Komunitas adalah ruang aman tempat Anda dapat terhubung dengan anggota lain, mengomentari topik yang Anda minati, dan menerima saran tepercaya dari pakar medis seputar masalah kesehatan yang penting.
Insomnia merupakan gangguan tidur yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengatasi insomnia, salah satunya dengan obat tidur alami. Apa saja yang bisa dijadikan pilihan?
Pilihan obat tidur alami untuk atasi insomnia
Dalam jangka panjang,kurang tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Kondisi ini dapat membuat Anda lebih mudah sakit serta rentan mengalami kecelakaan saat berkendara.
Namun, ada cara alami yang mungkin bisa Anda pertimbangkan. Beberapa herbal berikut pun bisa dijadikan sebagai obat tidur alami.
1. Akar valerian
Akar valerian sejak lama sering digunakan sebagai pengobatan alami untuk mengatasi gejalagangguan kecemasan,depresi, menopause, hingga sulit tidur.
Menurut beberapa penelitian, konsumsi 300–900 mg suplemen akar valerian sebelum tidur dapat memicu rasa kantuk lebih cepat. Herbal ini diketahui juga dapat meningkatkan kualitas tidur.
Semua hasil penelitian tersebut dilihat berdasarkan pengukuran yang dilakukan selama tidur. Pengukuran dilakukan terhadap gelombang otak dan denyut jantung.
Penelitian dalamAmerican Journal of Medicine menyatakan, konsumsinya dalam jangka pendek terbilang aman. Namun, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari obat tidur herbal ini.
2. Teh chamomile
Teh chamomile merupakan minuman yang memiliki efek menenangkan. Efek tersebut bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks sehingga Anda lebih mudah beristirahat.
Selain itu, teh chamomile berbeda dengan teh pada umumnya yang biasa mengandung kafein. Teh dengan kandungan kafein dapat memperparah insomnia pada orang yang sensitif.
Menurut studi padaJournal of Advanced Nursing, teh chamomile dapat mengurangi masalah tidur pada ibu yang baru melahirkan. Konsumsinya membuat mereka dapat tidur lebih mudah.
Teh ini dibuat dari daun, bunga, dan batang chamomile kering. Agar terasa lebih nikmat saat diminum, Anda bisa menyeduhnya dengan tambahan madu dan perasan jeruk lemon.
3. Lavender
Obat tidur alami tidak selalu dalam bentuk makanan atau ekstrak yang dikonsumsi. Obat tidur herbal juga tersedia dalam bentuk minyak aromaterapi, salah satunya lavender.
Kemampuan lavender untuk meningkatkan kualitas tidur tidak lepas dari kandungan linalool di dalamnya. Komponen ini berinteraksi dengan zat kimia GABA untuk merelaksasi otak.
Ketika otak rileks, kecemasan dan stres yang menjadi penyebab susah tidur serta terbangun di malam hari akan berkurang.
Sejumlah penelitian menyebutkan ginseng merah dapat menjadi obat insomnia alami. Konsumsinya diketahui mengurangi stres dalam tubuh yang bisa menjadi penyebab susah tidur.
Selain itu, berbagai kandungan yang terdapat dalam ginseng merah juga dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak serta mengurangi potensi Anda terjaga di malam hari.
5. Passion flower
Studi berbasis hewan menunjukkan bahwa komponen aktif dalam passion flower dapat mendorong terjadinya slow wave sleep (tidur gelombang lambat) atau tidur nyenyak.
Selain itu, obat tidur herbal inijuga menghambat terjadinya fase tidurrapid eye movement (REM). Pada fase tidur ini, terjadi peningkatan tekanan darah, gerakan mata yang cepat dan gelisah, serta mimpi.
6. Makanan mengandung glisin
Glisin merupakan asam amino yang memainkan peran penting dalam kerja sistem saraf tubuh. Zat ini dapat mengembalikan ritme sirkadian.
Cara kerjanya yaitu dengan mengaktifkan reseptor NMDA pada bagian otak yang mengendalikan ritme sirkadian. Dengan begitu, fungsi ritme sirkadian dapat berjalan seperti seharusnya.
Ritme sirkadian sendiri merupakan jam biologis tubuh yang mengatur waktu untuk bangun dan tidur. Anda bisa mendapatkan glisin dari berbagai makanan, seperti:
ikan,
daging sapi,
kacang kedelai, dan
daging ayam.
7. Makanan dengan kandungan melatonin
Melatonin merupakan hormon yang bertugas untuk mendukung kinerja ritme sirkadian. Dengan adanya melatonin, Anda dapat tidur dengan baik.
Terganggunya produksi melatonin dalam tubuh dapat membuat Anda susah tidur. Selain diproduksi secara alami dari tubuh, hormon ini bisa diperoleh dari makanan seperti:
jamur,
buah ceri,
susu,
kacang almon, dan
kacang kenari.
8. Makanan kaya magnesium
Kekurangan magnesium meningkatkan risiko Anda untuk mengalami insomnia. Maka dari itu, Anda harus memastikan asupan mineral ini terpenuhi dengan baik dalam tubuh.
Beberapa makanan kaya magnesium yang bisa dijadikan obat tidur alami, antara lain:
sayuran hijau,
kacang-kacangan,
biji-bijian, dan
whole grain.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum minum obat tidur alami
Keampuhan beberapa obat tidur alami memang telah dibuktikan melalui beberapa penelitian. Namun, konsumsinya harus sesuai dengan rekomendasi dokter.
Beberapa obat bisa bereaksi dengan zat lain, sepertibenzodiazepine, alkohol, danantidepresan. Reaksi yang ditimbulkan bisa membuat kondisi Anda bertambah parah.
Obat tidur herbal juga tidak bisa dijadikan satu-satunya solusi untuk mengatasi insomnia. Pola tidur bersih atau sleep hygiene juga perlu diterapkan melalui langkah-langkah berikut.
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Using Magnesium for Better Sleep | Sleep Foundation. (2021). Retrieved 14 September 2022, from https://www.sleepfoundation.org/magnesium
The Surprising Natural Supplement That Can Help You Sleep. (2013). Retrieved 14 September 2022, from https://www.prevention.com/life/a20440408/red-ginseng-fights-stress/
Insomnia – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 14 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/insomnia/symptoms-causes/syc-20355167
Foods by Glycine content. (2022). Retrieved 14 September 2022, from https://www.nutritionvalue.org/foods_by_Glycine_content.html
Bent, S., Padula, A., Moore, D., Patterson, M., & Mehling, W. (2006). Valerian for Sleep: A Systematic Review and Meta-Analysis. The American Journal Of Medicine, 119(12), 1005-1012. doi: 10.1016/j.amjmed.2006.02.026
Chang, S., & Chen, C. (2015). Effects of an intervention with drinking chamomile tea on sleep quality and depression in sleep disturbed postnatal women: a randomized controlled trial. Journal Of Advanced Nursing, 72(2), 306-315. doi: 10.1111/jan.12836
Kawai, N., Sakai, N., Okuro, M., Karakawa, S., Tsuneyoshi, Y., & Kawasaki, N. et al. (2014). The Sleep-Promoting and Hypothermic Effects of Glycine are Mediated by NMDA Receptors in the Suprachiasmatic Nucleus. Neuropsychopharmacology, 40(6), 1405-1416. doi: 10.1038/npp.2014.326
Meng, X., Li, Y., Li, S., Zhou, Y., Gan, R., Xu, D., & Li, H. (2017). Dietary Sources and Bioactivities of Melatonin. Nutrients, 9(4), 367. doi: 10.3390/nu9040367
Guerrero, F., & Medina, G. (2017). Effect of a medicinal plant (Passiflora incarnata L) on sleep. Sleep Science, 10(3), 96-100. doi: 10.5935/1984-0063.20170018
Lillehei, A., Halcón, L., Savik, K., & Reis, R. (2015). Effect of Inhaled Lavender and Sleep Hygiene on Self-Reported Sleep Issues: A Randomized Controlled Trial. The Journal Of Alternative And Complementary Medicine, 21(7), 430-438. doi: 10.1089/acm.2014.0327
Versi Terbaru
28/10/2022
Ditulis oleh Bayu Galih Permana
Ditinjau secara medis olehdr. Nurul Fajriah Afiatunnisa