Mengenal 3 Jenis Trauma pada Kepala

Oleh

Terkena hantaman keras pada bagian kepala kemungkinan sudah menjadi hal biasa saat Anda melakukan berbagai aktivitas olahraga seperti bermain sepak bola, basket atau bertanding bela diri. Meskipun demikian, adanya trauma kepala dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius dan dampaknya dapat bermacam-macam, bergantung efek hantaman terhadap kepala bagian luar dan otak.

Apa itu trauma kepala?

Trauma kepala adalah segala bentuk cedera fisik yang mengenai bagian dahi, tulang kepala, atau otak. Trauma pada kepala tidak selalu berdampak serius terhadap secara langsung, namun kerusakan dapat berdampak terhadap jaringan di sekitar kepala, pembuluh darah bagian luar dan dalam tengkorak, dan tulang kepala terlebih dahulu.

Apa gejalanya jika trauma kepala sudah dalam tahap parah?

Segera periksa beberapa tanda berikut jika Anda curiga Anda atau orang di sekitar Anda mengalami trauma pada kepala yang parah:

  • Perhatikan apakah respon individu berkurang atau tidak ada sama sekali saat Anda berbicara atau berkontak fisik
  • Perhatikan tanda fisik di sekitar kepala; trauma serius dapat menyebabkan seseorang mengeluarkan cairan atau darah dari telinga atau hidung.
  • Waspadai jika ukuran pupil mata berbeda pada bagian kanan dan kiri.

Bergantung seberapa keras dan efeknya terhadap kepala atau otak, trauma pada kepala dapat dikelompokan menjadi beberapa tingkatan; concussion, contusion dan compression.

Concussion

Concussion atau benturan ringan adalah jenis trauma pada kepala yang memiliki tingkatan cedera paling ringan dan paling sering terjadi. Concussion ditandai dengan hantaman yang cukup kuat untuk memberikan efek getaran pada otak, namun biasanya tidak disertai dengan ada kerusakan pada jaringan di sekitar kepala.

BACA JUGA: Hati-hati, Menyundul Bola Bisa Mengganggu Fungsi Otak

Saat terjadi concussion, otak bergetar dan mengenai tulang tengkorak pada bagain dalam. Hal ini juga tidak selalu disebabkan karena hantaman yang mengenai kepala secara langsung, namun getaran yang diterima tubuh juga cukup kuat untuk menggetarkan kepala di dalam tengkorak seperti saat terjadi tabrakan antara dua orang atau saat terjatuh dari sepeda.

Concussion menyebabkan kehilangan kemampuan berpikir seseorang sementara waktu, dengan durasi yang bervariasi bergantung intensitas hantaman yang dialami otak. Gejala yang mungkin terjadi dapat berupa pusing, mual, mengantuk, kebingungan atau hilang kesadaran. Gejala tersebut juga tidak selalu terjadi secara  langsung namun dapat muncul beberapa hari setelah mengalami trauma.

Bagaimana menangani trauma kepala concussion?

Tidak ada penanganan spesifik untuk mengatasi concussion selama tidak ada cedera dan tanda trauma serius. Seseorang yang mengalama trauma kepala ringan sebaiknya segera berhenti beraktivitas dengan segera dan tidak kembali melakukan aktivitas yang memiliki risiko trauma pada kepala dalam beberapa waktu. Untuk mengurangi rasa sakit, gunakan obat seperti paracetamol, namun hindari konsumsi obat seperti ibuprofen dan aspirin, serta alkohol. Konsumsi nutrisi spesifik seperti protein, omega-3, vitamin D dan magnesium juga akan membantu pemulihan jika ada kerusakan otak. Selain itu diperlukan pemantauan gejala, jika gangguan bertahan hingga lebih dari seminggu segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lanjutan.

Contusion

Contusion adalah jenis trauma pada kepala yang juga ditandai dengan luka atau perdarahan pada kepala. Meskipun dapat berkaitan dengan concussion, gangguan kesehatan pada contusion disebabkan karena adanya luka akibat trauma pada kepala, sehingga hal tersebut perlu ditangani segera.

BACA JUGA: 10 Penyebab Sakit Kepala yang Disertai Mual

Contusion sering disebabkan benturan pada kepala saat terjatuh atau terkena hantaman benda tajam pada kepala. Selain perdarahan, contusion juga dapat disertai dengan luka serius seperti retaknya tulang tengkorak, pembengkakan pada wajah dan leher menjadi kaku. Luka pada contusion juga dapat disertai dengan gangguan kognitif yang cukup serius seperti perubahan kepribadian, berkurangnya kemampuan berpikir, kesulitan berbicara dan memahami pembicaraan serta gangguan fungsi koordinasi tubuh yang muncul beberapa waktu setelah trauma.

Bagaimana menangani trauma kepala contusion?

Hal pertama yang harus dilakukan pada penderita trauma contusion adalah mengecek respon dan kesadaran penderita kemudian dilanjutkan pertolongan pertama pada luka di kepala. Segera bawa penderita contusion ke pelayanan kesehatan jika menunjukan adanya luka serius dan memiliki kecenderungan gangguan kognitif.

PENTING: Dalam menolong luka pada bagian kepala atau contusion yang tidak sadarkan diri, terdapat beberapa larangan, di antaranya:

  • Jangan membasahi luka pada kepala
  • Jangan mencabut benda apapun yang menancap pada luka
  • Jangan menggerakkan, mengangkat, atau memindahkan penderita kecuali keadaan mendesak
  • Jangan menggoyangkan badan saat penderita tidak sadarkan diri
  • Jangan membuka pelindung kepala seperti helm dari penderita yang mengalami trauma kepala

Jika Anda ingin memberikan pertolongan saat penderita trauma di kepala yang tidak sadarkan diri, cobalah mencari bantuan dengan menghubungi pelayanan kesehatan terdekat dan mengamankan lingkungan dan memberikan jarak di sekitar penderita.

Compression

Compression adalah jenis trauma kepala yang dapat muncul bersamaan dengan gejala trauma concussion dan contusion. Compression atau dikenal juga dengan cerebral compression ditandai dengan adanya peningkatan tekanan cairan otak atau darah, yang perlahan menurunkan kesadaran seseorang. Meskipun hal tersebut juga dapat terjadi akibat adanya infeksi, tumor otak, atau stroke, cerebral compression juga sering diakibatkan trauma pada kepala.

BACA JUGA: Tips Meredakan Sakit Kepala Tanpa Obat

Cerebral compression lebih mudah dikenali pada orang lain dibandingkan pada diri sendiri. Perubahan perilaku atau gangguan berpikir dapat membuat penderitanya berpikir tidak logis. Namun dengan adanya riwayat trauma pada kepala, meskipun tidak ditandai dengan adanya luka, dapat meningkatkan kecurigaan gangguan cerebral compression. Penderita cerebral compression biasanya mengalami sakit kepala yang luar biasa, detak jantung yang kuat namun perlahan, perbedaan lebar pupil mata. lemas atau tidak bertenaga dan kehilangan kemampuan koordinasi.

Bagaimana mengatasi trauma kepala compression?

Gangguan cerebral compression memerlukan penanganan dini untuk mencegah kerusakan dan kematian dini, namun penderita memerlukan bantuan orang lain untuk mengenali gangguan dan merujuknya ke rumah sakit. Jika Anda curiga seseorang mengalami cerebral compression, segera hubungi dokter dan membantu penderita agar tetap dalam keadaan tenang serta pantau tandai vital seperti respon, detak jantung, dan napas hingga mendapat pertolongan.

Sumber