Epidural Hematoma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu epidural hematoma?

Epidural hematoma adalah perdarahan (hematoma) yang terjadi di antara bagian dalam tengkorak dan dura (selaput tebal yang menutupi otak). Perdarahan dalam ini kemudian menyebabkan pembengkakan otak yang mengakibatkan otak mengalami pergeseran.

Jika volume darahnya sangat besar, atau kejadiannya akut (tiba-tiba dan langsung), kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam otak. Tekanan tinggi di dalam otak berisiko mengakibatkan kerusakan jaringan otak, serta membahayakan nyawa jika tidak cepat ditangani.

Epidural hematoma dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak yang bisa memengaruhi kemampuan penglihatan, ucapan, gerak dan koordinasi tubuh, serta kesadaran. Jika tidak segera ditangani, epidural hematoma dapat menyebabkan kerusakan otak secara menyeluruh hingga bahkan kematian.

Perdarahan otak epidural seringnya diakibatkan oleh cedera kepala, baik dari kontak fisik olahraga, kecelakaan bermotor, maupun terjatuh.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala epidural hematoma?

Gejala perdarahan dalam yang menyebabkan epidural hematoma biasanya muncul beberapa menit atau beberapa jam setelah mengalami cedera kepala.

Beberapa gejala yang bisa muncul, antara lain:

  • Kebingungan
  • Pusing
  • Sakit kepala amat sangat
  • Mengantuk dan tingkat kewaspadaan menurun
  • Mual atau muntah
  • Pupil di salah satu mata membesar
  • Hilang kesadaran, yang dapat terjadi beberapa kali
  • Merasakan lemah pada salah bagian tubuh yang berlawanan dengan sisi pupil mata yang membesar

Anda mungkin akan mengalami pingsan segera setelah kecelakaan. Namun kemudian Anda tersadar dan awas selama beberapa saat, sebelum akhirnya Anda kembali tak sadarkan diri. Anda bahkan bisa mengalami koma.

Penyebab

Apa saja penyebab epidural hematoma?

Perdarahan epidural sering kali disebabkan oleh tengkorak yang retak pada anak-anak atau remaja. Hal ini dikarenakan selaput yang menutupi otak belum menempel dengan sempurna pada anak-anak, tidak seperti pada otak orang dewasa. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Penyebab paling umum dari perdarahan dalam otak ini adalah cedera parah pada bagian kepala, seperti kecelakan mobil atau motor, terjatuh, kekerasan fisik (berupa pukulan tangan, dengan benda tumpul, atau tendangan langsung ke kepala), maupun kecelakaan ketika berolahraga.

Terdapat beberapa faktor penyebab epidural hematoma yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, yaitu:

  • melakukan aktivitas fisik yang ekstrem, terlebih jika tidak mengenakan helm
  • memiliki kesulitan berjalan karena situasi dan kondisi tertentu
  • pernah mengalami trauma atau cedera di kepala
  • mengonsumsi obat antikoagulan atau pengencer darah
  • mengonsumsi alkohol
  • tidak memasang sabuk pengaman saat berkendara
  • mengidap gangguan pembekuan darah, misalnya kelainan pada trombosit

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Menurut situs MedlinePlus, dokter dan tim medis mungkin akan melakukan pemeriksaan pada otak dan sistem saraf Anda dengan CT scan atau MRI. Hasil pemeriksaan akan menunjukkan apakah ada bagian otak Anda yang tidak bekerja dengan normal.

Selain itu, pemeriksaan tersebut juga dapat mendeteksi adanya tanda-tanda peningkatan tekanan pada otak, seperti sakit kepala, muntah, serta kondisi mental yang kebingungan.

Jika terdapat tanda-anda tersebut, tim medis mungkin akan segera mengambil tindakan darurat berupa operasi untuk mencegah kerusakan otak yang semakin parah.

Apa saja pilihan pengobatan untuk epidural hematoma?

Pengobatan epidural hematoma akan bergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang Anda alami. 

1. Operasi

Pada kebanyakan kasus, epidural hematoma harus ditangani dengan prosedur operasi yang disebut dengan kraniotomi. Pada prosedur ini, dokter bedah akan membuka tengkorak kepala untuk menguras pendarahan dan mengurangi tekanan pada otak. 

2. Obat-obatan

Dokter mungkin juga akan memberikan Anda beberapa obat untuk sebelum operasi untuk masalah epidural hematoma yang dialami. Obat-obatan tersebut bertujuan untuk mengurangi pembengkakan, seperti manitol, gliserol, dan garam hipertonik.

Setelah operasi hematoma dilaksanakan, Anda juga akan diberikan obat yang mencegah kejang. Kemungkinan Anda akan mengonsumsi obat ini berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

3. Pemulihan pascaoperasi (fisioterapi)

Epidural hematoma dapat memakan waktu cukup lama untuk benar-benar pulih. Pasalnya, proses perawatannya itu sendiri dapat memakan waktu 6 bulan hingga mungkin dua tahun setelah Anda mengalami cedera tersebut.

Untuk mempercepat proses penyembuhan cedera kepala, pada umumnya Anda tidak diperbolehkan untuk melakukan pekerjaan berat yang dapat menyebabkan Anda kelelahan. Anda juga disarankan untuk memperbanyak beristirahat dan tidur yang cukup serta menghindari alkohol.

Jika perdarahan otak ini menyebabkan Anda mengalami cacat atau luka seperti lemah dan kesulitan berjalan, kelumpuhan, kehilangan kemampuan indera perasa, dokter akan merujuk Anda ke ahli fisioterapi untuk membantu melatih kemampuan fisik Anda.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini?

Epidural hematoma paling sering disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang paling utama adalah memastikan keselamatan berkendara, seperti:

  • Mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas
  • Gunakan atribut berkendara yang lengkap, seperti helm SNI yang ukurannya sesuai atau sabuk pengaman saat berkendara dengan mobil
  • Menggunakan atribut kemanan sesuai dengan standar operasional keamanan di tempat kerja

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Trauma Otak

Trauma otak adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Penyebab Cedera Testis dan Cara Menanganinya

Walau cedera testis relatif jarang terjadi, kaum Adam tetap harus berhati-hati karena tak menutup kemungkinan Anda bisa mengalaminya suatu saat nanti.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Jangan Cuma Ditontonin! Lakukan ini Jika Anda Melihat Kecelakaan di Jalan

Kecelakaan lalu lintas selalu menarik perhatian. Tapi jangan cuma ditontonin. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu mereka yang membutuhkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Penyebab Muncul Rasa Nyeri pada Bahu dan Cara Mengatasinya

Nyeri pada bahu bisa menghambat kemampuan Anda untuk bergerak bebas jika tidak ditangani dengan baik. Begini cara yang benar untuk obati bahu yang sakit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 17 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tortikolis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
hematohidrosis keringat darah

Hematohidrosis Adalah Keringat Berdarah, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
perdarahan-subarachnoid

Perdarahan Subarachnoid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit