5 Hal di Tubuh yang Juga Harus Rutin Anda Pantau, Selain Berat Badan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Rasanya hampir setiap orang pernah mengukur tinggi dan berat badannya, semata-mata untuk tahu apakah sudah ideal atau belum. Padahal, masih banyak ukuran tubuh lainnya yang tak kalah penting dan harus rutin Anda pantau, lho. Apa saja, ya? Simak ulasannya berikut ini.

Berbagai macam ukuran tubuh yang harus Anda pantau dengan rutin

1. Lingkar pinggang

Lingkar pinggang adalah salah satu ukuran tubuh yang harus rutin Anda pantau. Pasalnya, semakin besar ukuran lingkar pinggang Anda, semakin besar pula risiko berbagai penyakit serius, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung. Ini karena pinggang menyimpan lemak perut (lemak viseral) yang memproduksi banyak racun berbahaya.

Cara mengukur lingkar pinggang sebenarnya sederhana, dan bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Ambil meteran pengukur yang fleksibel dan lepaskan dulu baju atasan Anda sebelum mulai mengukurnya, agar pita meteran bisa bersentuhan langsung dengan perut Anda. Dengan begitu, hasil pengukurannya akan lebih akurat. Berdirilah dengan mantap saat mengukur. Bisa juga meminta bantuan orang lain.

International Diabetes Federation menetapkan ukuran lingkar pinggang yang sehat untuk wanita adalah kurang dari 80-89 cm, dan pria kurang dari 90 cm. Akan tetapi, ukuran tubuh ini juga perlu mempertimbangkan berat badan Anda. Jika berat badan Anda normal namun lingkar pinggang besar, maka Anda tetap berisiko lebih tinggi untuk terserang berbagai penyakit kronis dibandingkan dengan orang yang memiliki lingkar pinggang normal.

2. Rasio lingkar pinggang dan lingkar panggul

Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP) adalah angka yang didapat setelah membandingkan ukuran lingkar pinggang dengan lingkar panggul Anda. Angka tersebut juga bisa digunakan untuk memprediksi risiko kesehatan Anda.

Setelah Anda mengetahui berapa ukuran lingkar pinggang Anda, kini cobalah ukur lingkar panggul Anda. Setelahnya, lakukan pembagian pada kedua hasilnya.

3. Tekanan darah

Ukuran tubuh lainnya yang tidak kalah penting untuk Anda pantau adalah tekanan darah. Tekanan darah tinggi bisa menandakan hipertensi atau kecenderungan prehipertensi. Tekanan darah tinggi yang terus dibiarkan dapat berujung komplikasi berbahaya, seperti penyakit jantung atau stroke.

Cek tekanan darah idealnya dilakukan oleh tenaga ahli di fasilitas kesehatan, misalnya apotek, puskemas, klinik, atau rumah sakit. Namun, Anda juga bisa melakukannya sendiri di rumah asalkan memiliki alat pengukur tekanan darah manual yaitu monitor tekanan darah digital (sphygmomanometer).

Dilansir dari laman Mayo Clinic, Anda dianjurkan untuk cek tekanan darah setidaknya dua kali setahun untuk mengetahui seberapa besar risiko Anda terhadap hipertensi dan komplikasinya. Anda dikatakan memiliki hipertensi bila hasil bacaan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg, sementara prehipertensi berada di antara 120-139 (tekanan sistolik) dan 80-96 (tekanan diastolik).

4. Lemak tubuh

Berapa banyak lemak yang tubuh Anda simpan juga harus selalu dipantau. Lemak memang diperlukan untuk melindungi berbagai organ vital tubuh, sebagai cadangan energi, dan membentuk sel-sel tubuh. Namun, lemak yang menumpuk meningkatkan risiko Anda terhadap berbagai masalah kesehatan kronis, mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga obesitas.

Anda bisa melakukan pengukuran lemak tubuh di tempat fitness maupun di pelayanan kesehatan, dengan beberapa cara di antaranya menggunakan alat bioelectrical impedance analysis (BIA); dan alat penjepit khusus yang biasa disebut kaliper.

5. Cek kolesterol

Mengukur kolesterol dilakukan dengan tes darah, yang bertujuan untuk mengetahui kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah Anda. Tes kolesterol lengkap biasanya disebut sebagai panel lipid atau profil lipid, tes ini mencakup perhitungan empat jenis lemak dalam darah Anda: total kolesterol, kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan trigliserida.

Tes kolesterol bisa membantu menurunkan risiko terjadinya penumpukan plak di dalam arteri yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis).

Cek kolesterol adalah hal yang penting dilakukan, tapi sayangnya sering diabaikan. Padahal, kolesterol tinggi biasanya tidak menunjukkan tanda atau gejala yang khas. Itu sebabnya Anda dianjurkan untuk rutin cek kolesterol setiap lima tahun sekali untuk setiap orang yang berusia diatas 20 tahun.

Kadar kolesterol total yang baik dalam darah untuk orang dewasa adalah kurang dari 200 mg/dl. Jika kadarnya melebihi 240 mg/dl, sudaj bisa dibilang kolesterol tinggi. Penting untuk mengetahui kadar kolesterol yang ada dalam tubuh Anda sehingga penyakit yang berhubungan dengan kolesterol tinggi bisa dicegah sejak dini.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 2, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 23, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca