Penyebab Amenore, Kondisi yang Membuat Wanita Tidak Haid

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017
Bagikan sekarang

Jika Anda seorang wanita, menstruasi tentu sudah menjadi hal rutin yang Anda alami setiap bulannya, kecuali jika Anda sedang hamil atau sudah mengalami menopause. Namun, bagaimana bila Anda tidak haid meski tidak sedang hamil dan belum usia menopause? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Anda harus merasa cemas dan memeriksakan diri ke dokter?

Kondisi di mana seorang wanita tidak mengalami menstruasi disebut dengan amenorrhea atau amenore. Wajar jika Anda tidak mengalami menstruasi saat hamil atau setelah menopause. Namun, jika Anda tidak mengalami menstruasi di luar kedua hal tersebut, kondisi ini mungkin dapat menjadi gejala dari suatu kondisi medis tertentu.

Jenis-jenis amenore

Secara garis besar, terdapat dua jenis amenore, yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah suatu kondisi di mana seorang perempuan sama sekali belum mengalami haid pertama setelah berusia 16 tahun atau lebih. Remaja putri pada umumnya mulai menstruasi pada usia 9 hingga 18 tahun, dengan rata-rata usia 12 tahun.

Disisi lain, amenore sekunder adalah kondisi saat seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama tiga siklus, padahal sebelumnya sudah pernah menstruasi. Secara umum, amenore sekunder lebih sering dijumpai.

Penyebab amenore

Amenore primer dan sekunder dapat terjadi karena berbagai penyebab. Beberapa merupakan penyebab alami, sementara yang lain disebabkan karena kondisi medis tertentu yang harus ditangani. Berikut adalah beberapa penyebabamenore:

  • Penyebab alami: biasa disebabkan karena kehamilan, menyusui, dan menopause.
  • Gaya hidup: olahraga yang terlalu berat dan stres. Memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit lemak tubuh juga dapat menunda atau menghentikan menstruasi.
  • Ketidakseimbangan hormon: biasanya disebabkan karena adanya tumor pada kelenjar hipofisis atau tiroid. Selain itu dapat juga disebabkan karena kadar estrogen yang rendah atau kadar testoteron yang tinggi.
  • Obat-obatan: Biasanya disebabkan oleh obat seperti anti-psikotik, anti-depresan, kemoterapi, dan obat tekanan darah tinggi. Selain itu, menghentikan pil KB secara tiba-tiba juga dapat menghentikan menstruasi selama beberapa siklus sebelum akhirnya kembali normal.
  • Kelainan fisik: seperti masalah struktural pada organ reproduksi wanita seperti adanya kelainan bawaan sejak lahir, tumor, atau infeksi yang terjadi pada rahim segera setelah melahirkan. Pada kasus yang jarang, amenore dapat disebabkan karena sindrom Asherman, yang terjadi akibat terbentuknya jaringan parut pada rahim setelah operasi.
  • Kelainan genetik: kelainan genetik atau kromosom seperti sindrom Turner atau sindrom Sawyer, dapat menyebabkan amenore.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Semua remaja putri yang belum pernah mengalami menstruasi pada usia 16 tahun sebaiknya mengonsultasikan diri ke dokter. Selain itu, remaja putri berusia 14 tahun atau lebih yang belum menunjukkan tanda-tanda pubertas seperti tumbuhnya rambut pubis dan payudara yang membesar, juga dianjurkan untuk berkonsultasi pada dokter.

Bagi wanita yang sudah pernah mengalami menstruasi, haid yang tidak datang selama tiga bulan berturut-turut dapat menjadi tanda bahwa Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Apa yang akan dokter lakukan?

Dokter pertama-tama akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Persiapkan diri Anda untuk menjelaskan kepada dokter mengenai siklus menstruasi Anda biasanya, gaya hidup Anda, dan gejala lain yang Anda alami. Dokter juga mungkin akan melakukan tes kehamilan untuk memastikan bahwa Anda tidak sedang hamil.

Setelah yakin Anda tidak hamil, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani serangkaian tes seperti:

  • Pemeriksaan darah: dokter mungkin akan memeriksa kadar hormon dalam tubuh Anda yang berkaitan dengan menstruasi.
  • USG: pemeriksaan pencitraan ini berguna untuk melihat organ-organ dalam tubuh Anda seperti ovarium, rahim, dan memeriksa ada tidaknya pertumbuhan massa yang abnormal.
  • CT-scan: pemeriksaan pencitraan ini menghasilkan gambar yang lebih jelas daripada USG. Melalui pemeriksaan ini dokter dapat melihat dengan lebih jelas apakah terdapat tumor atau massa pada kelenjar atau organ Anda.

Bagaimana cara mengatasi amenore?

Penanganan untuk amenore berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Ketidakseimbangan hormon dapat diatasi dengan pemberian suplemen homon atau hormon buatan. Kelainan struktural mungkin membutuhkan tindakan yang lebih invasif seperti pengangkatan kista ovarium atau jaringan parut yang menyebabkan Anda tidak mengalami menstruasi.

Jika penyebabnya merupakan masalah gaya hidup, dokter akan meminta Anda mengubah pola hidup Anda, seperti mengurangi olahraga yang berlebih dan menyesuaikan berat badan Anda. Anda dapat bertanya apakah perlu berkonsultasi pada ahli gizi mengenai hal tersebut.

Pada intinya, penanganan segera dan kepatuhan berobat merupaka kunci utama. Selalu konsultasikan pada dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik dengan terapi yang diberikan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020