5 Tanda Anda Kena Sindrom Metabolik dan Apa yang Bisa Dilakukan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/11/2017
Bagikan sekarang

Banyak orang menyepelekan kondisi kesehatan tertentu seperti gula darah naik atau kadar kolesterol tinggi. Meskipun naiknya kadar gula darah memang belum tentu menjadi penyakit diabetes, Anda harus waspada. Pasalnya, jika kadar gula darah naik disertai dengan kondisi lainnya seperti kolesterol dan tekanan darah naik, Anda berisiko terhadap sindrom metabolik. Apa itu sindrom metabolik dan seperti apa tanda-tandanya? Yuk, cari tahu informasi lengkapnya di bawah ini.

Apa itu sindrom metabolik?

Sindrom metabolik adalah beberapa kondisi seperti peningkatan tekanan darah, peningkatan gula darah, kelebihan lemak dalam tubuh di sekitar pinggang, dan peningkatan kadar kolesterol yang tidak biasa secara bersamaan. Kondisi ini akhirnya bisa memicu penyakit seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, hingga kematian.

Tanda-tanda sindrom metabolik

Untuk mendapatkan diagnosisnya, Anda harus memenuhi tiga dari lima faktor risiko atau gejala-gejala di bawah ini.

  • Obesitas sentral (orang dengan perut buncit atau lingkar pinggang di atas normal). Semakin besar lingkar pinggang, risiko hipertensi dan penyakit jantung meningkat. Sedangkan normalnya, lingkar pinggang pria adalah sekitar 90 sentimeter (cm) dan wanita 80 cm.
  • Kadar trigliserida ≥ 150 mg/dL atau sedang dalam pengobatan hipertrigliserida.
  • Kadar HDL atau kolesterol baik pria lebih rendah dari 40 mg/dL dan wanita lebih rendah dari 50 mg/dL.
  • Tekanan darah yang tinggi (hipertensi) dengan nilai tekanan darah sistolik ≥ 130 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 85 mmHg, atau sedang dalam pengobatan hipertensi.
  • Gula darah puasa tinggi, yaitu ≥ 100 mg/dL atau sedang dalam pengobatan diabetes.

Anda bisa mengetahui lima gejala di atas dengan cara melakukan tes darah lengkap. Anda juga mungkin mengalami gejala-gejala yang khas dari masing-masing kondisi. Misalnya sering haus dan sering buang air kecil jika gula darah Anda tinggi atau sakit kepala dan detak jantung tidak teratur jika tekanan darah Anda tinggi.  

Siapa saja yang berisiko terkena sindrom metabolik?

Banyak faktor yang dapat menimbulkan sindrom metabolik, tapi faktor risiko terbesar yang menjadi penyebab adalah kurangnya aktivitas fisik (olahraga) serta resistensi insulin.

Resistensi insulin merupakan suatu kondisi di mana hormon insulin tidak mampu mengolah glukosa (gula) dalam darah dengan baik, sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa. Kondisi ini dikenal dengan diabetes melitus.

Kondisi lain yang turut meningkatkan risiko sindrom metabolik adalah penuaan, faktor genetik (keturunan), riwayat penyakit keluarga dengan diabetes dan/ atau penyakit jantung, serta riwayat penyakit sindrom ovarium polikistik (PCOS) pada wanita.

Apa yang harus dilakukan kalau Anda punya tanda-tanda di atas?

Konsultasi ke dokter segera setelah mendapatkan hasil tes darah lengkap adalah langkah yang tepat untuk menangani sindrom metabolik. Dokter mungkin meresepkan obat-obatan tertentu yang Anda butuhkan seperti obat penurun tekanan darah, suntik insulin, obat kolesterol, dan lain-lain. Kemudian, ikuti saran dokter dan tenaga kesehatan Anda untuk mencegah kondisi bertambah parah.

Selain itu, Anda juga sangat disarankan untuk melakukan berbagai perubahan gaya hidup. Misalnya dengan hal-hal di bawah ini.

  • Menerapkan pola makan sehat. Misalnya dengan menambah asupan buah dan sayur, kurangi makanan cepat saji dan makanan kemasan.
  • Usahakan berat badan ideal yang diukur dengan indeks massa tubuh (body mass index atau BMI). Hitung apakah berat badan Anda sekarang sudah ideal dengan kalkulator dalam tautan ini atau di bit./ly/indeksmassatubuh.
  • Meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga rutin.
  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Rutin periksa tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar gula darah serta kontrol ke dokter.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020