9 Tanda Tubuh Anda Kekurangan Vitamin B12

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Vitamin B12, yang dikenal sebagai kobalamin, adalah vitamin yang sangat penting untuk memproduksi sel darah merah dan meningkatkan fungsi sistem saraf. Vitamin ini dapat ditemukan secara alami pada daging, ikan, unggas, telur, dan susu. Sayangnya, kekurangan vitamin B12 justru umum terjadi, terutama pada lansia. Lantas, apa saja tanda dan gejala kekurangan vitamin B12? Berikut penjelasan lengkapnya.

Siapa saja yang berisiko kekurangan vitamin B12?

Kekurangan vitamin B12 lebih umum terjadi pada orang lanjut usia (lansia). Ini dikarenakan kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin B12 dari makanan berjalan lebih lambat seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, risiko kekurangan B12 juga rentan dialami oleh orang-orang dengan kondisi sebagai berikut:

  • Menjalani operasi yang menghilangkan bagian usus penyerap B12
  • Anemia berat yang membuat tubuh kesulitan saat menyerap vitamin B12
  • Penderita diabetes yang mengonsumsi obat metformin
  • Menjalani diet vegan yang ketat
  • Mengonsumsi obat antasida (obat asam lambung) dalam jangka panjang
  • Terkena penyakit yang memengaruhi penyerapan usus seperti penyakit Crohn, penyakit Celiac, serta infeksi bakteri atau parasit
  • Kelainan sistem kekebalan tubuh, seperti penyakit Graves atau lupus

Hal ini dapat diatasi oleh konsumsi makanan sumber vitamin B12 atau dengan suplemen tambahan. Namun, sebaiknya konsultasikan pada dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan saran terbaik sesuai kondisi Anda.

Tanda dan gejala tubuh kekurangan vitamin B12

Gejala kekurangan vitamin B12 biasanya tidak langsung terlihat jelas dan memakan waktu bertahun-tahun untuk muncul. Tanda dan gejala yang patut diwaspadai saat tubuh kekurangan vitamin B12 adalah sebagai berikut:

1. Kulit pucat

Orang yang mengalami kekurangan vitamin B12 sering terlihat pucat pada kulit dan bagian mata. Hal ini disebabkan kekurangan vitamin B12 berpengaruh pada turunnya produksi sel darah merah dalam tubuh.

Karena tubuh kekurangan vitamin B12, produksi DNA menjadi terhambat sehingga sel tubuh tidak terbentuk ataupun membelah secara sempurna akibatnya terjadi anemia megaloblastik, yaitu saat sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang Anda cenderung besar dan rapuh. Hal ini mengakibatkan sel darah tidak dapat keluar dari sumsum tulang belakang dan tidak mampu masuk ke sirkulasi darah. Karena itulah, tubuh tidak memiliki sel darah merah dan membuat kulit terlihat pucat.

2. Lelah dan letih

Gejala yang paling umum dari kekurangan vitamin B12 adalah tubuh mudah lelah walaupun Anda sudah cukup tidur semalaman. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak memiliki cukup bahan baku untuk membuat sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, oksigen tidak dapat diedarkan ke seluruh tubuh secara maksimal dan membuat tubuh Anda terasa lelah.

3. Tubuh seperti tertusuk jarum

Salah satu efek samping yang lebih serius dari defisiensi vitamin B12 dalam jangka panjang adalah kerusakan saraf. Hal ini terjadi seiring berjalannya waktu, karena vitamin B12 memegang peran penting dalam menjaga metabolisme tubuh dengan menghasilkan zat lemak myelin. Myelin inilah yang mengelilingi dan melindungi saraf.

Tanpa vitamin B12, myelin diproduksi secara berbeda dan sistem saraf Anda tidak dapat berfungsi dengan baik. Gejala yang umum terjadi adalah parestesia atau sensasi tertusuk jarum, terutama di bagian tangan dan kaki.

4. Keseimbangan menurun

Gejala ini masih berhubungan dengan gejala sebelumnya. Jika defisiensi vitamin B12 tidak segera diobati, kerusakan pada sistem saraf dapat menyebabkan gangguan saat Anda berjalan dan bergerak.

Saat sistem saraf mulai terganggu, kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh sehingga dapat membuat Anda lebih mudah jatuh. Gejala ini paling sering terlihat pada lansia yang rentan terhadap defisiensi vitamin B12. Namun jangan salah, hal ini juga mungkin terjadi pada orang usia muda yang mengalami defisiensi vitamin B12 yang cukup parah dan tidak diobati.

5. Glositis dan sariawan

Suatu penelitian menunjukkan bahwa lidah bengkak dan meradang dengan lesi panjang di atasnya bisa menjadi tanda awal kekurangan vitamin B12. Kondisi ini disebut dengan glositis. Jika Anda mengalami glositis, lidah Anda mengalami perubahan warna dan bentuk sehingga terasa nyeri, merah, dan bengkak. Kondisi ini bahkan dapat membuat Anda sulit makan dan berbicara.

Selain itu, beberapa orang dengan defisiensi B12 mungkin mengalami gejala penyakit mulut lainnya seperti sariawan, sensasi tertusuk jarum di bagian lidah, atau rasa terbakar dan gatal di mulut.

6. Sesak napas dan pusing

Gejala anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan beberapa orang merasa sesak napas dan pusing. Hal ini terjadi ketika tubuh tidak mampu mengangkut cukup oksigen ke seluruh sel tubuh. Akan tetapi, gejala ini juga bisa disebabkan oleh banyak penyebab lainnya. Untuk memastikannya segera konsultasikan pada dokter untuk diagnosis yang lebih tepat.

7. Penglihatan kabur

Salah satu gejala defisiensi vitamin B12 lainnya adalah penglihatan kabur. Hal ini terjadi akibat kerusakan sistem saraf optik akibat kekurangan asupan vitamin B12. Kondisi ini jarang terjadi, tapi perlu diwaspadai tanda dan gejalanya.

8. Mood labil

Faktanya, sejumlah penelitian menemukan bahwa kadar vitamin B12 yang rendah dapat dikaitkan dengan gangguan suasana hati (mood) dan otak, contohnya depresi dan demensia. Teori menunjukkan bahwa kadar homosistein yang tinggi akibat rendahnya vitamin B12 dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak dan mengganggu sinyal dari dan ke otak. Akibatnya, penderita mengalami perubahan mood yang tidak stabil.

Hal ini dapat diatasi dengan minum suplemen untuk membantu memperbaiki mood Anda. Namun, ini bukan berarti bisa menggantikan peran pengobatan dari dokter yang telah terbukti ampuh mengobati depresi atau demensia.

9. Badan panas

Naiknya suhu tubuh akibat defisiensi vitamin B12 termasuk sangat jarang terjadi. Prosesnya belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa dokter telah melaporkan penurunan kasus demam setelah pasien diberikan obat dengan kadar vitamin B12 dosis rendah.

Penting untuk diingat bahwa suhu tubuh yang tinggi lebih sering disebabkan oleh penyakit tertentu ketimbang defisiensi vitamin B12. Karena itu, segera konsultasikan pada dokter untuk diagnosis yang lebih tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit