Berbagai Penyebab Sinusitis, Mulai dari Alergi hingga Penyakit Pernapasan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sinusitis adalah kondisi peradangan pada sinus, yaitu rongga kecil yang terletak di belakang tulang dahi dan pipi. Gangguan pada hidung ini sering kali menimbulkan gejala-gejala yang tidak nyaman, seperti hidung tersumbat dan sakit kepala. Kira-kira, apa saja penyebab dari peradangan sinus? Untuk tahu apa saja penyebab dan faktor-faktor risiko dari sinusitis, simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab sinusitis yang perlu diwaspadai

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sinusitis merupakan peradangan dan pembengkakan yang terjadi di rongga sinus. Namun, apa itu sebenarnya rongga sinus? Lalu, kenapa sinus bisa mengalami peradangan?

Sinus adalah rongga atau ruang berisi udara yang terletak di tulang tengkorak, tepatnya di belakang dahi, tulang hidung, pipi, serta mata. Sinus yang sehat seharusnya tidak mengandung bakteri atau kuman lainnya.

Di dalam sinus, terdapat mukus atau lendir yang berguna untuk menjaga kelembapan di dalam, serta membiarkan udara keluar dan masuk dengan lancar. Apabila terjadi penumpukan cairan atau lendir di dalam sinus, bakteri dan kuman dapat berkembang lebih mudah di sana.

Bakteri atau virus yang menginfeksi dinding sinus dapat mengakibatkan peradangan dan pembengkakan. Akibatnya, gejala-gejala sinusitis seperti hidung tersumbat, ingus berwarna keruh, dan sakit kepala pun dapat timbul.

Menurut sebuah artikel dari StatPearls, berikut adalah beberapa jenis bakteri, virus, serta jamur yang dapat menjadi penyebab sinusitis:

  • Streptococcus pneumoniae
  • Haemophilus influenzae
  • Anaerobes
  • Staphylococcus aureus
  • Aspergillus

Sinus sendiri dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu frontal, maksilaris, sphenoid, dan ethmoid. Bagian sinus yang paling mudah mengalami infeksi adalah sinus maksilaris.

Selain itu, sinusitis dapat dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan lama waktu berlangsungnya:

  • Sinusitis akut

Sinusitis akut umumnya dipicu oleh adanya infeksi bakteri maupun alergi musiman yang membuatnya dinilai lebih parah dibandingkan dengan sinusitis akut. Kondisi ini biasanya akan bertahan selama kurang lebih 4-12 minggu.

  • Sinusitis kronis

Sinusitis kronis bisa dibilang sebagai jenis sinusitis yang paling parah karena gejalanya bisa berlangsung hingga lebih dari 12 minggu. Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh virus atau bakteri saja, tapi juga bisa terjadi bersamaan dengan serangan alergi atau karena adanya masalah di bagian dalam hidung.

Lalu, apa saja faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab sinusitis? Berikut adalah beberapa kondisi, baik faktor lingkungan maupun kondisi medis, yang bisa memicu terjadinya sinusitis:

1. Alergi

Alergi merupakan salah satu penyebab infeksi sinus yang paling umum. Hal ini disebabkan karena reaksi alergi dapat mengakibatkan pembengkakan jaringan saluran hidung. Pembengkakan ini yang menyebabkan penumpukan lendir di sinus, sehingga infeksi lebih mudah terjadi.

Alergi bisa dipicu oleh banyak hal. Setiap orang bisa saja bereaksi terhadap pemicu alergi yang berbeda-beda. Namun, beberapa hal yang paling sering menyebabkan timbulnya reaksi alergi adalah debu, tungau, bulu binatang, serta serbuk sari.

2. Memiliki penyakit saluran pernapasan

Penyebab lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya sinusitis adalah adanya penyakit saluran pernapasan, seperti asma atau fibrosis kistik.

Asma adalah penyakit peradangan saluran pernapasan yang sering dikaitkan dengan sinusitis. Diperkirakan hampir setengah pasien asma berat juga mengidap sinusitis kronis.

Sementara itu, fibrosis kistik adalah kondisi genetik yang menyebabkan kerusakan pada paru-paru, sistem pencernaan, dan organ tubuh lainnya. Fibrosis kistik juga memperbesar peluang untuk terkena sinusitis akibat meningkatnya produksi lendir di paru-paru dan sinus.

3. Sering terpapar asap rokok

Paparan asap rokok secara umum memang tidak baik untuk kesehatan. Namun, ternyata kondisi ini juga dapat menjadi penyebab sinusitis. Bagaimana bisa?

Asap rokok mengandung zat-zat beracun seperti hidrogen sianida dan amonia. Zat-zat tersebut dapat memengaruhi dinding saluran hidung Anda, sehingga terjadi penumpukan lendir di dalamnya. Hal ini yang menyebabkan infeksi lebih mudah terjadi.

Ditambah lagi, jumlah asap rokok yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat mengganggu kerja tubuh dalam menghalau bakteri dan virus yang masuk. Ingat, baik perokok aktif maupun pasif sama-sama memiliki risiko terkena sinusitis, lho.

4. Memiliki struktur hidung yang tidak normal

Beberapa orang memiliki kondisi atau bentuk rongga hidung yang tidak seperti kebanyakan orang. Hal ini bisa menjadi penyebab sinusitis lebih mudah terjadi.

Deviasi septum atau septum yang bengkok adalah salah satu faktor penyebab infeksi sinus. Septum adalah tulang tipis yang terletak di tengah-tengah batang hidung.

Idealnya, septum harus berada tepat di tengah, sehingga bagian kanan dan kiri hidung memiliki ukuran yang serupa. Namun, dalam beberapa kasus, septum bisa saja terlalu bengkok dan menyumbat bukaan rongga sinus. Akibatnya, infeksi sinus pun lebih mudah terjadi, bahkan sering kambuh kembali meski sudah sembuh.

Bengkoknya septum biasanya merupakan kondisi bawaan lahir. Ada juga yang terjadi karena cedera hidung akibat kecelakaan.

Selain deviasi septum, polip hidung juga berperan dalam menyebabkan sinusitis. Polip adalah pertumbuhan jaringan yang dapat tumbuh di bagian tertentu tubuh. Apabila muncul di saluran hidung atau sinus, hal tersebut berisiko menyebabkan infeksi.

5. Melemahnya sistem imun tubuh

Sistem kekebalan tubuh yang buruk juga dapat menjadi penyebab sinusitis, terutama yang bersifat kronis serta dipicu oleh infeksi jamur.

Menurut sebuah studi dari Expert Review of Clinical Immunology, sinusitis yang disebabkan oleh infeksi jamur Aspergillus ditemukan pada pasien pengidap diabetes, HIV/AIDS, serta pasien yang menerima transplantasi organ dan menjalani terapi immunosuppressive.

Lantas, apakah ada cara untuk mencegah sinusitis?

Karena penyebab sinusitis yang paling umum bukanlah genetik, melainkan lingkungan, tentunya ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah risiko sinusitis.

  • Jaga kesehatan, jangan sampai mengalami infeksi pada saluran napas. Batasi kontak dengan orang yang sedang flu atau infeksi saluran napas. Cuci tangan yang sering dengan air mengalir dan sabun.
  • Hindari hal-hal yang dapat membuat Anda alergi, misalnya makanan, debu, bulu binatang, atau hal-hal lainnya. Pastikan bahwa Anda tahu penyebab alergi, sehingga Anda membatasi kontak dengan alergen tersebut.
  • Hindari polutan udara, seperti asap rokok dan asap knalpot kendaraan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Meski memiliki manfaat, perhatikan jumlah asupan kayu manis. Terlalu banyak mengonsumsi rempah ini memiliki risiko kayu manis yang berbahaya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati tipes

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
buah zakar gatal

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
menghangatkan tubuh

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit