Awas, Kelopak Mata Bisa Kendur Akibat Sering Tidur Tengkurap

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/01/2018
Bagikan sekarang

Floppy eyelid syndrome adalah sindrom yang terkait dengan kelopak mata Anda. Mungkin masih terdengar asing di telinga Anda, tapi kondisi ini bisa terjadi akibat beberapa kebiasaan yang tidak Anda sadari, misalnya sering tidur tengkurap. Untuk mencari tahu kondisi ini lebih jauh, simak penjelasan berikut.

Mengenal floppy eyelid syndrome

Floopy eyelid syndrome (FES) atau sindrom kelopak mata kendur merupakan kondisi di mana kelopak mata bagian atas kehilangan elastisitas, sehingga menjadi kendur. Akibatnya, kelopak mata bagian atas menjadi mudah melipat ke atas.

Floppy eyelid syndrome termasuk kondisi medis yang cukup jarang dan kurang diketahui banyak orang. Kondisi ini kebanyakan dimiliki orang yang berusia 40-50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan orang yang berusia 25-80 tahun bisa memiliki kondisi ini. Baik pria maupun wanita dapat memiliki FES, namun dilaporkan bahwa pria lebih rentan dibanding wanita.

Apa penyebab floppy eyelid syndrome?

Penyebab floopy eyelid syndrome atau kelopak mata kendur adalah berkurangnya elastin pada mata. Elastin adalah protein dalam jaringan ikat yang berfungsi menjaga bentuk mata. Kurangnya elastin terjadi karena adanya interaksi berlebihan antara kelopak mata dengan bantal.

Jika Anda sering tidur dengan posisi tengkurap dengan wajah menekan ke bantal. Kebiasaan tidur tengkurap inilah yang bisa mengurangi elastin. Selain itu, kebiasaan sering mengucek mata juga dapat menyebabkan berkembangnya FES.

Apa yang dapat meningkatkan risiko floppy eyelid syndrome?

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda memiliki floppy eyelid syndrome selain sering tidur tengkurap, antara lain:

Apa tanda dan gejala floppy eyelid syndrome?

  • Kelopak mata mudah dibalik atau dilipat ke atas karena kendur.
  • Mata merah setiap kali bangun tidur.
  • Peradangan kornea kronis.
  • Peradangan kronis pada jarangan di bawah kelopak mata atas (disebut juga superior palpebral conjunctiva).
  • Mengalami gejala obstructive sleep apnea seperti mengantuk di siang hari, dan mendengkur saat tidur.

Jika Anda memiliki salah satu gejala di atas, segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Mendiagnosis floppy eyelid syndrome

Untuk mendiagnosis floopy eyelid syndrome diperlukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan mata dan pemeriksaan kebiasaan tidur, misalnya posisi favorit saat tidur, ada atau tidaknya masalah tidur, apakah sering mengantuk di siang hari, dan apakah sering tidur mendengkur.

Selain itu diperlukan juga pemeriksaan riwayat medis, termasuk ada atau tidaknya obstructive sleep apnea atau kondisi kesehatan lainnya.

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Floppy eyelid syndrome dan obstructive sleep apnea

Sering kali, floppy eyelid syndrome dikaitkan dengan obstructive sleep apnea. Namun, sebenarnya apa hubungan keduanya? Meski obstructive sleep apnea tidak menyebabkan floppy eyelid syndrome secara langsung, kedua kondisi ini saling berkaitan.

Sebuah studi di tahun 2010 mengamati 102 pasien dengan FES dan kelompok kontrol dari 102 pasien lainnya. Berdasarkan penelitian tersebut, terdapat 90 persen pasien dengan FES juga mengalami obstructive sleep apnea.

Penelitian lain di tahun 2017, melakukan penelitian terhadap 127 orang yang dicurigai memiliki obstructive sleep apnea. Penelitian tersebut melaporkan bahwa 25,8 persen dari mereka yang memiliki sleep apnea juga mengalami FES dan mereka yang memiliki sleep apnea yang lebih parah.

Para peneliti menyimpulkan bahwa sleep apnea yang parah dapat menjadi faktor risiko untuk FES. Peneliti tidak begitu yakin apa alasannya. Selain faktor risiko yang ada dengan obesitas, dan usia, bisa juga orang dengan sleep apnea memiliki elastisitas jaringan yang lebih besar yang juga mempengaruhi kejadian FES,

Menurut Dr. Brad Sutton, OD, FAAO, dari Indiana University School of Optometry, kejadian sleep apnea pada pasien dengan FES pada dasarnya 100 persen.

Bagaimana cara mengatasi floppy eyelid syndrome?

  • Mengatasi kondisi obstructive sleep apnea terlebih dahulu (jika ada).
  • Menggunakan salep khusus mata sebelum tidur untuk melindungi permukaan okular.
  • Mengetuk kelopak mata sebelum tidur untuk mencegah kelopak mata terlipat saat tidur.
  • Menggunakan penutup mata saat tidur untuk mencegah konjungtiva dan exposure kornea saat tidur.
  • Terkadang operasi dibutuhkan untuk memendekkan atau mengencangkan kelopak mata.

Apa floppy eyelid syndrome bisa dicegah?

Floopy eyelid syndrome dapat dicegah dengan beberapa cara berikut ini.

  • Menjalani pola makan sehat sehingga mencegah obesitas.
  • Tidur menyamping atau telentang untuk mencegah trauma pada mata akibat tidur tengkurap.
  • Jika Anda memiliki obstructive sleep apnea, segera obati.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Kalazion adalah kondisi timbulnya benjolan pada kelopak mata. Perlu cara khusus untuk menghilangkan benjolan di kelopak mata atau kalazion ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Mata dan Cara Mencegahnya

Polusi udara tak hanya berbahaya untuk kesehatan pernapasan Anda, tapi juga kesehatan mata. Berikut berbagai cara untuk mencegahnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020