Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Sinusitis, Mulai dari Obat Medis hingga Alami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Mengalami hidung tersumbat terus-terusan akibat sinusitis tentu membuat Anda jadi tidak nyaman. Tentu saja, Anda jadi tak bisa bernapas dengan lega karena aliran udaranya terhalang oleh jaringan sinus yang meradang. Untungnya, kini telah tersedia berbagai pilihan pengobatan dan terapi untuk mengatasi sinusitis, yang akan dikupas secara mendalam di artikel ini.

Pilihan pengobatan untuk sinusitis

Sinus adalah peradangan dan pembengkakan yang terjadi di sinus, yaitu rongga yang terletak di sekitar dahi, tulang hidung, tulang pipi, dan mata.

Peradangan pada sinus biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Beberapa kondisi kesehatan, seperti alergi, pilek, serta adanya polip hidung juga bisa mengakibatkan sinusitis.

Nah, sinusitis sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu sinusitis akut dan kronis. Sinusitis akut biasanya membutuhkan waktu lebih singkat untuk sembuh, sementara gejala sinusitis yang bersifat kronis dapat berlangsung lebih dari 12 minggu.

Beberapa orang mungkin berpikir apakah sinusitis bisa sembuh secara total, terutama infeksi sinus yang bersifat kronis. Jawabannya, sinusitis bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Pilihan pengobatan dan terapi untuk mengatasi sinusitis sangat beragam. Anda akan diberikan pengobatan yang sesuai dengan tingkat keparahan serta penyebab sinusitis Anda. Sebelum menentukan jenis pengobatan, Anda harus diperiksa terlebih dahulu oleh dokter agar penyebab dari sinusitis Anda bisa diketahui.

Pada dasarnya, tujuan utama dari pengobatan sinusitis adalah untuk:

  • Mengurangi peradangan pada sinus
  • Menekan agar gejala sinusitis tidak kambuh lagi
  • Menghilangkan rasa sakit dan tidak nyaman pada hidung

Obat-obatan medis

Cara Baru Menjaga Kesehatan Hidung dari Polusi Udara

Langkah utama untuk menyembuhkan sinusitis tentunya dengan cara menggunakan obat-obatan. Ada beberapa obat sinusitis yang bisa Anda beli di apotek tanpa resep dokter, dan ada pula obat yang harus Anda gunakan sesuai dengan resep dokter.

Berikut adalah obat-obatan yang umumnya digunakan untuk mengatasi sinusitis:

1. Saline nasal irrigation

Air saline adalah air garam yang terbukti efektif mengatasi berbagai gejala gangguan hidung. Oleh karena itu, penggunaan air saline untuk pengobatan sinusitis bisa Anda coba.

Fungsi air saline adalah menjaga agar bagian dalam hidung tetap bersih, mengurangi jumlah kuman di hidung dan sinus, serta membuang iritan lainnya yang menumpuk dalam hidung.

Air saline sendiri dijual bebas di apotek dalam bentuk obat semprot. Pemakaiannya pun cukup mudah dan Anda bisa mengikuti instruksi yang tertera di label kemasan.

Namun, Anda juga bisa membuat air saline sendiri di rumah dengan campuran bahan-bahan yang ada di rumah, yaitu 400 ml air matang, 1 sendok teh baking soda, serta 1 sendok teh garam.

2. Kortikosteroid

Pengobatan sinusitis juga bisa dilakukan dengan obat kortikosteroid. Obat ini tersedia dalam bentuk semprotan (nasal spray), oral (minum), serta injeksi (suntik).

Kortikosteroid dapat membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan di saluran hidung dan bukaan sinus. Selain itu, jika sinusitis yang Anda alami disebabkan oleh polip hidung, kortikosteroid efektif mengecilkan polip tersebut.

Beberapa contoh kortikosteroid yang bisa digunakan untuk sinusitis adalah:

Namun, obat kortikosteroid hanya bisa digunakan dengan resep dokter. Penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang, terutama obat oral, berisiko menyebabkan efek samping. Maka dari itu, obat ini hanya bisa digunakan untuk terapi sinusitis yang sudah bersifat kronis atau parah.

3. Dekongestan

Dekongestan juga dapat digunakan untuk pengobatan sinusitis. Anda bisa memakai obat dekongestan yang tersedia dalam bentuk semprotan untuk hidung serta obat minum.

Dekongestan membantu meringankan gejala hidung tersumbat akibat peradangan sinus. Obat ini dapat mengencerkan lendir atau ingus, sehingga aliran udara pada hidung menjadi lebih lancar dan Anda bisa bernapas lebih mudah.

Tetapi, penggunaan dekongestan juga harus dilakukan dengan hati-hati. Menurut situs Harvard Health Publishing, pemakaian dekongestan untuk hidung berisiko menyebabkan pembengkakan kambuh kembali. Selain itu, obat oral dekongestan juga berpotensi meningkatkan tekanan darah Anda.

4. Obat pereda nyeri

Untuk meringankan rasa sakit, seperti sakit kepala akibat sinusitis, Anda dapat memilih pengobatan pereda nyeri yang dijual bebas di apotek. Beberapa di antaranya adalah paracetamol, ibuprofen, serta aspirin.

Namun, hati-hati dalam memberikan aspirin pada anak-anak dan remaja, terutama yang baru sembuh dari cacar air atau flu. Aspirin sering kali dikaitkan dengan sindrom Reye, sebuah kondisi langka yang ditemukan pada anak-anak.

5. Antibiotik

Antibiotik umumnya diberikan sebagai pengobatan sinusitis kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Jadi, sinusitis akut biasanya tidak memerlukan terapi atau penanganan dengan antibiotik, bahkan pada kasus yang dipicu oleh bakteri sekalipun.

Dalam beberapa kasus, biasanya dokter akan menunggu beberapa hari sebelum memberikan antibiotik. Apabila kondisi Anda tidak membaik setelah 2-3 hari, dokter akan segera meresepkan antibiotik.

Pastikan Anda mengonsumsi obat antibiotik sampai habis dan mengikuti resep dokter. Jika Anda berhenti minum antibiotik sebelum habis, atau minum tanpa mengikuti dosis yang diberikan, ada kemungkinan gejala-gejala sinusitis dapat kembali kambuh.

6. Imunoterapi

Pilihan pengobatan lainnya untuk sinusitis, terutama yang disebabkan oleh alergi, adalah imunoterapi. Terapi ini biasanya diberikan melalui injeksi atau suntikan.

Tujuan dari imunoterapi adalah untuk membantu agar tubuh tidak bereaksi terhadap alergen tertentu.

Operasi sinusitis

operasi sinusitis

Bila memang antibiotik yang diberikan pada pasien dengan peradangan sinus kronis tidak mempan, hal terakhir yang akan menjadi opsi di dalam pengobatan Anda adalah operasi sinusitis, atau yang disebut juga dengan bedah sinus endoskopi fungsional (BESF).

Prosedur BESF bisa dilakukan untuk menghilangkan polip yang menyebabkan sinusitis. Operasi ini juga bisa dilakukan untuk membuka bukaan sinus yang menyempit dan mengeluarkan cairan yang terperangkap di dalamnya.

Sebagian besar operasi sinus ini akan berjalan berhasil dan mampu mencegah gejala peradangan sinus di kemudian hari. Biasanya dokter tetap akan memberikan antibiotik setelah prosedur BESF.

Untuk mengetahui apakah Anda memerlukan operasi sinus, Anda perlu menjalani pemeriksaan secara mendalam. Proses pemeriksaan biasanya mencakup pencatatan riwayat penyakit Anda, endoskopi hidung, serta CT scan.

Pengobatan sinusitis lainnya

pijat untuk migrain

Tidak hanya dengan obat-obatan medis dan operasi, Anda juga bisa mengatasi sinusitis dengan cara-cara nonmedis lainnya. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba:

1. Pijat wajah

Pijat sinus adalah salah satu dari sekian banyak pengobatan sinusitis rumahan yang dapat membantu meringankan tekanan pada sinus. Para ahli mengungkapkan bahwa tekanan lembut saat memijat dapat meningkatkan sirkulasi darah di hidung. Alhasil, gejala sinusitis bisa berkurang secara bertahap.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Paramedical Science and Rehabilitation tahun 2014, sebanyak 35 wanita melaporkan bahwa sakit kepala akibat sinus cenderung berkurang setelah mendapatkan terapi pijat wajah.

Begitu juga pada penelitian terpisah yang dilakukan pada atlet pria yang mengalami sinusitis kronis, pijat wajah dapat mengurangi rasa kebas dan tekanan di wajah akibat sinusitis. Maka sudah tidak diragukan lagi bahwa terapi pijat wajah dinilai ampuh mengatasi sinusitis.

Namun sayangnya, para ahli masih membutuhkan penelitian dan analisa lebih lanjut untuk membuktikan efek pijat wajah terhadap sinusitis. Sampai saat ini belum diketahui apakah efek pijatannya bisa mengatasi sinus dalam jangka panjang atau tidak.

Beberapa terapis pijat berlisensi menyarankan Anda untuk melakukan pijat wajah secara rutin untuk mengatasi sinusitis yang suka kambuh. Yang terpenting, selalu bicarakan dengan terapis jika wajah Anda terasa sakit atau tidak nyaman saat dipijat.

2. Gurah sinusitis

Gurah adalah pengobatan tradisional dengan ramuan yang dibuat dari tanaman Clerodendrum serratum atau srigunggu. Pengobatan ini diyakini dapat membantu mengencerkan lendir dari hidung dan sinus, agar pernapasan menjadi lebih lancar.

Gurah untuk pengobatan sinusitis dinilai aman, meski keberhasilannya masih perlu diteliti lebih lanjut.

3. Kompres air hangat

Metode kompres adalah cara termudah untuk mengatasi sinusitis yang bisa Anda lakukan di rumah. Anda bisa menggunakan handuk atau kain yang dibasahi air hangat, kemudian kompres bagian hidung dan dahi untuk meringankan tekanan di dalam sinus.

Selain untuk mengurangi rasa sakit yang menekan di sinus, kompres juga membantu melembapkan rongga sinus, sehingga lendir di dalamnya mencair dan mudah dikeluarkan.

Itu dia berbagai pilihan pengobatan untuk mengendalikan gejala serta menyembuhkan sinusitis. Sebelum memilih pengobatan apa yang tepat untuk Anda, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit