5 Tanda Anda Kena Sindrom Metabolik dan Apa yang Bisa Dilakukan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Banyak orang menyepelekan kondisi kesehatan tertentu seperti gula darah naik atau kadar kolesterol tinggi. Meskipun naiknya kadar gula darah memang belum tentu menjadi penyakit diabetes, Anda harus waspada. Pasalnya, jika kadar gula darah naik disertai dengan kondisi lainnya seperti kolesterol dan tekanan darah naik, Anda berisiko terhadap sindrom metabolik. Apa itu sindrom metabolik dan seperti apa tanda-tandanya? Yuk, cari tahu informasi lengkapnya di bawah ini.

Apa itu sindrom metabolik?

Sindrom metabolik adalah beberapa kondisi seperti peningkatan tekanan darah, peningkatan gula darah, kelebihan lemak dalam tubuh di sekitar pinggang, dan peningkatan kadar kolesterol yang tidak biasa secara bersamaan. Kondisi ini akhirnya bisa memicu penyakit seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, hingga kematian.

Tanda-tanda sindrom metabolik

Untuk mendapatkan diagnosisnya, Anda harus memenuhi tiga dari lima faktor risiko atau gejala-gejala di bawah ini.

  • Obesitas sentral (orang dengan perut buncit atau lingkar pinggang di atas normal). Semakin besar lingkar pinggang, risiko hipertensi dan penyakit jantung meningkat. Sedangkan normalnya, lingkar pinggang pria adalah sekitar 90 sentimeter (cm) dan wanita 80 cm.
  • Kadar trigliserida ≥ 150 mg/dL atau sedang dalam pengobatan hipertrigliserida.
  • Kadar HDL atau kolesterol baik pria lebih rendah dari 40 mg/dL dan wanita lebih rendah dari 50 mg/dL.
  • Tekanan darah yang tinggi (hipertensi) dengan nilai tekanan darah sistolik ≥ 130 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 85 mmHg, atau sedang dalam pengobatan hipertensi.
  • Gula darah puasa tinggi, yaitu ≥ 100 mg/dL atau sedang dalam pengobatan diabetes.

Anda bisa mengetahui lima gejala di atas dengan cara melakukan tes darah lengkap. Anda juga mungkin mengalami gejala-gejala yang khas dari masing-masing kondisi. Misalnya sering haus dan sering buang air kecil jika gula darah Anda tinggi atau sakit kepala dan detak jantung tidak teratur jika tekanan darah Anda tinggi.  

Siapa saja yang berisiko terkena sindrom metabolik?

Banyak faktor yang dapat menimbulkan sindrom metabolik, tapi faktor risiko terbesar yang menjadi penyebab adalah kurangnya aktivitas fisik (olahraga) serta resistensi insulin.

Resistensi insulin merupakan suatu kondisi di mana hormon insulin tidak mampu mengolah glukosa (gula) dalam darah dengan baik, sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa. Kondisi ini dikenal dengan diabetes melitus.

Kondisi lain yang turut meningkatkan risiko sindrom metabolik adalah penuaan, faktor genetik (keturunan), riwayat penyakit keluarga dengan diabetes dan/ atau penyakit jantung, serta riwayat penyakit sindrom ovarium polikistik (PCOS) pada wanita.

Apa yang harus dilakukan kalau Anda punya tanda-tanda di atas?

Konsultasi ke dokter segera setelah mendapatkan hasil tes darah lengkap adalah langkah yang tepat untuk menangani sindrom metabolik. Dokter mungkin meresepkan obat-obatan tertentu yang Anda butuhkan seperti obat penurun tekanan darah, suntik insulin, obat kolesterol, dan lain-lain. Kemudian, ikuti saran dokter dan tenaga kesehatan Anda untuk mencegah kondisi bertambah parah.

Selain itu, Anda juga sangat disarankan untuk melakukan berbagai perubahan gaya hidup. Misalnya dengan hal-hal di bawah ini.

  • Menerapkan pola makan sehat. Misalnya dengan menambah asupan buah dan sayur, kurangi makanan cepat saji dan makanan kemasan.
  • Usahakan berat badan ideal yang diukur dengan indeks massa tubuh (body mass index atau BMI). Hitung apakah berat badan Anda sekarang sudah ideal dengan kalkulator dalam tautan ini atau di bit./ly/indeksmassatubuh.
  • Meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga rutin.
  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Rutin periksa tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar gula darah serta kontrol ke dokter.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 18, 2017 | Terakhir Diedit: November 14, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca