Bahaya Meludah Sembarangan Bagi Kesehatan Orang di Sekitar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Melihat orang yang sering meludah sembarangan di jalanan bukanlah pemandangan yang ingin dilihat bagi banyak orang begitu mereka menginjakkan kaki ke luar rumah. Dari sudut pandang medis, meludah bukan hanya sekedar masalah sosial, namun bisa menimbulkan potensi bahaya bagi lingkungan.

Banyak penyakit menular yang bisa berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak dengan air liur dan dahak, seperti seperti saat batuk atau bersin. Itu sebabnya Singapura memberikan denda yang tidak main-main bagi mereka yang berani sembarangan meludah di tempat umum — hingga hampir 10 juta rupiah!

Berbagai penyakit yang bisa disebarkan akibat sering meludah sembarangan

Risiko penularan organisme menular kepada orang lain melalui air liur termasuk kecil, ungkap Michael Benninger, MD, dilansir dari Cleveland Clinic. Ini karena air liur memiliki antibodi dan enzim yang menurunkan risiko penularan.

Namun, kuman dan bakteri yang hadir dalam liur seseorang bisa tetap hidup dalam waktu lama bahkan setelah diludahkan, yang bisa meningkatkan risiko penularan. Sejumlah virus dan bakteri dapat bertahan hingga 6 jam di udara dan lebih dari 24 jam jika kondisi lingkungan tumbuh kembang yang optimal. Belum lagi jika mempertimbangkan ketahanan tubuh orang-orang di sekitar yang tentu beragam.

Kebiasaan sering meludah sembarangan harus tetap dipertimbangkan sebagai salah satu faktor risiko penyebaran penyakit, terutama di wilayah-wilayah yang masih rentan penularan penyakit menular. Menurut para ahli kesehatan, dahak dari pasien yang terinfeksi dapat menyebarkan penyakit pernapasan yang ditularkan lewat udara seperti tuberkulosis, pneumonia, dan influenza (termasuk flu burung, MERS, SARS, dan flu babi). Kuman-kuman ini bisa saja berpindah dari ludah di jalanan dan masuk ke hidung, tenggorokan, dan paru-paru orang sekitarnya.

Tuberkulosis bisa disebarkan lewat ludah dan dahak yang dibuang sembarangan

Ambil contoh tuberkulosis atau TB, Sampai saat ini Indonesia masih menjadi negara penyumbang TB terbesar ketiga di Asia setelah Cina dan India. Sebanyak 0,24% penduduk Indonesia menderita penyakit ini. TB menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

Tuberkulosis ditularkan melalui droplet air dari batuk atau dahak yang diludahkan penderita. Droplet yang mengandung kuman ini kemudian dihirup oleh orang lain. Bakteri TB dapat bertahan dalam udara bebas selama 1-2 jam, tergantung dari ada tidaknya paparan sinar matahari, kelembapan, dan ventilasi. Pada kondisi gelap dan lembap, kuman TB dapat bertahan berhari-hari, bahkan sampai berbulan-bulan.

Faktanya, banyak orang yang sebenarnya sudah pernah mengalami paparan dengan kuman TB selama hidupnya. Namun hanya 10% orang yang terinfeksi TB akan menderita penyakit ini. Dan meski pada kebanyakan orang dengan sistem imun yang kuat infeksi TB dapat sembuh sendiri tanpa meninggalkan sisa, tak jarang pula infeksi ini bisa sembuh dengan masih meninggalkan jejak. Setidaknya 10 persen di antara eks-pasien TB bisa kembali kambuh di masa depan dikarenakan kuman yang sempat “tertidur” dalam tubuh jadi kembali aktif menular.

Selain TB dan beragam jenis flu, sering meludah di jalanan juga dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit lainnya, seperti mononeucleosis (mono) yang disebarkan oleh virus Epstein-Barr, herpes tipe 1, hepatitis B dan C, serta cytomegalovirus. Penyakit-penyakit ini dapat menyebar lewat kontak dengan air liur dan dahak milik si penderita.

Ayo, jangan egois! Stop kebiasaan meludah di tempat umum!

Banyak dari kuman penyakit ini pula yang dapat bertahan hidup dalam tubuh eks-penderita dalam kondisi nonaktif, dan bisa hidup kembali suatu saat nanti begitu dipicu oleh satu dan lain hal. Sebuah faktor yang seringnya terabaikan saat Anda cuek meludah di jalanan tanpa memerhatikan perasaan orang lain.

Hmm.. Dengan begini, apakah nantinya Indonesia juga akan ikut Singapura menerapkan hukum denda untuk orang-orang yang sering meludah sembarangan, ya?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . Waktu baca 7 menit
cara cuci tangan dengan benar

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit