Cara Mengatur Gaya Hidup Sehat untuk Penderita Autoimun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/12/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Ketika sistem imun menyerang sel sehat dalam tubuh karena salah mengkategorikan sel, sehingga dapat merugikan sistem kekebalan tubuh, kondisi ini dinamakan autoimun.

Sistem imun normal berperan sebagai pelindung tubuh dari virus, bakteri, dan berbagai ancaman dari luar agar tubuh tetap bekerja secara normal. Biasanya sistem imun dapat membedakan mana sel-sel yang ada dalam tubuh dan mana sel asing.

Apa yang menyebabkan seseorang mengalami autoimun?

Sebuah penelitian di tahun 2014 menunjukan, wanita lebih rentan terkena penyakit sistem kekebalan tubuh. Dengan perbandingan 2 banding 1 atau sekitar 6.4% wanita dan 2.7% pria. Penyakit autoimun tertentu seperti sklerosis dan lupus diturunkan karena riwayat keluarga.

Dokter belum tahu pasti apa yang menyebabkan seseorang menderita kelainan pada sistem kekebalan tubuh ini. Namun, para peneliti mencurigai faktor-faktor seperti keturunan, menu makanan, dan lingkungan yang mungkin menyebabkan kondisi ini.

Penyakit autoimun yang umum dan gejalanya

Gejala awal dari penyakit autoimun memiliki kemiripin antara satu dan yang lainnya. Di antaranya seperti selalu merasa lelah, rasa sakit pada otot, pembengkakan, dan terjadi kemerahan di beberapa bagian tubuh.

Gaya hidup untuk pengidap autoimun

Anda dapat mulai mempertimbangkan perubahan gaya hidup agar tetap bisa menjalankan aktivitas normal meskipun mengidap autoimun. Perlu diingat, belum ada pengobatan untuk sembuh dari penyakit ini.

Berikut gaya hidup sehat yang bisa diterapkan bagi penderita autoimun.

Mulai mengatur pola makan

Makanan sehat tentu mengandung gizi dan nutrisi yang lebih baik. Nutrisi yang baik dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan meringankan gejala autoimun. Makanan dengan kandungan rendah lemak yang seimbang sangat direkomendasikan.

Usahakan untuk melengkapi menu makanan Anda dengan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan juga makanan yang tinggi kalsium. Lebih baik lagi jika Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai perubahan pola makan agar sesuai dengan penyakit yang diderita.

Olahraga secara teratur

Olahraga sangat vital bagi kesehatan tubuh luar maupun dalam. Anda setidaknya perlu berolahraga 30 menit setiap hari atau setidaknya 5-6 hari dalam seminggu. Jangan lupa untuk menanyakan pada dokter gerakan apa saja yang diperbolehkan dan aman bagi Anda.

Mengatur stres

Lakukan kegitan atau hobi yang dapat membantu mengurangi stres. Beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan sepeti yoga, meditasi, dan masih banyak lagi. Jika memiliki hobi, Anda dijamin tidak akan kesulitan untuk meredakan stres.

Tidur yang cukup

Ketika Anda tidak mendapatkan durasi tidur yang cukup, hal ini akan mengakibatkan tubuh tidak dalam kondisi terbaik. Meningkatnya stres adalah salah satu contoh dari kurang tidur. Stres dapat mengikabatkan berbagai masalah pada tubuh dan satu di antaranya adalah autoimun.

Targetkan untuk setidaknya mendapatkan waktu tidur selama tujuh jam setiap malam agar pikiran dapat kembali segar dan tubuh bisa memperbaiki kerusakan jaringan yang terjadi selama Anda beraktivitas.

Mengatur waktu lebih baik

Kelelahan merupakan gejala sekaligus penyebab dari autoimun yang sering terjadi. Ketika merasa bugar, seseorang biasanya langsung melakukan semua pekerjaan dalam waktu sesingkat mungkin. Padahal hal ini dapat membuat Anda semakin kelelahan.

Lebih baik atur waktu dengan menjadwalkan aktivitas secara seimbang. Prioritaskan mana yang lebih penting dan mana tugas yang dapat ditunda untuk dikerjakan terakhir.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Selain mendeteksi keberadaan COVID-19 di tubuh, antibodi dapat digunakan untuk melawan virus terutama pasien yang pulih dari SARS. Apa hubungan keduanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 28/05/2020 . 4 mins read

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Gejala lupus di awal memang ringan. Namun, jika tidak diobati secepatnya, lupus bisa berkembang menjadi komplikasi yang memperparah kondisinya.

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 10/05/2020 . 6 mins read

4 Cara Alami Meningkatkan Kekebalan Tubuh Saat Puasa

Tubuh lemas saat puasa? Tidak perlu khawatir, coba tips ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda, agar tetap kuat dan sehat saat puasa.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hari Raya, Ramadan 26/04/2020 . 4 mins read

Panduan Sahur untuk Penderita Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun tidak harus jadi penghalang untuk berpuasa. Ini tips sahur sehat untuk penderita penyakit autoimun yang ingin berpuasa dengan nyaman.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hari Raya, Ramadan 23/04/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 mins read
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read
NSAID untuk autoimun

Apakah Obat-obatan NSAID Bisa Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020 . 5 mins read
Infeksi menyebabkan autoimun

Bisakah Penyakit Infeksi Menyebabkan Terjadinya Autoimun?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 4 mins read