6 Rekomendasi Obat dari Dokter untuk Mengobati Radang Usus

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Ketika usus Anda meradang karena luka atau infeksi, rasa sakitnya pasti mengganggu aktivitas. Radang usus juga sering memunculkan gejala berupa sakit atau kram perut hingga diare atau sembelit. Nah, solusi paling jitu untuk mengakhiri penyakit pencernaan ini adalah dengan konsultasi ke dokter. Dokter nantinya akan memberikan obat yang sesuai dengan penyebab radang usus Anda agar cepat sembuh. Apa saja obatnya?

Beragam pilihan obat untuk radang usus

1. Obat antiradang

Dokter dapat memberikan salah satu obat antiradang dari golongan kortikosteroid atau amino salisilat untuk meredakan gejala Anda. Contohnya seperti mesalamine, balsalazide, dan olsalazine. Obat mana yang diresepkan untuk Anda akan tergantung pada area usus yang terkena radang.

Obat antiradang bekerja menghalangi produksi bahan kimia tertentu dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Obat ini juga efektif meredakan rasa sakit akibat kerusakan jaringan usus yang disebabkan peradangan.

2. Obat penekan sistem imun

Obat penekan sistem imun atau immunosuppressant sering diresepkan bagi pengidap radang usus yang disebabkan penyakit Crohn. Penyakit Crohn adalah penyakit autoimun yang membuat sistem imun berbalik menyerang jaringan usus sehat karena menganggapnya benda asing.

Obat ini bekerja menekan respons imun yang melepaskan bahan kimia penyebab peradangan di usus. Beberapa contoh obat imunosupresan misalnya azathioprine dan cyclosporine.

Selain itu, ada juga obat radang usus dari golongan TNF seperti infliximab, adalimumab, dan golimumab. Obat-obatan ini bekerja menetralkan protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh Anda.

Bagi sebagian orang, kombinasi beberapa obat dari golongan ini bekerja lebih baik daripada satu obat saja.

3. Obat antibiotik

Untuk mengatasi radang usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik. Antibiotik yang sering diresepkan adalah ciprofloxacin dan metronidazole. Obat antibiotik bekerja mematikan dan memperlambat perkembangan bakteri penyebab radang usus.

Antibiotik harus diminum dan dihabiskan sesuai aturan dokter. Jangan menghentikan, menambah, mengurangi, atau memperpanjang dosisnya tanpa sepengetahuan dokter. Cara konsumsi obat antibiotik yang tidak tepat dapat membuat bakteri semakin kebal dan radang usus Anda makin susah diobati.

4. Obat anti-diare

Diare dapat menjadi salah satu gejala radang usus yang Anda alami. Maka untuk meredakannya, dokter dapat meresepkan Anda obat diare berupa suplemen serat, seperti bubuk psyllium atau metilselulosa.

Untuk kasus radang usus dengan diare yang lebih parah, dokter akan meresepkan obat loperamide (Imodium A-D).

5. Obat penghilang rasa sakit

Peradangan di tubuh umumnya akan menyebabkan rasa sakit. Dokter akan meresepkan obat pereda nyeri NSAID seperti paracetamol untuk meredakan nyeri akibat radang usus.

Sementara jika gejala nyerinya parah, dokter dapat meresepkan obat antinyeri dengan dosis yang lebih kuat. Misalnya ibuprofen, naproxen, dan diclofenac sodium.

6. Suplemen nutrisi

Peradangan dapat membuat usus tidak bekerja maksimal untuk menyerap semua nutrisi dari makanan.

Maka dari itu, peradangan usus kronis dapat membuat Anda berisiko mengalami anemia defisiensi besi. Peradangan usus akibat penyakit Crohn juga dapat membuat Anda rentan mengalami kekurangan vitamin D, meski penyebab pastinya belum diketahui.

Guna mengatasi kekurangan gizi, dokter dapat meresepkan Anda suplemen sesuai kebutuhan. Misalnya suplemen zat besi, suplemen kalsium, suplemen vitamin D, atau kombinasi dari beberapa suplemen tertentu.

Konsultasikan ke dokter lebih lanjut untuk mengetahui obat mana yang paling sesuai untuk penyebab radang usus Anda, beserta dosis dan aturan pakainya yang tepat.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca