Berapa Kadar Lemak Tubuh yang Masih Dianggap Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama ini, yang Anda perhatikan mungkin hanya berat badan. Berat badan yang berlebihan bisa meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung. Padahal, sebenarnya ada yang lebih penting Anda perhatikan dibandingkan hanya berat badan, yaitu kadar lemak tubuh. Mengapa penting?

Apa itu lemak tubuh?

Lemak merupakan salah satu komposisi yang menyusun tubuh Anda. Komposisi lemak dalam tubuh menyumbang nilai pada berat badan Anda, selain tulang, otot, jaringan, dan organ. Terdapat dua jenis lemak yang ada dalam tubuh, yaitu lemak esensial dan lemak nonesensial.

Lemak esensial merupakan jumlah minimal lemak yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan fungsi normalnya. Seperti untuk menjaga suhu tubuh, menyerap vitamin A, D, E, dan K, sebagai bantalan pada organ dan jaringan, menjaga kesehatan kulit dan rambut, serta masih banyak lagi.

Jumlah lemak esensial yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan fungsinya tersebut kira-kira sekitar 3-12% dari total kalori yang diperlukan tubuh. Nah, jumlah lemak berlebih yang tidak diperlukan tubuh (selain lemak esensial) disebut dengan lemak nonesensial.

Berapa kadar lemak tubuh yang normal?

Lemak memang dibutuhkan tubuh, namun terlalu banyak lemak dalam tubuh juga tidak baik untuk kesehatan. Menurut The American Council on Exercise, kadar lemak tubuh yang baik adalah:

Wanita dengan persen lemak tubuh di atas 32% dan pria dengan persen lemak tubuh di atas 26%, artinya memiliki kadar lemak yang berlebihan dan bisa dikategorikan sebagai obesitas.

Mengapa penting menjaga kadar lemak tubuh tetap normal?

Penumpukan lemak yang terus-menerus terjadi dalam tubuh dapat membuat seseorang menjadi obesitas. Tapi jangan salah, Anda yang bertubuh kecil belum tentu mempunyai persen lemak normal, bisa jadi Anda mempunyai persen lemak yang hampir tidak normal. Sementara, Anda yang bertubuh besar juga belum tentu memiliki persen lemak yang besar.

Kadar lemak yang berlebihan bisa meningkatkan berbagai risiko penyakit terkait obesitas, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Sehingga, penting bagi Anda untuk tetap menjaga kadar lemak tetap dalam batas normal agar Anda terhindar dari penyakit tersebut.

Untuk mengetahui berapa kadar lemak yang Anda miliki, Anda bisa mengukurnya dengan alat yang bernama bioelectrical impedance analysis (BIA) atau dengan metode skinfold. Sebaiknya kunjungi dokter jika ingin mengetahui berapa persen lemak tubuh yang Anda miliki.

Mengukur kadar lemak tubuh mungkin merupakan hal yang sangat berguna bagi Anda yang sedang menurunkan berat badan. Sehingga, Anda menjadi tahu bahwa yang berkurang dari tubuh Anda adalah berat lemak, bukan hanya berat air.

Bagi Anda yang sedang mengembangkan massa otot mungkin juga penting mengetahui kadar lemak dalam tubuh. Hal ini berguna untuk mengetahui bahwa yang bertambah dalam tubuh Anda adalah massa otot bukan massa lemak.

cara operasi biaya sedot lemak

Pengukuran kadar lemak menjadi indikator yang baik untuk kesehatan

Persentase kadar lemak tubuh bisa menjadi indikator untuk melihat status kesehatan secara keseluruhan yang lebih baik, dibandingkan dengan hanya mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT). Hal ini pun telah banyak dibuktikan dalam penelitian.

Salah satunya adalah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition. Penelitian ini menunjukkan bahwa persentase lemak tubuh merupakan indikator yang lebih baik untuk menunjukkan risiko penyakit terkait obesitas dibandingkan IMT.

Penelitian lain yang diterbitkan oleh jurnal Sports Health juga turut menguatkan penelitian tersebut. Penelitian ini melaporkan bahwa pengukuran persentase lemak tubuh lebih akurat dalam menunjukkan seseorang tergolong obesitas atau tidak, dibandingkan IMT.

Hal ini karena pengukuran lemak tubuh dapat menunjukkan hasil yang lebih spesifik untuk mengetahui kadar lemak sebenarnya dalam tubuh Anda. Sedangkan, IMT hanya mengukur berat badan secara umum.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit