Sering Pakai Flat Shoes? Hati-hati Peradangan Tumit

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kita semua kenal betul dengan rasa sakit dan pegal setelah seharian memakai sepatu hak tinggi menjulang. Demi menghindari pengalaman pahit ini, mungkin sebagian besar dari Anda lebih memilih sepasang flat shoes cantik yang nyaman di lain kali bepergian. Tapi tahukah Anda bahwa layaknya memakai stiletto runcing, memakai sepatu datar sebenarnya juga dapat mengancam kesehatan Anda?

Sering pakai flatshoes berisiko nyeri tumit

Flat shoes yang fleksibel membuat otot-otot kaki bekerja lebih keras, yang pada akhirnya dapat melatih kaki agar menjadi lebih kuat — ini merupakan pertanda baik. Di sisi lain, flat shoes yang terlalu datar tidak memberikan dukungan untuk lengkungan kaki serta bantalan penyerap benturan yang memadai.

Ketika hak sepatu terlalu rendah, atau ujung sepatu terlalu mengekang jari-jemari kaki, distribusi tekanan pada setiap langkah menjadi tegang. Tanpa adanya bantalan penyerap tekanan yang memadai, flat shoes dapat menarik paksa tendon achilles yang terentang dari belakang tumit ke sepanjang betis, dan juga otot-otot betis lainnya di belakang kaki.

Berjalan jauh dengan flat shoes juga bisa mengganggu bagian lain selain kaki

Berjalan menggunakan flat shoes menempatkan banyak beban pada sendi pergelangan kaki dan urat-urat tendon kaki, sehingga menyebabkan nyeri lengkungan, nyeri tumit, nyeri pergelangan kaki, atau nyeri lutut. Semua ini dapat berkontribusi terhadap stres fisik dan kelelahan yang Anda alami, namun mungkin tak pernah disadari bahwa sepatu Andalah pelakunya.

“Bila Anda memiliki dukungan lengkungan kaki yang buruk, cara berjalan menjadi bertumpu ke belakang dan dapat membuat tekanan pada punggung Anda,” ungkap Jeremy Smith, MD, seorang ahli bedah tulang belakang dan spesialis nyeri punggung di Orthopaedic Specialty Institute, California, dilansir dari Everyday Health.

Ditambah lagi, trauma mendarat keras pada tumit dan juga kurangnya dukungan lengkungan kaki dapat menyebabkan jaringan otot sepanjang kaki (plantar fascia) untuk teregang dan robek. Sehingga, rutin memakai flat shoes dapat menimbulkan risiko peradangan tumit yang menyakitkan, disebut plantar fasciitis — suatu kondisi yang menyebabkan nyeri tumit.

Masalah lain yang mungkin muncul dari pemakaian flat shoes rutin namun sering terlupakan adalah peningkatan risiko tertusuk benda asing yang bergeletakan di tanah akibat tipisnya hak dan bantalan perlindungan sepatu terhadap benturan.

Jadi, sepatu seperti apa yang baik untuk dipakai sehari-hari?

Sammy Margo, juru bicara Chartered Society of Physiotherapists, menyarakan untuk terus bergonta-ganti gaya sepatu Anda — dari tinggi ke rendah, sepatu keds ke boots — dan menghindari mengenakan sepasang sepatu tertentu secara terus menerus.

Lakukan peregangan kaki sebelum, selama, dan setelah memakai flat shoes dalam jangka waktu panjang, untuk membantu menjaga otot-otot kaki tetap santai dan tak rentan terhadap stres fisik. “Ini adalah saran yang harus diikuti oleh pria juga,” katanya. “Perubahan sekecil apapun perubahan hak sepatu dapat memicu masalah.”

Hal utama yang harus Anda fokuskan saat membeli sepatu baru adalah memastikan Anda memilih sepatu yang tepat untuk jenis kaki Anda dan masalah yang Anda alami. Sebagai permulaan, salah satu fitur yang paling penting untuk dicari dalam sepatu yang baik adalah lengkungan kaki — itu harus dirancang untuk bekerja dengan lengkungan alami kaki Anda. Sol sisipan atau sol tambahan yang dirancang khusus juga dapat membantu meringankan sakit punggung dalam beberapa kasus karena sol khusus ini mampu memberikan dukungan ekstra.

Tips membeli sepatu yang sehat

Ketika Anda siap untuk menambah koleksi sepatu Anda, tips ini dapat membantu:

  • Tunggu sampai sore hari untuk berbelanja sepatu. Kaki Anda secara alami “mengembang” setelah penggunaan konstan speanjang hari dan dapat membengkak dalam cuaca panas.
  • Memakai jenis kaus kaki yang sesuai untuk dikenakan dengan sepatu tertentu.
  • Minta pramuniaga toko sepatu untuk mengukur detail ukuran kaki Anda, dan perbaharui ukuran sepatu Anda setiap kali membeli sepatu baru. Jika ukuran satu kaki Anda lebih besar atau lebih luas dari yang lain, tak apa untuk menyocokkan ukuran yang sesuai dengan kaki yang lebih besar.
  • Coba dulu kedua sepatu. Pastikan sepatu tersebut memberikan ruangan kosong setidaknya 0,5-1 cm antara jari kaki terpanjang Anda dengan ujung dalam sepatu.
  • Uji coba sepatu baru sebelum dibeli dengan berjalan keliling. Ini berguna untuk merasakan apakah sepatu terasa nyaman/aneh saat dipakai. Apakah ada cukup ruang tersisa untuk tumit bernapas? Apakah haknya pas muat, sering terlepas, atau menekan kaki Anda? Jangan berpikiran bahwa sepatu baru hanya perlu dibiasakan dipakai agar nyaman dan melar. Cari sepatu yang pas dari awal
  • Percayakan insting kenyamanan Anda daripada ukuran sepatu yang tertera di kardus atau deskripsi iklannya. Ukuran bervariasi dari satu produsen yang lain. Dan tidak peduli seberapa nyaman iklan mengklaim sepatu tersebut, Andalah yang paling tahu benar/tidaknya
  • Rasakan bagian dalam sepatu untuk melihat apakah mereka memiliki ganjalan, jahitan, atau bahan lain yang mungkin bisa mengganggu kaki Anda atau menyebabkan lecet
  • Balikkan sepatu dan cek solnya. Apakah sol cukup kokoh untuk memberikan perlindungan dari benda tajam? Apakah sepatu itu memiliki bantalan? Juga, saat berjalan menguji coba sepatu, pertimbangkan apakah sol memberikan bantalan terhadap benturan yang memadai? Cobalah untuk berjalan di permukaan keras serta karpet untuk meraba-raba bagaimana sepatu terasa saat dipakai.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan? Rebahan karena ngantuk kekenyangan? Kebiasaan buruk ini bisa bikin perut panas dan perih, lho

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit