Pengobatan Alami untuk Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi kronis yang tidak bisa disembuhkan. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki riwayat darah tinggi perlu mengontrol tekanan darahnya agar terhindar dari komplikasi hipertensi. Selain menerapkan gaya hidup sehat dan mengonsumsi obat darah tinggi, banyak orang mencari alternatif lain untuk mengatasi hipertensi. Salah satunya dengan obat herbal hipertensi atau cara alami lainnya untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Lantas, benarkah ada alternatif lain yang bisa menyembuhkan hipertensi? Apa saja obat herbal atau tradisional dan cara alami yang biasa orang gunakan untuk hipertensi?

Obat herbal penurun tekanan darah tinggi yang alami

Obat herbal merupakan produk yang dibuat dari tanaman untuk mengobati penyakit tertentu atau menjaga kesehatan tubuh. Jenis obat ini umumya memiliki beragam bentuk, seperti kapsul, bubuk, cair, atau tanaman yang sudah dikeringkan dan dicincang. Cara menggunakannya pun beragam, ada yang langsung ditelan seperti pil, diminum, atau diseduh seperti teh.

Menggunakan obat-obatan herbal tersebut untuk hipertensi sebenarnya tidak dilarang. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, sebab beberapa obat herbal justru berbahaya karena bisa berinteraksi dengan obat hipertensi yang Anda konsumsi. Bahkan, beberapa obat herbal pun dapat membuat hipertensi Anda semakin parah.

Anda pun perlu ingat bahwa tidak ada satupun obat herbal yang dapat mengobati tekanan darah tinggi. Penggunaan cara alami ini hanya dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah. Bahkan, beberapa di antaranya pun memerlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan kefektifannya.

Berikut berbagai tanaman dan rempah yang bisa Anda temukan secara mudah dan digunakan di rumah untuk membantu mengontrol hipertensi:

1. Bawang putih

Bawang-putih-untuk-obat-batuk-alami

Bawang putih umumnya digunakan sebagai salah satu rempah yang wajib ada di setiap masakan. Namun ternyata, bawang putih juga bisa menjadi obat herbal untuk menurunkan darah tinggi secara alami.

Studi literatur yang dipublikasikan Pharmacognosy Review pada 2011 menunjukkan bahwa bawang putih dapat menurunkan tekanan darah, terutama tekanan darah sistolik. Penurunan tekanan darah ini umumnya terjadi pada seseorang dengan jenis hipertensi esensial atau primer.

Senyawa allicin dalam bawang putih diyakini sebagai kandungan yang berperan dalam penurunan tekanan darah tersebut. Senyawa ini bekerja dengan meningkatkan produksi oksida nitrat dalam tubuh yang dapat membuat pembuluh darah lebih rileks sehingga tekanan darah pun menurun. Selain itu, bawang putih juga diketahui dapat menurunkan kolesterol, yang merupakan salah satu faktor penyebab hipertensi.

Akan tetapi, bawang putih sebagai obat bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, terutama obat antikoagulan. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan bawang putih sebagai obat alami atau herbal untuk hipertensi.

Untuk dijadikan obat, bawang putih dapat dikonsumsi mentah atau dijadikan dalam bentuk ekstrak cair, minyak, atau bubuk. Namun, Anda pun bisa memasukkan bawang putih pada masakan Anda.

2. Kayu manis

Kayu manis sering digunakan untuk menambah rasa pada beberapa masakan. Namun ternyata, rempah jenis ini juga bisa digunakan sebagai salah satu obat hipertensi tradisional.

Sebuah studi yang dipublikasikan di journal Nutrition menyebutkan bahwa kayu manis berhubungan dengan penurunan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, pada orang dengan diabetes tipe 2. Meski demikian, kayu manis belum terbukti secara langsung dapat mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dibutuhkan untuk membuktikannya.

Seperti diketahui, diabetes memang merupakan salah satu penyebab hipertensi, terutama hipertensi sekunder. Kondisi ini bisa terjadi karena resistensi insulin pada penderita diabetes dapat menyebabkan naiknya tekanan darah.

3. Jahe

Selain untuk menghangatkan tubuh, jahe juga termasuk dalam obat herbal yang sering digunakan untuk menurunkan darah tinggi secara alami. Penelitian yang dilakukan pada hewan membuktikan bahwa jahe bisa meningkatkan sirkulasi darah dan mengendurkan otot-otot di sekitar pembuluh darah.

Zat aktif dalam jahe, yaitu saponin, flavonoid, amine, alkaloid, dan terpenoid, terbukti dapat meningkatkan relaksasi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah, pada tikus. Meski demikian, penelitan mengenai efek jahe pada tekanan darah manusia masih belum begitu banyak dan umumnya masih menggunakan dosis yang rendah. Hasil dari penelitiannya pun belum begitu meyakinkan.

Namun, dilansir dari Cleveland Clinic, salah satu manfaat jahe, yaitu menurunkan kadar kolesterol. Adapun kolesterol merupakan salah satu penyebab hipertensi.

4. Seledri

manfaat daun seledri untuk ginjal

Bahan alami lain yang dapat Anda jadikan sebagai obat herbal untuk tekanan darah tinggi adalah seledri. Tanaman hijau ini mengandung zat kimia alami yang disebut dengan phthalide.

Phthalide dapat membantu mengendurkan jaringan-jaringan yang terdapat di dinding pembuluh arteri, sehingga tekanan darah Anda dapat menurun. Selain itu, kandungan magnesium dan kalium di dalam seledri juga dapat membantu menjaga tekanan darah normal.

Oleh karena itu, mulailah tambahkan seledri dalam menu harian Anda sebagai obat herbal untuk menurunkan darah tinggi secara alami. Anda bisa membuatnya menjadi jus lalu ditambahkan dengan madu agar lebih nikmat atau ditambahkan dengan cuka yang diyakini dapat meredakan pusing, sakit kepala, dan nyeri bahu yang terkait dengan gejala hipertensi.

5. Basil

Selain bermanfaat sebagai bumbu penyedap masakan, daun basil juga merupakan obat herbal yang mengandung banyak manfaat untuk kesehatan Anda, termasuk tekanan darah tinggi .

Bumbu dapur ini bekerja menyerupai obat calcium-channel blocker, yaitu salah satu jenis obat hipertensi yang sering kali diresepkan dokter. Pasalnya, ekstrak dari daun basil mengandung eugenol, yaitu zat kimia yang dapat memblokir reaksi kalsium yang bisa menyempitkan pembuluh darah.

6. Akar kucing

Pernah dengar tanaman bernama akar kucing atau cakar kucing? Tanaman ini sering kali digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya obat alami penurun darah tinggi.

Serupa dengan daun basil, akar kucing sebagai obat darah tinggi alami dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan cara menghambat kalsium di dalam sel-sel tubuh Anda. Anda bisa menemukan obat darah tinggi alami ini dalam bentuk suplemen di apotek.

7. Kapulaga

manfaat kapulaga

Rempah lain yang dapat Anda manfaatkan sebagai obat herbal untuk penurun tekanan darah tinggi adalah kapulaga. Kapulaga biasa digunakan sebagai tambahan penyedap, terutama di Asia Selatan, seperti India. Namun, rempah ini juga mudah ditemukan dan sering digunakan di Indonesia.

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Journal of ethnopharmacology menyebutkan, kapulaga dapat menurunkan tekanan darah dengan menghambat reaksi kalsium di dalam tubuh. Serupa dengan daun basil dan akar kucing, kapulaga memunculkan reaksi pada tubuh yang sama seperti kerja obat hipertensi calcium-channel blocker.

Selain mengonsumsi bubuk kapulaga langsung sebagai obat alami hipertensi, Anda pun dapat mencampurkan kapulaga di masakan Anda. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan manfaat obat tradisional hipertensi ini secara maksimal.

Selain bahan-bahan alami di atas, beberapa makanan juga terbukti bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Makanan penurun darah tinggi ini umumnya mengandung beberapa vitamin dan mineral untuk hipertensi yang baik untuk kesehatan jantung, pembuluh darah, dan ginjal, yang pada akhirnya berpengaruh pada tekanan darah.

Cara alami menurunkan tekanan darah tinggi tanpa obat

Obat herbal dan bahan-bahan alami di atas memang bisa menjadi pilihan untuk mengontrol tekanan darah tinggi atau hipertensi. Namun, mengonsumsi obat herbal bukanlah hal utama dalam pengobatan hipertensi. Dokter tentu lebih merekomendasikan untuk menerapkan gaya hidup sehat serta mengonsumsi obat darah tinggi.

Dalam menerapkan gaya hidup sehat untuk hipertensi, ada beberapa cara alami atau terapi alternatif yang juga bisa Anda lakukan sehari-hari. Umumnya, cara alami ini dilakukan untuk membuat tubuh Anda rileks sehingga terhindar dari stres yang dapat menyebabkan hipertensi. Berikut beberapa cara alami lain untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang bisa Anda coba:

1. Meditasi

Meditasi adalah cara yang cukup efektif untuk menurunkan tingkat stres hingga bantu jaga tekanan darah tetap normal. Meditasi memiliki beragam jenis. Anda bisa mencobanya sendiri atau dengan bantuan terapis.

Salah satu jenis meditasi yang bisa Anda lakukan adalah meditasi transendental. Teknik meditasi ini dilakukan dengan cara sederhana dan mudah. Anda cukup duduk dengan nyaman dan mata tertutup selama 20 menit.

Cara ini bisa membuat pikiran Anda tenang sehingga mengurangi ketegangan pada jantung dan pembuluh darah. Bila dilakukan secara rutin dan teratur, tekanan darah Anda dapat terjaga pada level normal dan Anda pun bisa mencegah hipertensi semakin parah.

Hal ini bahkan telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Hypertension. Dalam penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa, melakukan meditasi transendental selama 20 menit sebanyak dua kali dalam sehari bisa menurunkan tekanan darah hingga 3 mmHg.

2. Yoga

yoga untuk migrain

Jika Anda mencari gaya hidup sehat lain untuk mengendalikan hipertensi, tetapi sekaligus bisa buat badan tetap bugar, yoga dapat jadi solusinya. Pasalnya, yoga merupakan olahraga yang menggabungkan postur fisik, teknik pernapasan, dan fokus.

Yoga telah terbukti dapat mengurangi tekanan darah dan denyut jantung sehingga terhindar dari komplikasi hipertensi. Namun, sebelum ikut kelas yoga atau melakukan berbagai gerakannya di rumah, pastikan dulu Anda telah konsultasi ke dokter. Pasalnya, ada beberapa gerakan yoga yang tidak dianjurkan untuk kondisi kesehatan tertentu.

3. Progressive muscle relaxation (PMR)

Metode alami lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol tekanan darah tinggi tanpa menggunakan obat, yaitu progressive muscle relaxation (PMR). Teknik ini bertujuan untuk mengurangi stres dengan cara menegangkan dan merelaksasi otot tertentu di tubuh Anda.

Untuk melakukan ini, Anda perlu merebahkan tubuh atau sekadar duduk di kursi dengan tenang selama beberapa menit. Kemudian, Anda bisa mulai dari otot wajah dulu hingga nanti akhirnya ke otot kaki. Buat otot-otot tubuh Anda menegang dan kemudian melepaskannya. Lakukan hal ini beberapa kali sampai seluruh bagian otot Anda rileks.

Cara ini dapat Anda lakukan di kantor ataupun di rumah dan baiknya dilakukan selama 15-20 menit dalam dua kali per hari.  Namun, sebaiknya Anda berhati-hati dalam melakukan PMR. Bila Anda memiliki cedera tertentu, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum melakukannya.

4. Latihan pernapasan

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam Journal of human hypertension menyebutkan bahwa mengatur napas yang baik dapat menurunkan tekanan darah seseorang.

Jika Anda mengatur pernapasan dengan baik, perlahan, dan teratur, maka tubuh akan secara otomatis merasa lebih rileks dan tenang. Pasalnya, selama itu terjadi hormon-hormon yang mengatur suasana hati akan diproduksi lebih banyak, sehingga Anda akan merasa jauh lebih nyaman dan tekanan darah pun menurun.

Cara alami ini sangat mudah dilakukan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi Anda. Pasalnya, Anda bisa melakukannya di mana pun dan kapan pun.

5. Terapi musik

musik pengantar tidur untuk cara alami menurunkan darah tinggi

Musik memang sering digunakan banyak orang untuk menenangkan diri dan menghilangkan stres. Hal tersebut pun dapat berdampak pada kesehatan tubuh, yang salah satunya adalah menjaga tekanan darah.

Oleh karena itu, terapi musik bisa menjadi salah satu obat alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Para ahli meyakini bahwa musik memiliki alunan nada yang lembut, yang dapat membuat tubuh rileks sehingga daapat mengurangi kadar kortisol, yaitu hormon stres yang dapat membuat tekanan darah naik.

6. Terapi pijat

Selain terapi musik, terapi pijat pun diyakini dapat membantu menurunkan tekanan darah. Sebuah studi yang dipublikasikan di International Journal of Preventive Medicine menemukan fakta bahwa terapi pijat dapat mengendalikan tekanan darah, terutama pada wanita yang memiliki prehipertensi.

Terapi ini pun merupakan cara alami yang aman, efektif, dan murah. Pasalnya, selain di tempat perawatan kesehatan tertentu, terapi pijat juga bisa dilakukan di rumah sambil Anda bersantai.

7. Qigong

Mungkin cara alternatif yang satu ini masih terdengar asing di telinga Anda. Namun, qigong sebenarnya sudah menjadi terapi alternatif di Cina sejak ribuan tahun lalu.

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam Jurnal Medicine menyatakan bahwa melakukan qigong bersamaan dengan mengonsumsi obat hipertensi terbukti membuat tekanan darah lebih terkendali dengan baik.

Meski terdengar asing, saat ini sudah mulai banyak tempat terapi yang menyediakan pengobatan alternatif qigong. Namun, sebelum Anda memilih tempat terapi, pastikan jika terapis yang melakukan pengobatan adalah orang yang profesional dan memiliki sertifikat.

8. Biofeedback

Selain dengan obat hipertensi yang diberikan dokter, Anda juga bisa mencoba terapi biofeedback untuk mengontrol tekanan darah tinggi Anda secara alami. Terapi ini biasanya tak hanya disarankan bagi orang hipertensi, tetapi juga orang dengan nyeri kronis, inkontinensia urin, sakit kepala, asma, dan kondisi medis lainnya.

Biofeedback merupakan teknik yang digunakan untuk Anda belajar mengendalikan beberapa fungsi tubuh, seperti detak jantung. Teknik ini menggunakan alat khusus. Oleh karena itu, biofeedback harus dilakukan oleh terapis profesional.

Selama biofeedback, Anda akan terhubung ke alat sensor listrik yang mengukur dan memantau ketegangan otot-otot tubuh. Dari pemeriksaan tersebut terapis akan mengetahui bagian tubuh mana saja yang tegang kemudian membantu Anda untuk membuatnya rileks.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Saling Berkaitan, Ini Tips Cegah Hipertensi dan Atrial Fibrilasi

Hipertensi dan atrial fibrilasi berhubungan erat terhadap kualitas kesehatan. Cari tahu langkah cerdas bagaimana cara mencegah hipertensi dan dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
alat mencegah hipertensi
Hipertensi, Kesehatan Jantung 30 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit