3 Makanan yang Bisa Mempercepat Penyembuhan Demam Berdarah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Di negara tropis seperti Indonesia, demam berdarah (DBD) masih menjadi momok yang menakutkan. Indonesia masih tercatat sebagai negara nomor satu di Asia Tenggara terkait kasus demam berdarah. Sedangkan di dunia, Indonesia menempati peringkat dua setelah Brasil. Jangan biarkan demam berdarah menjadi komplikasi lanjut. Jika ditangani dengan benar, penyakit ini bisa disembuhkan.

Apa yang akan terjadi ketika seseorang mengalami demam berdarah?

Ketika seseorang terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti, pada saat itulah nyamuk kemungkinan menginfeksi dengan virus dengue yang hidup di dalam tubuh nyamuk. Sekitar empat atau enam hari setelah terinfeksi, kemungkinan akan timbul gejala DBD, yaitu demam tinggi, sakit di belakang mata, mual, muntah, nyeri sendi, kelelahan, dan munculnya ruam kulit pada dua hingga lima hari setelah demam.

Gejala ini biasanya terjadi selama sepuluh hari. Bahkan mungkin saja terjadi perdarahan ringan, seperti pada gusi, hidung, dan mudah timbul memar di tubuh. Gejala-gejala tersebut dapat berkembang menjadi serius yang menyebabkan kerusakan pada kelenjar getah bening dan pembuluh darah, pembesaran hati, kegagalan sistem sirkulasi, perdarahan berat hingga kematian.

Makanan apa yang bisa mempercepat penyembuhan DBD?

Jika saran pengobatan dari dokter dijalani secara benar, maka biasanya gejala demam berdarah akan mulai menunjukkan tanda-tanda pulih dalam waktu 3-5 hari, kemudian sembuh total dalam waktu kurang dari dua minggu.

Sebagian besar orang akan merasakan lelah ketika baru saja pulih dari DBD, namun hal ini wajar dan sifatnya hanya sementara. Bahkan ada beberapa orang yang butuh waktu sampai satu setengah bulan sampai kondisinya benar-benar fit.

Selain mengikuti pengobatan yang diberikan dokter, ada beberapa makanan yang bisa membantu mempercepat tubuh Anda pulih dari demam berdarah.

1. Jambu biji

Jambu biji bisa menjadi pilihan pertama Anda. Menurut sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Natural Medicines jambu biji mampu merangsang pembentukan platelet atau trombosit darah baru. Jambu biji juga kaya akan quercetin, yaitu senyawa kimia alami yang bisa ditemukan dalam berbagai jenis buah dan sayur.

Quercetin dapat menekan pembentukan mRNA virus yang merupakan materi genetik penting untuk kelangsungan hidup virus. Jika virus tidak memiliki cukup mRNA, virus tidak dapat berfungsi dengan baik. Ini akan mengakibatkan virus sulit untuk berkembang dan selanjutnya pertambahan jumlah virus di dalam tubuh dapat ditekan. Jadi tidak mengherankan jika mengonsumsi jambu biji dalam bentuk buah utuh atau jus bisa mempercepat penyembuhan demam dengue.

Agar Anda cepat sembuh dari DBD, Anda juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda dengan mengonsumsi cukup asupan vitamin seperti vitamin C. Vitamin C bisa bantu meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu proses pemulihan.

Seperti yang dilansir dari situs kesehatan Medical News Today jambu biji mengandung vitamin C sebesar 377 mg empat kali lebih banyak dibandingkan jeruk.

2. Daun pepaya

Selain jambu biji, Anda juga bisa mencoba daun pepaya untuk meningkatkan trombosit. Sebuah penelitian membuktikan bahwa ekstrak daun pepaya memiliki sifat menstabilkan membran dan melindungi sel darah dari kerusakan akibat stres yang dialami oleh pasien demam dengue. Oleh karena itu, ekstrak daun pepaya ini mungkin saja dapat bermanfaat bagi pasien DBD dalam mencegah kekurangan atau kehabisan trombosit.

3. Buah kurma

Kandungan gula alami, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa,pada kurma terbukti mampu mengembalikan energi tubuh Anda yang masih lemas atau lemah pasca mengalami demam dengue. Tidak hanya itu, zat besi pada kurma secara alami juga dapat menambah jumlah trombosit dalam tubuh. Ditambah lagi, kandungan asam amino dan serat pada kurma juga mampu melancarkan pencernaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Vitamin C Bisa Membuat Warna Kulit Lebih Cerah?

Banyak orang menjalani suntik vitamin C dan memakai produk berbahan vitamin C untuk memutihkan kulit. Tapi apa benar vitamin C bisa mencerahkan kulit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Trombositopenia

Trombositopenia adalah kondisi saat jumlah trombosit dalam darah terlalu rendah. Pada kasus berat, turunnya jumlah trombosit bisa sebabkan perdarahan hebat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 22 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Penyebab Trombosit Turun dan Cara Menaikkan Jumlahnya Normal Kembali

Tak hanya DBD, penyakit autoimun juga bisa jadi penyebab trombosit Anda turun. Lantas, bagaimana cara menaikkan jumlah trombosit?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

Ada banyak vitamin anak yang dijual di pasaran. Namun, perlukah pemberian vitamin untuk anak? Seberapa penting vitamin untuk kesehatan si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin untuk otak

Daftar Nutrisi dan Vitamin yang Bisa Bantu Menjaga Kesehatan Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
minum vitamin pagi atau malam

Lebih Baik Minum Vitamin Pagi Hari atau Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gambar apa itu suntik putih

Benarkah Suntik Putih Ampuh dan Aman untuk Mencerahkan Kulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
proses metabolisme tubuh

Metabolisme pada Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tamara Alessia
Dipublikasikan tanggal: 6 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit