Bagaimana Hipertensi Bisa Sebabkan Serangan Jantung?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/05/2020
Bagikan sekarang

Tekanan darah tinggi atau hipertensi kerap disebut sebagai pembunuh diam-diam. Pasalnya, kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala hipertensi pada penderitanya, tetapi bisa menyebabkan komplikasi penyakit hingga menyebabkan kematian. Salah satu komplikasi yang mungkin timbul dari tekanan darah tinggi adalah serangan jantung. Lalu, apa hubungan antara darah tinggi dan serangan jantung dan bagaimana hipertensi bisa menyebabkan serangan jantung?

Memahami proses terjadinya serangan jantung

Jantung merupakan bagian vital di dalam tubuh yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Selayaknya organ tubuh lain, jantung memiliki otot-ototnya sendiri. Adapun semua otot pada jantung akan bekerja dengan baik bila memiliki suplai oksigen yang cukup, cadangan energi dan nutrisi, serta cara pembuangan racun dan kotoran berbahaya dari dalam tubuh dengan baik. 

Ketika salah satu dari hal tersebut terganggu, jantung bisa rusak dan kehilangan kemampuan memompa darah ke seluruh tubuh secara efektif. Saat ini terjadi, seseorang bisa mengalami masalah pada jantung, yang salah satunya adalah serangan jantung.

Serangan jantung (infark miokard) adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat. Hambatan ini biasanya diakibatkan oleh penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lainnya yang membentuk plak di dinding pembuluh darah arteri koroner (jantung). Adapun arteri koroner ini berfungsi menyediakan suplai darah dan oksigen untuk otot jantung. 

Plak yang terbentuk di dinding arteri koroner dapat mengeras dan pecah, yang kemudian terbentuk gumpalan. Gumpalan ini dapat menjadi sumbatan yang menyebabkan aliran darah di arteri koroner menjadi terganggu. Jika kondisi ini dibiarkan, ujung-ujungnya dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung.

Serangan jantung merupakan kondisi medis darurat. Kondisi ini bisa mengancam nyawa bila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, seseorang yang terkena serangan jantung perlu segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagaimana hipertensi bisa menyebabkan serangan jantung?

Tekanan darah tinggi dan serangan jantung sangat berhubungan. Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi ketika aliran darah mendorong dinding pembuluh darah (arteri) dengan sangat kuat. Kondisi ini memaksa pembuluh darah untuk terus meregang dan membuat jantung kesulitan memompa darah.

Lambat laun, tekanan ini dapat merusak dinding arteri koroner sehingga lebih mudah terbentuk plak. Dengan menumpuknya plak, arteri koroner menjadi lebih sempit sehingga aliran darah di dalamnya menjadi terganggu. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis.

Gumpalan darah juga cenderung lebih mudah terjadi ketika pembuluh darah arteri koroner mengeras akibat plak. Ketika pembuluh darah arteri koroner tersumbat oleh gumpalan darah, aliran darah ke otot-otot jantung akan terganggu. Akibatnya, otot jantung tidak bisa mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup. Ketika ini terjadi, jaringan otot jantung akan mulai rusak dan bahkan mati perlahan sehingga menyebabkan serangan jantung.

Gejala serangan jantung dan tekanan darah tinggi yang harus diwaspadai

Saat serangan jantung terjadi, umumnya seseorang akan merasakan beberapa gejala. Namun, gejala serangan jantung bisa bervariasi dari satu orang dengan yang lain. Tingkat keparahannya pun bisa berbeda-beda. Ada yang merasakan gejala ringan, tetapi ada juga yang sangat parah.

Beberapa kasus serangan jantung terjadi spontan. Namun untungnya, kebanyakan serangan jantung lebih dulu diawali dengan gejala-gejala khas yang bisa mulai tampak beberapa jam, hari, atau berminggu-minggu sebelum serangannya muncul.

Bila Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi, sebaiknya Anda mengenali gejala dan tanda serangan jantung. Dengan demikian, Anda bisa segera mencari pertolongan pertama begitu kondisi ini menimpa Anda. Berikut gejala yang mungkin terjadi bila hipertensi yang Anda miliki menyebabkan serangan jantung:

  • Dada terasa seperti tertekan, nyeri, atau sensasi seperti diremas.
  • Nyeri yang menjalar umunya seperti menembus ke belakang punggung dan/atau ke lengan dan tangan kiri.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di salah satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.
  • Sesak napas
  • Pusing mendadak
  • Mual
  • Muncul keringat dingin
  • Gangguan pencernaan, mulas, atau sakit perut
  • Sakit kepala

Selain gejala-gejala yang terjadi secara mendadak, Anda pun perlu mewaspadai nyeri dada yang kambuhan atau terjadi berulang kali, yang seringnya dipicu oleh kelelahan, tetapi cepat membaik setelah beristirahat.

Jika curiga Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, segeralah cari bantuan medis. Bahkan, jika Anda tidak benar-benar yakin itu adalah gejala serangan jantung, Anda pun harus tetap mencari pertolongan medis untuk memastikannya. 

Bagaimana mencegah serangan jantung karena hipertensi?

Untuk mencegah terjadinya serangan jantung akibat hipertensi, Anda tentu harus bisa mengontrol tekanan darah Anda. Hal ini perlu dilakukan secara rutin dengan komitmen penuh agar tekanan darah Anda terjaga pada tingkat yang normal, sehingga hipertensi yang Anda miliki tidak menyebabkan komplikasi hipertensi, termasuk serangan jantung. Berikut adalah cara-caranya:

1. Minum obat sesuai resep dokter

Salah satu cara untuk mengontrol tekanan darah adalah minum obat darah tinggi yang diresepkan dokter. Agar tekanan darah Anda dapat terkontrol secara efektif, Anda perlu minum obat tersebut sesuai dengan dosis dan ketentuan yang dokter berikan.

Jangan mengurangi atau menambah dosis, melewatkan, mengganti, atau menghentikan minum obat tanpa sepengetahuan dokter. Hal ini justru akan berbahaya untuk tubuh Anda.

2. Ubah gaya hidup

Selain minum obat dari dokter secara rutin, Anda pun perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat sesuai dengan kondisi Anda. Hal ini dapat membantu menurunkan tekanan darah lebih cepat dan mencegah tekanan darah semakin naik.

Dengan demikian, Anda terhindar dari hipertensi yang kambuh, yang dapat menyebabkan serangan jantung. Berikut gaya hidup yang perlu Anda terapkan:

  • Kontrol berat badan Anda. Bahkan penurunan 5% berat tubuh Anda sangat bermanfaat bagi tekanan darah.
  • Hindari makanan yang tinggi natrium (garam) dan lemak.
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, serta makanan rendah lemak dan kolesterol.
  • Perbanyak aktivitas fisik, termasuk olahraga.
  • Kurangi konsumsi alkohol.
  • Berhenti merokok.
  • Mengurangi stres.

3. Rutin cek tekanan darah

American Heart Association (AHA) menyebut, Anda harus rutin melakukan cek tekanan darah bila didiagnosa memiliki hipertensi. Hal ini dapat membantu Anda mendeteksi perkembangan kesehatan Anda serta melihat apakah ada perubahan pada tekanan darah Anda setelah minum obat atau mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Tanyakan pada dokter seberapa sering pengukuran tekanan darah harus dilakukan dan apakah Anda harus membeli tensimeter untuk melakukan cek tekanan darah di rumah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Senam termasuk olahraga yang disarankan untuk penderita hipertensi. Yuk, ketahui apa saja manfaat dan jenis senam untuk hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Apa saja makanan, minuman, dan kebiasaan buruk yang harus menjadi pantangan bagi penderita darah tinggi? Simak penjelasan lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro

Direkomendasikan untuk Anda

gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
penyakit jantung boleh puasa

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020