dan aliran darah pada ruang jantung sekaligus mengetahui ada atau tidaknya penyumbatan pembuluh darah.

Nantinya, sebuah tabung tipis (kateter) akan dimasukkan ke selangkangan melalui pembuluh darah ke jantung Anda. Kemudian, pewarna disuntikkan melalui kateter guna membuat organ jantung lebih terlihat pada pemindaian sinar-X.

Selama tes ini, dokter juga dapat mengambil sampel jaringan kecil jantung untuk dianalisis di laboratorium.

Biopsi otot jantung

Terkadang, biopsi otot jantung juga dilakukan untuk diagnosis kardiomiopati. Prosedur ini melibatkan penggunaan bioptome, sejenis kateter kecil, untuk mengambil sebagian kecil jaringan otot jantung. Jaringan ini kemudian akan diperiksa di laboratorium.

Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi lokal, jadi Anda tetap terbangun selama prosedur. Bioptome akan dimasukkan melalui selubung plastik menuju ventrikel kanan jantung Anda. Sampel yang akan diambil hanya seukuran kepala jarum pentul.

Prosedur ini dapat memakan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam.

Tes genetik

Mengingat kardiomiopati dapat menurun dari keluarga, dokter mungkin akan menyarankan tes genetik untuk mencari tanda-tanda penyakit jantung pada orang tua, saudara, atau anggota keluarga lainnya.

Pengujian genetik bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana penyakit ini diturunkan dalam keluarga serta mengetahui seberapa besar kemungkinan orang tua mewariskan gen penyakit pada anak-anaknya.

Tes genetik juga bisa dilakukan bila Anda memiliki kemungkinan terhadap kardiomiopati, tetapi Anda belum menunjukkan gejala.

Tes darah

tes darah samar feses

Prosedur tes darah dapat dilakukan untuk memeriksa fungsi jantung dan mengukur kadar zat besi Anda. Tes darah juga dapat mengukur B-type natriuretic peptide (BNP), protein yang dibuat oleh jantung.

BNP membantu tubuh menghilangkan cairan, melemaskan pembuluh darah, dan memindahkan natrium ke dalam urine. Ketika jantung Anda mengalami gangguan, tubuh akan mengeluarkan BNP tingkat tinggi ke dalam aliran darah untuk meredakan ketegangan pada otot jantung.

Tingkat BNP dapat menentukan apakah gejala yang Anda alami merupakan tanda kardiomiopati atau penyakit jantung lainnya.

Setelah diagnosis kardiomiopati

Bila dari hasil pemeriksaan Anda terdiagnosis kardiomiopati, dokter akan merencanakan pengobatan yang tepat berdasarkan kondisi Anda.

Pengobatan dapat meliputi pemberian obat-obatan, operasi perangkat implan, transplantasi jantung, atau prosedur non-operasi lainnya.

Penanganan medis lebih awal dapat membantu proses penyembuhan Anda lebih baik. Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila Anda mulai merasakan gejala yang mengarah pada penyakit jantung.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cardiomyopathy – Diagnosis and Treatment. (2021). Mayo Clinic. Retrieved 6 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cardiomyopathy/diagnosis-treatment/drc-20370714

Symptoms and Diagnosis of Cardiomyopathy. (2016). American Heart Association. Retrieved 6 September 2021, from https://www.heart.org/en/health-topics/cardiomyopathy/symptoms-and-diagnosis-of-cardiomyopathy

Chest X-Ray: What to Expect, Diagnosis, Safety, Results. (2021). Cleveland Clinic. Retrieved 6 September 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/10228-chest-x-ray

Echocardiogram. (2021). Mayo Clinic. Retrieved 6 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/echocardiogram/about/pac-20393856

Electrocardiogram. (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved 6 September 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/electrocardiogram

Myocardial Biopsy. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 6 September 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/17255-myocardial-biopsy

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x