3 Pantangan Makanan dan Minuman Saat Trombosit Turun Akibat DBD

    3 Pantangan Makanan dan Minuman Saat Trombosit Turun Akibat DBD

    Salah satu kondisi yang terjadi saat demam berdarah adalah jumlah trombosit yang turun. Jika terus-menerus turun akan mengancam jiwa pasien DBD. Nah, agar trombosit tak turun dan malah naik, ada beberapa pantangan makanan yang mesti dipatuhi saat mengalami DBD.

    Jika kekurangan asupan nutrisi, pembentukan dan peran trombosit tidak bekerja optimal. Lantas, apa peran trombosit dan pantangan makanan dan minuman apa saja yang harus dilakukan saat DBD? Ketahui penjelasannya berikut ini.

    Peran penting trombosit dalam sistem imunitas tubuh

    Trombosit atau keping darah membantu tubuh untuk menghentikan pendarahan. Bila pembuluh darah rusak, trombosit langsung bekerja membentuk sumbatan untuk memperbaiki kerusakan.

    Di samping itu, trombosit menjadi respon pertama sistem kekebalan tubuh terhadap virus, bakteri, atau alergen yang masuk ke dalam aliran darah. Trombosit akan mengaktifkan sinyal yang mendeteksi adanya kompleks imun yang terbentuk akibat reaksi antibodi terhadap infeksi ulang oleh kuman.

    Jumlah trombosit normal pada orang dewasa mencapai 150.000-450.000 di dalam darah. Pada orang yang DBD, jumlah trombosit bisa lebih rendah dari batas bawah jumlah normal.

    Jumlah trombosit yang rendah bisa membuat pasien DBD mengalami gejala seperti mimisan, mudah memar, perdarahan, berdarah saat menyikat gigi, dan bintik-bintik merah.

    Oleh karenanya, ada pantangan makanan dan minuman yang perlu dilakukan Anda saat DBD, sehingga daya tahan tubuh dapat pulih secara optimal.

    Deretan pantangan makanan dan minuman saat DBD

    Setelah mengetahui betapa pentingnya trombosit, kini Anda perlu tahu makanan dan minuman apa saja yang menjadi pantangan saat DBD.

    1. Makanan dan minuman manis

    Makanan mengandung tinggi gula adalah pantangan saat DBD melanda. Ini disebabkan gula dalam makanan manis membatasi peran sistem kekebalan tubuh untuk melindungi tubuh dari bakteri. Ketika sistem kekebalan tubuh terganggu, maka pemulihan DBD juga berangsur lama.

    Misalnya, minuman bersoda, minuman kaleng, kue manis, biskuit, cake, dan lainnya. Konsumsi asupan manis bisa meningkatkan peradangan dan membuat tubuh lebih lesu karena sistem imunitas yang tidak bereaksi optimal.

    Saat DBD, Anda bisa mengonsumsi asupan manis seperti jambu biji (guava) dalam bentuk buah atau jus. Jambu biji merupakan sumber vitamin C yang berperan penting meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C berperan dalam melawan virus dan bakteri penyebab infeksi. Anda bisa rutin mengonsumsinya untuk membantu proses pemulihan saat DBD.

    2. Alkohol

    Tidak hanya makanan, tetapi minuman yang mengandung alkohol salah satu pantangan saat DBD. Alkohol memberi efek penurunan trombosit di dalam darah dengan menghambat produksinya pada sumsum tulang belakang.

    Diketahui sebelumnya trombosit bekerja dengan menggumpalkan darah dengan memberikan sumbatan saat adanya pembuluh darah yang cedera. Namun, alkohol bisa membuat fungsi trombosit terganggu, sehingga gagal melakukan tugasnya dalam membekukan darah.

    Alkohol tidak hanya memberikan dampak penurunan trombosit, tetapi juga memicu dehidrasi. Jangan lupa untuk minum banyak air putih selama masa pemulihan DBD untuk menjaga kestabilan cairan tubuh.

    3. Makanan berlemak

    Makanan yang berlemak, termasuk berminyak, merupakan hal yang harus dihindari saat DBD. Makanan yang berlemak dan berminyak dapat meningkatkan kadar kolestrol dalam darah.

    Tingginya kolesterol memengaruhi kelancaran trombosit dalam darah untuk menjalankan fungsinya melindungi tubuh. Maka itu, hindari makanan yang digoreng dan daging berlemak. Konsumsilah protein yang lebih sehat, misalnya ayam atau daging sapi tanpa lemak untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    How to increase platelet count naturally: Foods to eat and avoid. (n.d.). Retrieved February 25, 2020, from www.medicalnewstoday.com website: https://www.medicalnewstoday.com/articles/322937#foods-to-avoid

    Dengue Diet: What to Eat & What Not to Eat? Retrieved February 25, 2020, from ePainAssist website: https://www.epainassist.com/diet-and-nutrition/dengue-diet

    What Are Platelets? –  Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center. (2019). Retrieved February 25, 2020, from Rochester.edu website: https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=160&ContentID=36

    Unexpected role of platelets in immune response. (n.d.). Retrieved February 25, 2020, from ScienceDaily website: https://www.sciencedaily.com/releases/2018/02/180201115733.htm

    What are Platelets and Why They are Important: Johns Hopkins Women’s Cardiovascular Health Center. (2017, November 3). Retrieved February 25, 2020, from Hopkinsmedicine.org website: https://www.hopkinsmedicine.org/heart_vascular_institute/centers_excellence/womens_cardiovascular_health_center/patient_information/health_topics/platelets.html

    Does Alcohol Thin Your Blood? Short- and Long-Term Effects. (n.d.). Retrieved February 25, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/health/does-alcohol-thin-your-blood#why-it-happens

    8 Health Benefits of Guava Fruit and Leaves. (n.d.). Retrieved February 25, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/nutrition/8-benefits-of-guavas#section7

    Berlin, E., Shapiro, S. G., & Kliman, P. G. (1987). Influence of saturated and unsaturated fats on platelet fatty acids in cholesterol-fed rabbits. Atherosclerosis, 63(1), 85–96. https://doi.org/10.1016/0021-9150(87)90085-2

    6 Immune System Busters & Boosters. Retrieved February 25, 2020, from WebMD website: https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/10-immune-system-busters-boosters#1

    Low platelet count (thrombocytopenia): Causes, treatment, and more. (n.d.). Retrieved February 25, 2020, from www.medicalnewstoday.com website: https://www.medicalnewstoday.com/articles/314123

    Shaik-Dasthagirisaheb, Y. B., Varvara, G., Murmura, G., Saggini, A., Caraffa, A., Antinolfi, P., … Pandolfi, F. (2013). Role of vitamins D, E and C in immunity and inflammation. Journal of Biological Regulators and Homeostatic Agents, 27(2), 291–295. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23830380

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui Jul 08, 2020
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto