10 Gejala Lupus Pada Wanita yang Perlu Diwaspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Meskipun lupus termasuk penyakit yang dapat menyerang semua jenis kelamin, Womens Health mencatat bahwa 90 persen pasien lupus adalah wanita. Parahnya, penyakit lupus banyak menyerang wanita yang berada di dalam masa produktif. Pimpinan Division of Rheumatology and Lupus Center di NYU Langone Health, dr. Jill Buyon mengatakan bahwa lupus adalah penyakit autoimun yang tidak bisa disembuhkan dan belum ditemukan obatnya. Untuk mengenalinya, berikut berbagai gejala pada lupus.

Apa itu penyakit lupus?

penyakit lupus bisa sembuh

Lupus adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ Anda sendiri. Disebut kronis karena tanda dan gejalanya muncul cukup lama, sekitar lebih dari enam minggu bahkan hingga bertahun-tahun.

Pada penyakit lupus, sistem kekebalan tubuh mengalami kekeliruan. Pada orang dengan penyakit lupus, sistem imunnya tidak bisa membedakan mana “penyerbu” asing dari luar dan mana jaringan sehat. Akibatnya, antibodi yang seharusnya diciptakan untuk melawan kuman penyebab penyakit malah menyerang dan menghancurkan jaringan sehat di tubuh.

Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan peradangan, rasa sakit, dan kerusakan di berbagai bagian tubuh. Peradangan yang disebabkan oleh lupus biasanya bisa memengaruhi sistem tubuh termasuk persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

Jenis-jenis penyakit lupus

fakta lupus yang harus diketahui

Dilansir dari Lupus Foundation of America, kondisi yang juga disebut penyakit seribu wajah ini memiliki empat jenis berbeda, yaitu:

Systemic lupus erythematosus

Kondisi yang satu ini merupakan bentuk paling umum dari lupus. Gejala yang ditimbulkannya bisa ringan, bisa juga berat. Biasanya penyakit ini menyerang beberapa organ utama, yaitu ginjal, sistem saraf dan otak, hingga jantung. Oleh, sebab itu, lupus sistemik cendeung lebih parah dibandingkan dengan jenis lupus lainnya.

Cutaneous lupus erythematosus

Pada jenis ini, lupus hanya menyerang kulit. Akibatnya, orang yang terkena kondisi ini akan memiliki ruam luka di kulitnya. Biasanya ruam yang muncul yaitu ruam diskoid yaitu kondisi saat kulit bersisik dan mengalami kemerahan tetapi tidak terasa gatal.

Selain itu, lupus jenis ini juga menyebabkan ruam di pipi dan jembatan hidung. Kondisi ini dikenal sebagai ruam kupu-kupu karena bentuknya menyerupai hewan tersebut.

Selain itu, ruam dan luka lainnya bisa muncul pada wajah, mulut, hidung, vagina, leher, atau kulit kepala terutama area yang terpapar sinar matahari. Kerontokan rambut dan perubahan warna kulit juga menjadi gejala dari jenis lupus yang satu ini.

Lupus erythematosus akibat obat

Jenis penyakit peradangan kronis yang satu ini biasanya disebabkan oleh obat tertentu. Biasanya gejala lupus yang dipicu oleh obat ini mirip dengan lupus sistemik tetapi jarang sampai menyerang organ-organ utama. Umumnya obat yang paling sering dikaitkan dengan jenis lupus yang satu ini, yaitu:

  • Hydralazine, untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Procainamide, untuk mengatasi detak jantung yang tidak teratur.
  • Isoniazid, untuk mengatasi tuberkulosis.

Jenis penyakit lupus yang satu ini biasanya lebih sering menyerang pria. Akan tetapi, tidak semua orang yang menggunakan obat ini pasti mengalami lupus. Umumnya, gejala mirip lupus akan hilang dalam waktu enam bulan setelah pengobatan ini dihentikan.

Lupus neonatal

Jenis lupus yang satu ini sebenanya kasus langka yang menyerang bayi perempuan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh antibodi dari ibu yang memengaruhi bayi di dalam rahim. Saat lahir, bayi akan mengalami ruam kulit, masalah hati, atau jumlah sel darah yang rendah.

Akan tetapi, gejala ini biasanya akan hilang sepenuhnya setelah beberapa bulan. Sebagian bayi yang lahir dengan lupus neonatal juga bisa memiliki kelainan jantung serius. Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter akan membantu mengidentifikasi risiko pada ibu sehingga bayi bisa diobati sebelum dilahirkan.

Penyebab penyakit lupus

sinar matahari pagi menurunkan berat badan

Selain disebabkan oleh kekeliruan sistem kekebalan tubuh, kondisi yang satu ini juga kerap dipicu oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Sinar matahari, paparannya bisa memicu respons bagian dalam tubuh pada orang yang rentan.
  • Infeksi, bisa memicu lupus atau menyebabkan kekambuhan gejala pada sebagian orang.
  • Obat-obatan, bisa dipicu oleh obat-obatan tertentu. Biasanya gejalanya akan membaik ketika berhenti minum obat tersebut.

Gejala penyakit lupus

Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Semakin cepat penyakit ini dideteksi, berbagai gejalanya bisa ditangani sedini dan seefektif mungkin. Namun, lupus terkadang sulit untuk didiagnosis karena tanda dan gejalanya sering kali mirip dengan penyakit lain. Berikut berbagai gejala lupus yang patut diwaspadai.

1. Ruam di wajah yang mirip kupu-kupu

Gejala lupus pada wanita yang pertama dan sangat khas adalah ruam kulit di wajah. Biasanya, ruam akan muncul layaknya kupu-kupu, memanjang dari tulang hidung, kedua pipi, hingga tulang rahang. Jenis ruam seperti ini disebut sebagai butterfly rash. Biasanya hal ini terjadi karena kulit mengalami sensitivitas terhadap cahaya.

2. Nyeri otot dan sendi

Rasa nyeri pada otot dan sendi biasanya muncul di pagi hari saat bangun tidur. Selain nyeri, sendi juga mengalami pembengkakan dan terasa kaku. Biasanya bagian yang terkena yakni pergelangan tangan, buku-buku jari, dan jari-jari. Nyeri sendi pada lupus umumnya hanya muncul di satu sisi tangan saja.

Selain itu, pembengkakan dan rasa nyeri ini cenderung datang dan pergi, tidak bertambah parah dari hari ke hari seperti rematik.

3. Nyeri dada

Lupus dapat memicu peradangan pada selaput yang melapisi paru-paru dan jantung. Akibatnya, orang yang mengidap lupus akan merasakan nyeri dada dan sesak napas.

4. Mudah lelah

Lupus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pada sel-sel darah. Misalnya jumlah sel darah putih yang terlalu rendah, trombosit darah yang terlalu rendah, atau sel darah merah yang rendah hingga mengakibatkan anemia.

Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah dan kurang bergairah. Tak hanya itu, tubuh yang terserang lupus juga lebih mudah lelah karena berbagai organ tubuh Anda fungsinya mulai terganggu.

5. Masalah pada ginjal

Ginjal menjadi salah satu organ tubuh yang bisa mengalami komplikasi akibat lupus. Para ahli berpendapat hal ini dikaitkan dengan sel antibodi yang seharusnya melindungi tubuh justru berbalik menyerang tubuh, salah satunya ginjal. Kondisi ini terkadang mengakibatkan kerusakan permanen pada ginjal.

Salah satu gejala lupus yang menyebabkan masalah pada ginjal, antara lain kenaikan berat badan, pergelangan kaki bengkak, tekanan darah tinggi, dan penurunan fungsi ginjal.

6. Gangguan mental dan fungsi otak

Jika seseorang mengidap lupus, sistem saraf pusatnya akan terganggu. Kondisi ini mengakibatkan berbagai masalah mental seperti depresi, cemas, rasa takut, hingga kebingungan yang tidak beralasan.

Tak hanya itu, lupus juga bisa menyerang otak yang bisa mengakibatkan seseorang menjadi kejang dan kehilangan ingatan untuk sementara. Oleh karena itu, jika Anda mengalami hal ini disertai gejala lupus lainnya, segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

7. Demam

Orang yang terkena lupus sering kali mengalami demam yang biasanya lebih dari 38 derajat celcius. Hal ini terjadi sebagai respons tubuh terhadap peradangan dan infeksi.

Oleh karena itu, suhu tubuh akan meningkat melebihi normal. Jika demam tidak kunjung turun selama berhari-hari, Anda perlu segera menemui dokter untuk meminta diagnosis yang tepat mengenai kondisi Anda saat ini.

8. Berat badan turun secara tiba-tiba

Penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas bisa menjadi salah satu tanda penyakit serius. Pada lupus, hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terganggu yang akhirnya memengaruhi tiroid dan hormon tertentu.

Akibatnya, Anda bisa kehilangan berat badan sebanyak beberapa kilogram tanpa alasan yang jelas.

9. Rambut yang menipis

Penipisan rambut menjadi salah satu gejala lupus pada wanita akibat peradangan di kulit kepala. Biasanya hal ini juga disebabkan oleh kadar tiroid yang terlalu rendah atau disebut juga hipotiroidisme.

Akibatnya, kerontokan mulai terjadi secara perlahan. Selain itu, rambut juga biasanya menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

10. Ulkus di mulut

Ulkus mulut menjadi salah satu gejala lupus yang muncul di masa-masa awal. Biasanya, luka akan terlihat di langit-langit mulut, gusi, di pipi bagian dalam, dan juga bibir. Luka ini tak selalu mengakibatkan nyeri, tapi bisa juga ditandai dengan kondisi mulut yang kering.

Meski begitu, tidak semua orang akan mengalami kesepuluh gejala lupus di atas. Bisa jadi, beberapa orang hanya mengalami satu atau dua gejala. Itu sebabnya sulit menjadikan gejala-gejala ini sebagai acuan mutlak.

Hal yang terpenting adalah Anda harus peka terhadap tubuh Anda sendiri. Jangan ragu untuk periksa ke dokter jika Anda mengalami berbagai gejala yang tidak biasa dan muncul tanpa penyebab yang jelas.

Faktor risiko penyakit lupus

masalah kesehatan wanita

Berikut berbagai faktor yang membuat seseorang lebih rentan terkena lupus dibandingkan dengan yang lainnya, yaitu:

  • Jenis kelamin, dibandingkan dengan pria, penyakit peradangan kronis ini lebih sering menyerang wanita.
  • Usia, meski kerap terjadi di semua usia rentang usia, tetapi kondisi ini paling sering menyerang di usia 15 sampai 45 tahun.
  • Ras, lebih sering terjadi pada wanita Hispanik, Asia, dan Amerika asli.
  • Riwayat keluarga, orang yang keluarganya memiliki lupus lebih berisiko terkena penyakit ini.

Komplikasi penyakit lupus

gejala kanker ginjal

Peradangan yang disebabkan oleh lupus bisa memengaruhi berbagai bagian area tubuh, seperti:

  • Ginjal, menyebabkan kerusakan ginjal serius dan gagal ginjal.
  • Otak dan sistem saraf pusat, menyebabkan masalah pada ingatan, linglung, sakit kepala, dan stroke.
  • Darah dan pembuluh darah, menyebabkan peradangan pada pembuluh darah (vasculitis).
  • Paru-paru, meningkatkan risiko radang selaput rongga dada, perdarahan paru, dan pneumonia.
  • Jantung, menyebabkan radang otot jantung, arteri, dan membran jantung.
  • Infeksi, orang dengan lupus lebih rentan terkena infeksi jenis apa pun.
  • Kanker, meningkatkan risiko kanker meski kecil kemungkinannya.
  • Kematian jaringan tulang, terjadi akibat suplai darah ke tulang berkurang.
  • Komplikasi kehamilan, lupus meningkatkan risiko preeklampsia dan kelahiran prematur.

Pengobatan penyakit lupus

obat penyebab lupus

Perawatan dokter

Belum ada obat khusus untuk mengobati lupus. Akan tetapi, obat-obatan tertentu bisa membantu meredakan gejala yang dirasakan. Selain itu, beberapa obat juga dimaksudkan untuk mengurangi risiko kerusakan organ. Berikut obat-obatan yang biasanya diresepkan untuk pengidap lupus, yaitu:

Antiradang dan penghilang rasa sakit

Obat antiradang dan penghilang rasa sakit dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala lupus, seperti demam, radang sendi, dan rasa sakit di bagian tubuh lainnya. Aspirin, acetaminophen, naproxen, dan ibuprofen menjadi obat-obatan yang sering diresepkan dokter.

Kortikoseroid

Obat yang satu ini dibuat untuk membantu mengurangi pembengkakan, peradangan, dan rasa sakit saat disentuh pada bagian tubuh yang meradang.

Prednison merupakan jenis obat kortikoseroid yang paling sering diresepkan untuk orang dengan penyakit yang disebut juga sebagai penyakit seribu wajah ini.

Metilprednisolon sebagai obat kortikosteroid dosis tinggi sering kali digunakan untuk mengendalikan masalah serius pada ginjal dan otak. Adapun efek samping yang sering muncul yaitu kenaikan berat badan, mudah memar, tulang rapuh, tekanan darah tinggi, dan meningkatnya risiko infeksi.

Antimalaria

Antimalaria merupakan obat resep yang berisi kombinasi steroid dengan obat lainnya. Biasanya obat yang satu ini paling sering diresepkan ketika pengidap lupus mengalami ruam kulit, sariawan, dan nyeri sendi.

Selain itu, obat ini juga cukup efektif untuk membantu mengatasi peradangan serta pembekuan darah ringan.

Obat antimalaria mengurangi produksi autoantibodi pada sistem kekebalan tubuh untuk melindungi efek kerusakan akibat lupus. Biasanya dua jenis antimalaria yang paling sering diresepkan yaitu hydroxychloroquine (Plaquenil®) dan chloroquine (Aralen®).

Akan tetapi, tak seperti kortikosteroid, obat antimalaria memiliki efek yang cenderung lebih lambat saat mengatasi gejala lupus. Efek samping yang dihasilkan obat ini cenderung ringan, seperti sakit perut dan perubahan warna kulit.

Imunosupresan

Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh biasanya digunakan untuk mengendalikan peradangan akibat sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Apalagi jika steroid tak lagi mampu mengendalikan gejala lupus.

Azathioprine (Imuran, Azasan), mycophenolate mofetil (CellCept) dan methotrexate (Trexall) merupakan jenis obat yang biasanya diresepkan dokter. Namun, obat yang satu ini juga memiliki efek samping yang tidak bisa disepelekan seperti peningkatan risiko infeksi, kerusakan hati, penurunan kesuburan, dan peningkatan risiko kanker.

Antikoagulan

Pembekuan darah menjadi salah satu gejala lupus yang bisa mengancam jiwa. Untuk itu, dokter biasanya akan meresepkan obat antikoagulan untuk membantu mengencerkan darah. Obat antikoagulan yang sering digunakan, yaitu aspirin dosis rendah, heparin (Calciparine®, Liquaemin®), dan warfarin (Coumadin®).

Perawatan rumahan

Selain obat-obatan, ada beberapa kebiasaan lain yang bisa membantu meringankan rasa sakit atau mengurangi kekambuhan gejala  lupus, yaitu:

  • Melakukan olahraga ringan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
  • Melindungi diri dari paparan sinar matahari dengan baju tertutup dan tabir surya.
  • Menjauhi stres agar gejala tak semakin buruk.
  • Berhenti merokok agar efek negatif lupus pada jantung terhindarkan.
  • Makan makanan sehat dengan gizi seimbang.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca