Berapa Idealnya Tinggi Badan Pada Orang Dewasa? (Plus Cara Tepat Mengukurnya)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama ini Anda mungkin sudah berusaha keras mengendalikan berat badan dengan menimbang secara rutin. Namun, sudahkah Anda memperhatikan tinggi badan Anda? Ya, panjang badan dari ujung kaki ke ujung kepala turut berperan penting untuk menentukan apakah berat badan Anda sudah ideal atau belum, lho! Bahkan, bisa jadi Anda tidak sadar bahwa selama ini tinggi badan Anda masih kurang dan tidak sesuai dengan usia Anda saat ini.

Berapa idealnya tinggi badan orang dewasa?

punya badan tinggi

Jika diperhatikan, tinggi badan orang dewasa di Indonesia tentu tidak sama dengan orang asal Amerika Serikat. Ya, orang Indonesia cenderung mempunyai tubuh yang lebih pendek daripada orang Amerika. Hal ini menunjukkan bahwa ras dan keturunan adalah satu dari beberapa faktor yang memengaruhi tinggi atau pendeknya tubuh seseorang.

Menurut sebuah studi pada anak kembar dalam jurnal Nature Genetics tahun 2015, sebanyak 60-80 persen perbedaan tinggi pada setiap orang ditentukan oleh faktor keturunan. Sementara sisanya, yaitu 20-40 persen ditentukan oleh asupan nutrisi dan faktor lingkungan lainnya.

Bukan cuma berat badan saja, pengukuran panjang badan juga penting untuk mendeteksi risiko penyakit, lho! Para ahli menemukan bahwa orang dewasa yang tubuhnya pendek (kurang dari 160 cm) berisiko tinggi terkena penyakit jantung dan kardiovaskular, daripada orang dewasa yang lebih tinggi. Lalu, berapa idealnya tinggi badan orang dewasa di Indonesia?

Dilansir dari Angka Kecukupan Gizi milik Kementerian Kesehatan RI, tinggi badan ideal untuk pria di Indonesia usia 19-64 tahun adalah 168 cm. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa angka ini ideal untuk pria dengan status gizi normal dan berat badan sekitar 60-62 kg.

Sementara itu, tinggi badan ideal untuk wanita di Indonesia usia 19-64 tahun adalah 159 cm. Lagi-lagi dengan catatan, angka ini ideal untuk wanita dengan status gizi normal dan berat badan sekitar 54-55 kg.

Namun bagaimanapun, tinggi yang ideal tetap saja ditentukan oleh berat badan Anda. Begitu juga sebaliknya, berat badan ideal juga dipengaruhi oleh tinggi badan. Nah, untuk mengetahui ideal atau tidaknya berat badan, Anda bisa menghitungnya dengan menggunakan kalkulator BMI atau pada tautan berikut bit.ly/indeksmassatubuh.

Cara mengukur tinggi badan dengan tepat di rumah

tinggi badan berhenti

Mengukur tinggi badan di rumah memang susah-susah gampang. Salah teknik sedikit saja, hasil pengukurannya bisa meleset dan tidak akurat. Hasilnya malah membuat Anda terlihat lebih tinggi atau lebih pendek dari yang seharusnya.

Tenang, Anda bisa meminta bantuan saudara atau keluarga untuk membantu mengukur tinggi badan Anda. Supaya lebih mudah, gunakan microtoise atau alat pengukur tinggi yang dipaku di tembok agar hasilnya akurat.

Cara mengukur tinggi badan yang tepat adalah sebagai berikut.

  1. Berdiri dengan tegak membelakangi tembok vertikal yang lurus dan tidak terhalang oleh benda apa pun. Pastikan juga lantainya datar dan keras.
  2. Lepas alas kaki, topi, ikat rambut, kepang rambut, atau aksesoris lainnya yang bisa mengganggu pengukuran. Benda-benda tersebut akan menghalangi kepala Anda menempel pada tembok.
  3. Pastikan bagian kepala, pundak, bokong, dan tumit Anda menempel pada permukaan tembok. Ini akan membantu Anda berdiri dengan tegak dan lurus.
  4. Pandangan lurus ke depan.
  5. Mintalah teman atau saudara Anda untuk menarik microtoise hingga menyentuh rambut dan pas mengenai kepala. Kalau tidak punya, Anda bisa meletakkan penggaris ke atas kepala dengan lurus, lalu berikan tanda pada tembok menggunakan spidol. Ukur tinggi badan dari permukaan lantai sampai ke tanda di tembok menggunakan meteran atau pita ukur.
  6. Catat hasil pengukuran.

Memasuki usia 18-20 tahun, penambahan tinggi pada tubuh akan berhenti dan juga bisa menurun. Hal ini disebabkan karena lempeng pertumbuhan pada tulang sudah menutup sehingga badan tidak bisa lagi bertambah tinggi.

Namun tenang dulu. Anda sebetulnya masih bisa memaksimalkan pertumbuhan tinggi Anda dengan makan makanan yang mengandung vitamin dan mineral sejak kecil sampai remaja. Terutama makanan yang mengandung tinggi vitamin D, kalsium, dan protein.

Vitamin D dan kalsium berperan penting untuk memaksimalkan pertumbuhan gigi dan tulang. Sedangkan makanan sumber protein seperti daging, telur, dan kacang-kacangan juga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Mengetahui Umur Tulang Anda?

Mengetahui umur tulang bisa membantu Anda mendiagnosis penyakit tertentu dan mengobatinya sebelum terlambat. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 13 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Inilah Fungsi 4 Hormon Penting untuk Manusia Bertahan Hidup

Anda mungkin sudah tahu kalau hormon yang tak seimbang bisa menimbulkan masalah kesehatan. Tapi, tahukah Anda apa saja fungsi hormon esensial dalam tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Tahukah Anda bahwa banyak serangan jantung terjadi di hari Senin pagi? Simak berbagai fakta jantung lainnya yang mungkin belum Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
payudara sakit tanda hamil

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gemetar setelah minum kopi

Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
viagra

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit