home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

10 Fakta Menarik Seputar Tinggi Badan Manusia

10 Fakta Menarik Seputar Tinggi Badan Manusia

Tinggi badan merupakan salah satu tolak ukur seberapa baik pertumbuhan tubuh manusia, terutama untuk anak-anak.

Beberapa faktor dapat memengaruhi tinggi badan seseorang, sebagian besarnya ditentukan oleh faktor genetik atau keturunan. Faktor eksternal seperti nutrisi dan kebiasaan berolahraga juga dapat memengaruhi tinggi badan.

Namun, ternyata tinggi badan juga bisa menyusut di usia-usia tertentu. Bagaimana bisa? Untuk lebih jelasnya, ketahui fakta unik mengenai tinggi badan manusia dalam ulasan berikut.

Beragam fakta tentang tinggi badan manusia

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang tinggi badan manusia yang perlu Anda ketahui.

1. Manusia tumbuh sangat cepat saat bayi

Tinggi badan manusia saat bayi

Fakta pertama adalah pertambahan tinggi badan manusia sangat pesat di tahun pertama kehidupan mereka, tepatnya saat bayi. Tak heran, orangtua terus membeli baju baru setiap bulannya.

Bayi tumbuh sekitar 25 cm dari lahir hingga berumur 1 tahun. Tinggi badan anak selanjutnya terus meningkat hingga remaja.

Pertambahan tinggi perempuan biasanya mulai melambat 2-3 tahun setelah menstruasi pertama. Beberapa laki-laki akan terus bertambah tinggi hingga 18 tahun, ada juga yang terus tumbuh hingga menginjak usia pertengahan 20.

Dalam masa pertumbuhan dari bayi hingga remaja, panjang tulang manusia akan bertambah setiap malamnya. Bertambahnya tinggi badan saat tidur disebabkan oleh hormon pertumbuhan yang terlepas ketika tidur.

Jadi, pastikan anak Anda tidur dengan tenang sepanjang malam karena akan membantu mereka tumbuh maksimal.

2. Tinggi badan manusia berubah-ubah

Tidak hanya berat badan yang bisa naik-turun, tapi tinggi badan juga bisa berubah, bahkan hanya berselang antara pagi dan malam.

Meskipun pertumbuhan tulang terjadi di malam hari, ternyata keseluruhan tinggi tubuh manusia lebih pendek di malam hari dibandingkan di pagi hari.

Jadi, Anda memiliki tubuh tertinggi di pagi hari ketika Anda bangun tidur, tapi pada malam hari tubuh Anda akan berkurang 1 cm.

Saat beraktivitas dari pagi hingga sore hari, cakram tulang belakang akan menopang struktur tulang punggung sehingga tulang menjadi tegak sepanjang hari. Ketika Anda tidur, tulang belakang melemas sehingga tubuh menjadi lebih pendek di malam hari.

3. Gen tidak selalu mempengaruhi tinggi badan

anak pemberani

Melansir National Institute of Health, faktor genetik menentukan 80 persen pertumbuhan tinggi badan manusia, sedangkan 20 persen lainnya dipengaruhi oleh gaya hidup sehat seperti asupan gizi yang lengkap dan rutin berolahraga.

Meskipun bukan faktor penentu utama, gaya hidup sehat tetap berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan manusia. Jadi, jika ingin anak memiliki tubuh yang lebih tinggi daripada kedua orangtuanya, ini bukan hal yang mustahil.

Bantulah anak Anda untuk tumbuh maksimal dengan memberikan makanan yang bergizi tinggi dan seimbang serta memastikan ia memperoleh istirahat yang cukup dan aktif secara fisik.

Diet yang lengkap dan seimbang bisa diperoleh dari konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, produk susu, sumber protein dan lemak sehat seperti ikan dan telur.

Dari diet yang bergizi, anak bisa memperoleh berbagai vitamin dan mineral yang berperan penting dalam proses pertumbuhan.

4. Tubuh yang tinggi lebih berisiko terkena kanker

Studi yang dirilis oleh The Lancet Oncology menunjukkan bahwa postur tubuh manusia yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kanker.

Menurut data klinis dalam penelitian tersebut, wanita dengan tinggi badan di atas rata-rata peserta lainnya (lebih tinggi 10 cm) memiliki risiko lebih dari 37% untuk terkena kanker.

Pasalnya, tubuh orang yang tinggi tersusun atas jumlah sel yang lebih banyak sehingga lebih peluang munculnya sel kanker lebih besar ketimbang orang yang bertubuh pendek.

Namun janganlah khawatir, tubuh yang tinggi adalah faktor risiko kanker yang tergolong rendah dibandingkan konsumsi rokok, alkohol, atau makanan cepat saji. Selain itu, kanker juga bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat.

Jadi, daripada mengkhawatirkan risiko penyakit dari tubuh yang tinggi, sebaiknya fokus saja untuk menerapkan diet sehat kaya antioksidan, rutin berolahraga, dan mengelola stres.

5. Orang bertubuh tinggi umumnya lebih sejahtera

operasi tinggi badan

Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang memiliki tubuh yang tinggi biasanya menempati jabatan pekerjaan yang lebih tinggi.

Hal ini diperlihatkan dari riset dalam Journal of Applied Psychology. Peneliti menyebutkan orang yang tinggi memiliki penghasilan yang lebih banyak per tahunnya.

Selain itu, orang yang tinggi berpeluang untuk mendapatkan lebih banyak uang dibandingkan dengan yang memiliki tinggi ideal atau bertubuh pendek.

Hal ini dikarenakan postur badan yang tinggi memengaruhi cara seseorang memandang dirinya secara positif. Dengan kata lain, semakin tinggi tubuhnya, maka semakin tinggi kepercayaan dirinya.

Tak hanya itu, tubuh yang tinggi juga bisa menciptakan citra positif di lingkungan sosial.

Kedua hal ini memiliki pengaruh yang sangat besar pada kinerja pekerjaan seseorang, sekaligus penilaian dari atasan dan kolega, sampai akhirnya mempengaruhi keberhasilan karirnya.

6. Tinggi badan menyusut saat berusia 40 tahun

Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia akan mengalami penyusutan. Mungkin sudah banyak yang mengetahui fakta tentang tinggi badan ini, tapi ternyata proses penyusutan tubuh terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.

Baik pria maupun wanita akan mulai menurun tinggi tubuhnya pada usia 40 tahun. Anda mungkin akan kehilangan 1 cm tinggi tubuh Anda setelah menyentuh usia 100 tahun.

Penyusutan tubuh akan terjadi karena tulang belakang akan kehilangan air yang membuat kepadatannya berkurang secara bertahap.

Di samping itu, penyakit seperti osteoporosis yang lebih rentan terjadi di usia lanjut akan semakin melemahkan struktur tulang.

Namun, Anda dapat membuat tubuh terlihat lebih tinggi di masa tua dengan berusaha memperbaiki postur tubuh di masa muda. Hal ini dapat Anda capai dengan berolahraga dan asana yoga.

7. Tubuh manusia yang tinggi baik untuk kesehatan jantung

jantung koroner

Tinggi badan berbanding terbalik dengan risiko penyakit jantung. Orang dewasa bertumbuh pendek, dengan tinggi badan di bawah 160 cm, memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit jantung.

Sebuah studi dari New England Journal of Medicine menduga di antara dua orang yang memiliki perbedaan tinggi hingga 6 cm, orang yang bertubuh lebih pendek 13.5% lebih berisiko terkena penyakit jantung.

8. Gen dapat berpengaruh pada tinggi tubuh yang abnormal

Orang yang sangat pendek disebut sebagai orang yang memiliki kondisi dwarfisme, sedangkan orang yang sangat tinggi memiliki kondisi gigantisme.

Sekitar satu dari 15.000 orang dewasa memiliki dwarfisme yaitu memiliki tinggi badan kurang dari 155 cm. Dwarfisme disebabkan oleh mutasi genetik yang membuat tulang tumbuh pendek.

Di sisi lain, gigantisme terjadi akibat kelebihan hormon pertumbuhan selama masa kanak-kanak. Kondisi ini sering juga disebabkan oleh tumor jinak pada kelenjar pituitari.

9. Rokok berpengaruh pada tinggi badan

rokok kretek vs rokok filter

Studi di Annals of Epidemiology menemukan bahwa tubuh anak laki-laki yang sering merokok (usia 12-17 tahun) tingginya 3 cm lebih pendek dari anak-anak seumurannya yang tidak merokok. Meski begitu, hasil dari pengujian yang sama tidak terlihat pada perempuan.

Di samping itu, masalah medis tertentu, seperti alergi makanan, ketidakseimbangan hormon, masalah jantung, hati dan ginjal juga dapat menghambat proses pertumbuhan anak.

Begitu pun dengan konsumsi obat-obatan, misalnya obat stimulan untuk ADHD, yang bisa menghambat pertumbuhan tinggi badan manusia.

10. Anak perempuan lebih cepat tinggi dibandingkan anak laki-laki

Perempuan mencapai puncak pertumbuhannya di masa pubertas, biasanya dicapai antara usia 11-12 tahun.

Oleh karena itu, kebanyakan anak perempuan di usia tersebut memiliki badan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki-laki di usia yang sama.

Biasanya anak laki-laki akan tumbuh dengan cepat di usia 13-14 tahun. Namun, dengan nutrisi yang baik, keduanya akan bisa tumbuh lebih tinggi sampai menuju dewasa.

Mengetahui fakta-fakta tentang tinggi badan manusia dapat membantu Anda memahami proses biologis pada pertumbuhan tubuh. Para orang tua pun bisa menggunakan wawasan ini untuk membantu anak-anak mencapai pertumbuhan yang maksimal.

Jika memiliki gangguan kesehatan yang diduga berhubungan dengan tinggi badan, terutama saat pertumbuhan si kecil mengalami perlambatan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kashima, Y. (2017). Height Psychology and challenges of the 21st century. Asian Journal Of Social Psychology, 20(2), 166-169. https://doi.org/10.1111/ajsp.121766

Perkins, J. M., Subramanian, S. V., Davey Smith, G., & Özaltin, E. (2016). Adult height, nutrition, and population health. Nutrition reviews74(3), 149–165. https://doi.org/10.1093/nutrit/nuv105

NCD Risk Factor Collaboration. (2016). A century of trends in adult human height. Elife5, e13410. https://doi.org/10.7554/eLife.13410

Nelson, C. P., Hamby, S. E., Saleheen, D., Hopewell, J. C., Zeng, L., Assimes, T. L., … & Samani, N. J. (2015). Genetically determined height and coronary artery disease. New England Journal of Medicine372(17), 1608-1618. https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/nejmoa1404881

Judge, T. A., & Cable, D. M. (2004). The effect of physical height on workplace success and income: preliminary test of a theoretical model. Journal of Applied Psychology89(3), 428.https://psycnet.apa.org/record/2004-95165-004

National Institute of Health. (2020). Is height determined by genetics?: MedlinePlus Genetics. Retrieved 12 July 2021, from https://medlineplus.gov/genetics/understanding/traits/height/

Hoecker, J. (2021). Can you predict your child’s adult height?. Retrieved 12 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/expert-answers/child-growth/faq-20057990

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adinda Rudystina Diperbarui 12/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Satya Setiadi
x