3 Hal yang Membuat Tulang Mudah Patah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tulang mudah patah bukan hanya membuat Anda rentan cedera, tapi juga dapat membuat tinggi badan Anda menjadi lebih pendek. Pada akhirnya, tubuh Anda juga akan semakin membungkuk. Ketika Anda memiliki tulang yang rapuh, hal-hal sepele, seperti bersin, membungkuk, dan melangkah dapat menyebabkan tulang patah. Patahnya tulang ini juga dapat mengarah kepada kecacatan dan kematian. Untuk mengetahui informasi mengenai penyebab tulang mudah patah, mari kita lihat selengkapnya berikut ini.

Penyebab utama tulang mudah patah

Tubuh Anda membutuhkan mineral kalsium dan fosfat untuk membuat dan menjaga kesehatan tulang. Selama hidup Anda, tubuh terus menyerap kembali tulang yang lama dan menciptakan tulang baru. Seluruh kerangka Anda diperbaharui setiap 10 tahun. Selama tubuh Anda memiliki keseimbangan tulang yang baik pada tulang baru dan tulang lama, maka tulang Anda sehat dan kuat. Tulang mudah patah terjadi karena tulang lama diserap ketika tulang baru dibuat. Terkadang ini tidak diketahui penyebabnya.

Tetapi, tulang mudah patah karena ukurannya kecil diturunkan dalam keluarga. Secara umum, perempuan lansia kulit putih lebih mungkin untuk mengalami kondisi ini. Tulang yang rapuh dan rentan dapat disebabkan oleh apapun yang membuat tulang di tubuh Anda rapuh atau yang membuat tubuh tidak memperbaharui tulang secara penuh. Tulang yang rapuh sangat mudah untuk patah, bahkan tanpa adanya cedera yang jelas.

1. Penuaan

Semakin Anda tua, tubuh malah menyerap kalsium dan fosfat dari tulang Anda, bukannya menjaga mineral ini dalam tulang. Hal inilah yang membuat tulang Anda lemah. Ketika proses ini mencapai tahap tertentu, inilah yang disebut sebagai osteoporosis. Sering kali, seseorang akan mengalami patah tulang sebelum tahu bahwa ia memiliki tulang rapuh.

Wanita di atas usia 50 dan pria di atas usia 70 memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis dibandingkan dengan yang lebih muda. Bagi wanita, penurunan estrogen pada saat menopause merupakan penyebab utama patah tulang. Untuk pria, penurunan testosteron dan penambahan usia menyebabkan tulang keropos.

2. Gaya hidup

Tubuh Anda membutuhkan kalsium, vitamin D, dan olahraga yang cukup untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat. Tubuh Anda mungkin tidak akan membuat cukup tulang baru jika:

  • Anda tidak makan cukup makanan tinggi kalsium.
  • Tubuh Anda tidak menyerap cukup kalsium dari makanan yang Anda makan.
  • Tubuh Anda membuang kalsium yang lebih dari biasanya dalam urin.

Kebiasaan yang dapat mempengaruhi kesehatan tulang Anda, termasuk:

  • Minum alkohol. Terlalu banyak minum alkohol dapat merusak tulang Anda. Ini juga dapat membuat Anda berisiko jatuh dan patah tulang.
  • Merokok. Pria dan wanita yang merokok memiliki tulang yang lebih lemah, dan wanita yang merokok setelah menopause memiliki kesempatan lebih tinggi untuk patah tulang.

Wanita muda yang tidak menstruasi untuk waktu yang lama juga memiliki risiko patah tulang dan osteoporosis lebih tinggi. Selain itu, berat tubuh yang rendah juga berkaitan dengan massa tulang rendah dan tulang rapuh.

3. Penyakit

Banyak kondisi medis kronis yang dapat membuat seseorang hanya bisa duduk di tempat tidur atau kursi. Hal ini membuat otot-otot, tulang pinggul, dan tulang punggung menjadi bantalan penopang berat badan. Kondisi medis yang dapat menyebabkan tulang keropos adalah:

Terkadang, obat-obatan yang mengobati kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan osteoporosis. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pengobatan penghalang hormon untuk kanker prostat atau kanker payudara.
  • Obat yang digunakan untuk mengobati kejang atau epilepsi.
  • Obat-obatan glukokortiroid (steroid), jika dikonsumsi oral setiap hari selama lebih dari 3 bulan, atau beberapa kali selama setahun.

Perawatan atau kondisi yang menyebabkan kalsium atau vitamin D sulit diserap juga dapat menyebabkan tulang lemah. Beberapa di antaranya adalah:

  • Operasi bypass lambung.
  • Cystic fibrosis.
  • Kondisi lain yang mencegah usus kecil menyerap nutrisi dengan baik.

Orang dengan gangguan makanan, seperti anoreksia atau bulimia, juga berisiko lebih tinggi untuk osteoporosis.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

    Menghabiskan waktu di rumah selama pandemi cenderung membuat orang jadi pasif. Padahal, kurang gerak merupakan salah satu penyebab keropos tulang.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    penyebab keropos tulang 1
    Osteoporosis, Health Centers 14 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Fungsi Vitamin D yang Bermanfaat Selama Puasa

    Salah satu nutrisi yang baik selama menjalani sebulan penuh puasa adalah vitamin D. Mengapa? Seberapa penting vitamin D saat puasa.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Hari Raya, Ramadan 30 April 2020 . Waktu baca 3 menit

    Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

    Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Osteoporosis, Health Centers 12 Januari 2020 . Waktu baca 6 menit

    5 Perawatan Plus Komplikasi dari Kontraktur Dupuytren (Masalah Jari Tertekuk)

    Kontraktur dupuytren menyebabkan jari tertekuk. Berikut pengobatan untuk kontraktur dupuytren sekaligus komplikasi yang mungkin terjadi.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Tips Sehat 16 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cedera kaki pakai tongkat kruk

    Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    komplikasi osteoporosis

    Berbagai Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    pencegahan osteoporosis

    6 Langkah Pencegahan Osteoporosis Agar Tulang Tetap Kuat

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    penyebab tulang keropos

    Mengenali Berbagai Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko dari Osteoporosis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit