3 Hal yang Membuat Tulang Mudah Patah

Oleh

Tulang mudah patah bukan hanya membuat Anda rentan cedera, tapi juga dapat membuat tinggi badan Anda menjadi lebih pendek. Pada akhirnya, tubuh Anda juga akan semakin membungkuk. Ketika Anda memiliki tulang yang rapuh, hal-hal sepele, seperti bersin, membungkuk, dan melangkah dapat menyebabkan tulang patah. Patahnya tulang ini juga dapat mengarah kepada kecacatan dan kematian. Untuk mengetahui informasi mengenai penyebab tulang mudah patah, mari kita lihat selengkapnya berikut ini.

Penyebab utama tulang mudah patah

Tubuh Anda membutuhkan mineral kalsium dan fosfat untuk membuat dan menjaga kesehatan tulang. Selama hidup Anda, tubuh terus menyerap kembali tulang yang lama dan menciptakan tulang baru. Seluruh kerangka Anda diperbaharui setiap 10 tahun. Selama tubuh Anda memiliki keseimbangan tulang yang baik pada tulang baru dan tulang lama, maka tulang Anda sehat dan kuat. Tulang mudah patah terjadi karena tulang lama diserap ketika tulang baru dibuat. Terkadang ini tidak diketahui penyebabnya.

Tetapi, tulang mudah patah karena ukurannya kecil diturunkan dalam keluarga. Secara umum, perempuan lansia kulit putih lebih mungkin untuk mengalami kondisi ini. Tulang yang rapuh dan rentan dapat disebabkan oleh apapun yang membuat tulang di tubuh Anda rapuh atau yang membuat tubuh tidak memperbaharui tulang secara penuh. Tulang yang rapuh sangat mudah untuk patah, bahkan tanpa adanya cedera yang jelas.

1. Penuaan

Semakin Anda tua, tubuh malah menyerap kalsium dan fosfat dari tulang Anda, bukannya menjaga mineral ini dalam tulang. Hal inilah yang membuat tulang Anda lemah. Ketika proses ini mencapai tahap tertentu, inilah yang disebut sebagai osteoporosis. Sering kali, seseorang akan mengalami patah tulang sebelum tahu bahwa ia memiliki tulang rapuh.

Wanita di atas usia 50 dan pria di atas usia 70 memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis dibandingkan dengan yang lebih muda. Bagi wanita, penurunan estrogen pada saat menopause merupakan penyebab utama patah tulang. Untuk pria, penurunan testosteron dan penambahan usia menyebabkan tulang keropos.

2. Gaya hidup

Tubuh Anda membutuhkan kalsium, vitamin D, dan olahraga yang cukup untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat. Tubuh Anda mungkin tidak akan membuat cukup tulang baru jika:

  • Anda tidak makan cukup makanan tinggi kalsium.
  • Tubuh Anda tidak menyerap cukup kalsium dari makanan yang Anda makan.
  • Tubuh Anda membuang kalsium yang lebih dari biasanya dalam urin.

Kebiasaan yang dapat mempengaruhi kesehatan tulang Anda, termasuk:

  • Minum alkohol. Terlalu banyak minum alkohol dapat merusak tulang Anda. Ini juga dapat membuat Anda berisiko jatuh dan patah tulang.
  • Merokok. Pria dan wanita yang merokok memiliki tulang yang lebih lemah, dan wanita yang merokok setelah menopause memiliki kesempatan lebih tinggi untuk patah tulang.

Wanita muda yang tidak menstruasi untuk waktu yang lama juga memiliki risiko patah tulang dan osteoporosis lebih tinggi. Selain itu, berat tubuh yang rendah juga berkaitan dengan massa tulang rendah dan tulang rapuh.

3. Penyakit

Banyak kondisi medis kronis yang dapat membuat seseorang hanya bisa duduk di tempat tidur atau kursi. Hal ini membuat otot-otot, tulang pinggul, dan tulang punggung menjadi bantalan penopang berat badan. Kondisi medis yang dapat menyebabkan tulang keropos adalah:

Terkadang, obat-obatan yang mengobati kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan osteoporosis. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pengobatan penghalang hormon untuk kanker prostat atau kanker payudara.
  • Obat yang digunakan untuk mengobati kejang atau epilepsi.
  • Obat-obatan glukokortiroid (steroid), jika dikonsumsi oral setiap hari selama lebih dari 3 bulan, atau beberapa kali selama setahun.

Perawatan atau kondisi yang menyebabkan kalsium atau vitamin D sulit diserap juga dapat menyebabkan tulang lemah. Beberapa di antaranya adalah:

  • Operasi bypass lambung.
  • Cystic fibrosis.
  • Kondisi lain yang mencegah usus kecil menyerap nutrisi dengan baik.

Orang dengan gangguan makanan, seperti anoreksia atau bulimia, juga berisiko lebih tinggi untuk osteoporosis.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca