Cara Mengatur Gaya Hidup Sehat untuk Penderita Autoimun

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Ketika sistem imun menyerang sel sehat dalam tubuh karena salah mengkategorikan sel, sehingga dapat merugikan sistem kekebalan tubuh, kondisi ini dinamakan autoimun.

Sistem imun normal berperan sebagai pelindung tubuh dari virus, bakteri, dan berbagai ancaman dari luar agar tubuh tetap bekerja secara normal. Biasanya sistem imun dapat membedakan mana sel-sel yang ada dalam tubuh dan mana sel asing.

Apa yang menyebabkan seseorang mengalami autoimun?

Sebuah penelitian di tahun 2014 menunjukan, wanita lebih rentan terkena penyakit sistem kekebalan tubuh. Dengan perbandingan 2 banding 1 atau sekitar 6.4% wanita dan 2.7% pria. Penyakit autoimun tertentu seperti sklerosis dan lupus diturunkan karena riwayat keluarga.

Dokter belum tahu pasti apa yang menyebabkan seseorang menderita kelainan pada sistem kekebalan tubuh ini. Namun, para peneliti mencurigai faktor-faktor seperti keturunan, menu makanan, dan lingkungan yang mungkin menyebabkan kondisi ini.

Penyakit autoimun yang umum dan gejalanya

Gejala awal dari penyakit autoimun memiliki kemiripin antara satu dan yang lainnya. Di antaranya seperti selalu merasa lelah, rasa sakit pada otot, pembengkakan, dan terjadi kemerahan di beberapa bagian tubuh.

Gaya hidup untuk pengidap autoimun

Anda dapat mulai mempertimbangkan perubahan gaya hidup agar tetap bisa menjalankan aktivitas normal meskipun mengidap autoimun. Perlu diingat, belum ada pengobatan untuk sembuh dari penyakit ini.

Berikut gaya hidup sehat yang bisa diterapkan bagi penderita autoimun.

Mulai mengatur pola makan

Makanan sehat tentu mengandung gizi dan nutrisi yang lebih baik. Nutrisi yang baik dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan meringankan gejala autoimun. Makanan dengan kandungan rendah lemak yang seimbang sangat direkomendasikan.

Usahakan untuk melengkapi menu makanan Anda dengan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan juga makanan yang tinggi kalsium. Lebih baik lagi jika Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai perubahan pola makan agar sesuai dengan penyakit yang diderita.

Olahraga secara teratur

Olahraga sangat vital bagi kesehatan tubuh luar maupun dalam. Anda setidaknya perlu berolahraga 30 menit setiap hari atau setidaknya 5-6 hari dalam seminggu. Jangan lupa untuk menanyakan pada dokter gerakan apa saja yang diperbolehkan dan aman bagi Anda.

Mengatur stres

Lakukan kegitan atau hobi yang dapat membantu mengurangi stres. Beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan sepeti yoga, meditasi, dan masih banyak lagi. Jika memiliki hobi, Anda dijamin tidak akan kesulitan untuk meredakan stres.

Tidur yang cukup

Ketika Anda tidak mendapatkan durasi tidur yang cukup, hal ini akan mengakibatkan tubuh tidak dalam kondisi terbaik. Meningkatnya stres adalah salah satu contoh dari kurang tidur. Stres dapat mengikabatkan berbagai masalah pada tubuh dan satu di antaranya adalah autoimun.

Targetkan untuk setidaknya mendapatkan waktu tidur selama tujuh jam setiap malam agar pikiran dapat kembali segar dan tubuh bisa memperbaiki kerusakan jaringan yang terjadi selama Anda beraktivitas.

Mengatur waktu lebih baik

Kelelahan merupakan gejala sekaligus penyebab dari autoimun yang sering terjadi. Ketika merasa bugar, seseorang biasanya langsung melakukan semua pekerjaan dalam waktu sesingkat mungkin. Padahal hal ini dapat membuat Anda semakin kelelahan.

Lebih baik atur waktu dengan menjadwalkan aktivitas secara seimbang. Prioritaskan mana yang lebih penting dan mana tugas yang dapat ditunda untuk dikerjakan terakhir.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 29, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca