Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

manfmBersepeda menjadi salah satu olahraga favorit akhir-akhir ini.  Tidak hanya saat Car Free Day, semakin banyak yang memanfaatkan bersepeda dengan rute di lingkungan yang alami. Namun, apakah Anda tahu apa saja manfaat bersepeda terhadap kesehatan? Jika belum, berikut adalah beberapa manfaat bersepeda terhadap kesehatan yang perlu Anda tahu.

Manfaat bersepeda untuk kesehatan

Jika selama ini Anda sudah sering bersepeda ataupun baru akan mulai olahraga ini, Anda perlu mengetahui apa saja manfaatnya.

1. Mengendalikan berat badan

Bersepeda adalah cara yang baik untuk mengendalikan atau menurunkan berat badan, karena bersepeda dapat meningkatkan tingkat metabolisme, membangun otot, dan membakar lemak tubuh. Bersepeda membantu Anda untuk memastikan bahwa pengeluaran energi Anda lebih besar daripada asupan energi, karena Anda membakar kalori saat sedang bersepeda.

Jika Anda mencoba untuk menurunkan berat badan, Anda perlu mengombinasikan antara aktivitas bersepeda dengan pola makan yang sehat. Berapa banyak kalori yang Anda bakar saat bersepeda akan bergantung pada berapa lama, berapa jauh, dan berapa cepat Anda bersepeda. Namun sebuah studi telah menemukan bahwa manfaat bersepeda setengah jam setiap hari akan membakar hampir lima kilogram lemak lebih dari setahun.

2. Mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah

Bersepeda secara teratur dapat merangsang dan memperbaiki jantung, paru-paru, sirkulasi darah, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Bersepeda akan memperkuat otot jantung dan mengurangi kadar lemak dalam darah. Hal ini dibuktikan dalam studi di Denmark yang menunjukkan bahwa orang yang bersepeda secara rutin akan terpelihara dari penyakit jantung di usia tua.

3. Mengurangi risiko kanker

Jika Anda mempertahankan pola makan yang sehat dan bersepeda secara teratur, maka hal tersebut akan membantu Anda dalam mengurangi risiko kanker. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa orang yang memiliki tubuh bugar, bahkan di usia tua, berisiko lebih rendah untuk terkena kanker paru dan kanker kolorektal. Studi lain juga menunjukkan bahwa manfaat bersepeda secara teratur dapat mengurangi risiko kanker usus dan payudara.

4. Mengurangi risiko diabetes

Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab diabetes. Bersepeda adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko diabetes. Sebuah studi di Finlandia menunjukkan bahwa bahwa orang yang bersepeda lebih dari 30 menit per hari memiliki risiko lebih rendah untuk terkena diabetes.

5. Meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi otot tubuh

Manfaat bersepeda dapat mencegah Anda mengalami patah tulang akibat jatuh. Meskipun bersepeda tidak secara khusus membantu osteoporosis, namun, bersepeda merupakan bentuk latihan yang ideal bagi penderita osteoporosis, karena bersepeda adalah latihan ringan yang hanya akan memberikan tekanan sedikit kepada sendi.

Sebuah studi juga menemukan bahwa setelah mulai bersepeda, kondisi pasien lansia dengan nyeri lutut dan osteoartritis semakin membaik.

6. Mengurangi stres

Manfaat melakukan aktivitas fisik, termasuk bersepeda, akan membuat tubuh Anda memprodukdi hormon dopamin yang dapat meningkatkan rasa bahagia sehingga dapat mengurangi stres, atau bahkan depresi yang Anda alami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit