4 Tips Mudah Mengatasi Mual Tanpa Obat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mual adalah salah satu rasa tidak nyaman yang dirasakan tubuh, terutama bagian perut. Kebanyakan mual akan berujung pada muntah. Sebetulnya, mual bisa diatasi dengan obat. Namun, kebanyakan minum obat juga tidak baik untuk kesehatan. Kira-kira, adakah cara mengatasi mual selain pakai obat? 

Kenapa Anda bisa merasa mual?

Mual adalah dorongan rasa ingin muntah. Namun, tidak semua mual diikuti dengan muntah. Muntah adalah reflex yang tidak dapat dikontrol untuk mengeluarkan isi lambung Anda melalui mulut. Penyebabnya bervariasi mulai dari hamil, mabuk kendaraan, keracunan makanan, hingga paparan racun kimia.

Bagaimana cara mengatasi mual tanpa obat?

Untuk menghilangkan dan mengatasi mual, ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk dilakukan. Berikut tipsnya untuk Anda.

1. Mengonsumsi makanan dan minuman jahe

Jahe punya khasiat yang sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi mual, sakit perut, dan diare. Di China, misalnya, jahe sudah digunakan untuk mengobati berbagai masalah pencernaan dan rasa sakit nyeri. Belum jelas bagaimana cara kerja jahe untuk mengurangi rasa mual. Namun, ditemukan adanya zat aktif di dalam kandungan jahe yang bisa memengaruhi sistem saraf pencernaan dan pusat.

Menurut Lauren Ricther, DO, asisten profesor pengobatan keluarga dan masyarakat di Center for Integrative Medicine di University of Maryland School of Medicine, jahe memang ampuh sebaga penawar mual, terutama saat hamil. Anda bisa menggunakan jahe dengan cara diminum sebagai teh, dimasak bersama bahan masakan lain, dan dijadikan permen.

2. Minum teh chamomile

Teh kamomil (chamomile) adalah salah satu teh herbal paling populer di dunia. Teh ini tersedia di pasar atau toko bahan makanan, dan mereka sering mengandung bubuk bunga kamomil, murni atau dicampur dengan ramuan obat populer lainnya.

Secara tradisional, chamomile telah dinilai sebagai obat untuk mengatasi mual, mabuk perjalanan, dan diare. Teh dari bunga ini bisa membantu mengusir gas, menenangkan perut, dan merelaksasi otot-otot yang memindahkan makanan melalui usus.

3. Minum atau menghirup bau lemon

Lemon dengan wanginya yang khas dan cukup tajam bisa menjadi salah satu cara mengatasi mual bagi Anda yang tidak mau minum obat. Dalam sebuah penelitian, sekelompok 100 wanita hamil diinstruksikan untuk menghirup minyak esensial lemon dan minyak almond saat mereka merasa mual.

Hasilnya ditemukan,  kalau lemon bisa membuat rasa mual mereka berkurang dan hilang setelah dihirup. Anda bisa mengiris atau mengusap-usap kulitnya untuk mengeluarkan bau lemon. Ini bekerja dengan cara yang sama karena membantu melepaskan minyak esensial ke udara. Anda juga bisa minum air hangat yang direndam lemon untuk mengatasi rasa mual dan tidak enak pada bagian perut.

4. Atur pernapasan sembari menghirup aromaterapi

Dalam sebuah penelitian dari Healthline, para peneliti mencoba untuk menentukan aroma aromaterapi yang paling efektif dalam mengurangi mual setelah operasi.

Peneliti meminta para peserta untuk bernapas dengan perlahan melalui hidung dan menghembuskan nafas melalui mulut tiga kali, sembari diberikan aroma terapi di sekitarnya.

Hasilnya, semua peserta mengatakan bahwa mual mereka terasa berkurang. Hal ini membuat para periset menduga bahwa pernapasan yang tenang dan terkendali bisa memberikan rasa yang lebih baik di tubuh.

Dalam studi kedua, peneliti mengonfirmasi bahwa aromaterapi dan pernapasan yang teratur bisa mengatasi mual secara efektif. Caranya, coba hirup dalam-dalam napas Anda dari hitungan satu sampai tiga. Setelahnya, tahan napas lagi sampai hitungan ketig, buang dan lakukan secara berulang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit