Waspada, Kekurangan Zat Besi Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi!

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Penyakit jantung atau dikenal juga dengan penyakit kardiovaskular, termasuk penyebab kematian utama di dunia. Selain karena pola hidup yang kurang sehat, risiko penyakit jantung bisa meningkatkan karena Anda kekurangan zat besi di dalam tubuh. Pasalnya, zat besi memiliki peran penting bagi fungsi jantung.

Pentingnya zat besi bagi jantung

Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang berasal dari Imperial College London dan University College London, Inggris. Dalam riset ini para peneliti menyatakan bahwa orang yang mengalami kekurangan zat besi berisiko lebih besar untuk alami berbagai penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika adanya penumpukan plak pada arteri koroner yang menyebabkan arteri koroner menjadi menyempit. Sehingga aliran darah tidak dapat mencapai jantung dengan baik. Penyakit jantung koroner dapat menyebabkan angina (nyeri dada) bahkan serangan jantung.

Sementara penelitian lain yang diterbitkan dalam journal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology menunjukkan bahwa kadar zat besi dalam tubuh mungkin memiliki efek perlindungan terhadap penyakit jantung.

Hasil dari penelitian tersebut melaporkan bahwa kadar zat besi yang lebih tinggi mengurangi kemungkinan perkembangan penyakit jantung koroner.

Bagaimana kekurangan zat besi bisa menimbulkan penyakit jantung?

Penelitian yang diterbitkan European Heart Journal, menemukan bahwa 73 persen orang dengan gagal jantung juga mengalami anemia akibat kurang zat besi. Maka itu, para ahli menyimpulkan bahwa kedua kondisi tersebut berkaitan.

Menurut Ezra A. Amsterdam, MD, seorang ahli kardiologi dan dosen kedokteran di University of California menjelaskan bahwa pada kasus anemia berat, jantung cenderung memompa atau berdetak lebih cepat (takikardi).

Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan jantung membesar dan akhirnya menyebabkan gagal jantung, di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah dengan baik. Gejala gagal jantung dapat termasuk penumpukan cairan, sesak napas, dan tekanan darah sangat rendah.

Dilansir dari Detik Health, dr, Dharmeizar, SpPD-KGH dari Divisi Ginjal-Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, mengatakan bahwa kekurangan zat besi bisa mengganggu kerja jantung.

Zat besi adalah komponen penting dari hemoglobin di dalam tubuh. Saat mengalami kekurangan zat besi, kadar hemoglobin di dalam tubuh rendah, padahal hemoglobin adalah bagian sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Zat besi akan memberikan hemoglobin kekuatan untuk mengikat oksigen dalam darah sehingga oksigen bisa sampai ke sel-sel tubuh yang memerlukannya. Tanpa zat besi, tubuh tidak bisa membuat hemoglobin dan memproduksi sel darah merah yang cukup. Ini menyebabkan sel-sel di dalam tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen.

Hal ini yang akhirnya membuat jantung bekerja lebih keras untuk mencukupi oksigen. Jika terjadi dalam waktu lama, maka jantung akan rusak dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

The Facts About Iron-Deficiency Anemia and Your Heart https://www.everydayhealth.com/hs/anemia/iron-deficiency-anemia/heart/

Iron deficiency may raise heart disease risk https://www.medicalnewstoday.com/articles/318383.php?sr

Sarnak, et al. 2002. Anemia as a risk factor for cardiovascular disease in the atherosclerosis risk in communities (aric) study. JACC. 40(1): 27-33. DOI: https://doi.org/10.1016/S0735-1097(02)01938-1

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Diet Keto Dapat Mengatasi dan Mencegah Penyakit Jantung?

Diet keto dipercaya bermanfaat bagi jantung dan kenyataannya memang benar. Hanya saja, diet keto perlu dilakukan dalam pengawasan dokter atau ahli gizi.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Begini Bahaya Merokok untuk Penderita Penyakit Jantung

Merokok sudah terbukti berbahaya bagi tubuh, termasuk organ jantung. Bila penderita penyakit jantung pun masih merokok, apa yang akan terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Ashraf Sinclair dan Fenomena Serangan Jantung di Usia Muda

Kabar meninggalnya Ashraf Sinclair akibat serangan jantung di usia 40 tahun membuat masyarakat semakin waspada. Mengapa fenomena ini dapat terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Mengenal Gejala Bayi Kekurangan Zat Besi dan Cara Mengatasinya

Bayi yang kekurangan zat besi dapat terganggu tumbuh kembangnya. Untuk itu, penting untuk mengetahui ciri bayi kekurangan zat besi dan cara mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Direkomendasikan untuk Anda

Apakah Seseorang yang Terkena Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

Apakah Seseorang yang Terkena Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
Segudang Manfaat yang Ditawarkan Dari Bermain Golf yang Sayang Dilewatkan

Segudang Manfaat yang Ditawarkan Dari Bermain Golf yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020