5 Manfaat Kayu Manis (Cinnamon) dalam Bidang Kesehatan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Manfaat kayu manis sebagai bumbu masakan sudah lama dikenal. Kayu manis adalah rempah-rempah hasil ekstraksi kulit pohon genus Cinnamomum yang termasuk ke dalam komoditi ekspor terbesar Indonesia.

Namun, tidak hanya digunakan sebagai campuran makanan dan minuman, rempah ini juga dimanfaatkan dalam industri obat-obatan dan kosmetik karena terbukti mempunyai berbagai manfaat dalam bidang kesehatan. Salah satu spesies kayu manis yang mempunyai peran penting dalam kesehatan adalah kayu manis asli Indonesia, yaitu Cinnamomum burmannii, yang juga dipercaya bermanfaat untuk mencegah mual, mengurangi kejang otot, mengeluarkan gas, dan mencegah infeksi.

Dalam dunia kesehatan manusia, kayu manis mempunyai berbagai peranan cukup besar, antara lain sebagai antioksidan dan antimikroba saat berhadapan langsung dengan oksidan atau mikroba, serta berperan sebagai antiinflamasi, antikanker, dan antidiabetes secara tidak langsung melalui mekanisme reseptor termediasi. Peran kayu manis dalam kesehatan didukung oleh bahan-bahan aktif yang terdapat pada minyak esensial pada kayunya, antara lain cinnamaldehyde, cinnamyl acetate, dan cinnamyl alcohol.

Manfaat kayu manis untuk kesehatan

1. Anti penggumpalan darah

Kandungan bahan aktif pada kayu manis, cinnamaldehyde, telah diteliti mempunyai efek pada trombosit darah, yaitu bagian darah mempunyai peran dalam proses penggumpalan darah pada saat terjadinya luka. Namun, pada kondisi tertentu, trombosit juga memiliki kecenderungan untuk menggumpalkan darah pada keadaan normal. Selain menghambat aliran darah, penggumpalan darah di dalam peredaran darah oleh trombosit akan memengaruhi proses pengangkutan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel tubuh serta meningkatkan tekanan darah.

Cinnaldehyde pada kayu manis dapat membantu mencegah penggumpalan darah ketika tidak diinginkan dengan menghambat pelepasan asam lemak arachidonic dari trombosit dan mengurangi pembentukan molekul thromboxane A2 dari trombosit. Hal ini juga telah dibuktikan melalui penelitian oleh tim dari Chiba University, Jepang.

2. Meningkatkan sensitivitas terhadap hormon insulin

andungan kromium dan polifenol dalam kayu manis terbukti meningkatkan sensitivitas terhadap hormon insulin, mengingat senyawa-senyawa ini mempunyai efek yang mirip dengan persinyalan insulin dan kontrol glukosa. Semakin meningkatnya sensitivitas terhadap insulin dalam tubuh seseorang, semakin sedikit jumlah insulin yang dibutuhkan oleh orang tersebut untuk membuat gula darah menjadi stabil. Dengan meningkatnya sensitivitas terhadap hormon insulin, risiko penyakit tekanan darah tinggi, diabetes tipe dua, dan kolesterol bisa diminimalisir.

3. Peran dalam penyakit neurodegeneratif

Neurodegeneratif atau kematian sel saraf merupakan pemicu berbagai penyakit saraf, seperti penyakit Alzheimer, Parkinson, Huntington, dan sejenisnya. Penyakit-penyakit neurodegeneratif ini berhubungan dengan kerusakan sel-sel saraf dan mempengaruhi pengendalian gerak, pengolahan informasi sensorik, hingga pengambilan memori.

Manfaat kayu manis sudah lama dipercaya dalam terapi penyakit neurodegeneratif, salah satunya adalah penyakit Alzheimer. Senyawa cinnamaldehyde dan epicatechin yang terkandung di dalam kayu manis mampu mencegah pengumpulan protein tau (τ) di otak. Senyawa-senyawa ini telah terbukti mencegah penggumpalan untuk terjadi dan kemungkinan bisa mencegah penyakit Alzheimer.

4. Antioksidan

Di antara rempah-rempah yang ada, kayu manis telah terbukti mempunyai aktivitas andioksidan yang tinggi. Kayu manis mengandung antioksidan, salah satunya polifenol (hydroxycinnamic acids), yang bisa melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif akibat radikal bebas. Polifenol dalam kayu manis juga bisa bermanfaat untuk menjaga dan memelihara kesehatan manusia lainnya, antara lain melindungi kulit dari radiasi sinar UV, mengurangi tanda-tanda penuaan, mengurangi inflamasi, menjaga kesehatan otak dan melindungi dari dementia, menjaga sistem jantung dan pembuluh darah, serta menghambat pertumbuhan tumor dan sel kanker.

Antioksidan dari bahan makanan merupakan salah satu hal yang dibutuhkan oleh manusia jaman sekarang, terutama mereka yang harus berurusan dengan polusi di kota-kota besar, untuk tetap menjaga kesehatan, dan konsumsi kayu manis secukupnya merupakan salah satu solusi dari permasalahan ini.

5. Antimikroba

Kayu manis memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri dan jamur, salah satunya dari jenis Candida. Candida merupakan mikroorganisme penyebab infeksi yang bisa ditemukan di mulut, usus, dan vagina, yang menyebabkan penyakit pada kulit dan membran mukus. Infeksi Candida pada bagian dalam tubuh bisa dikurangi bahkan dihentikan dengan mengonsumsi kayu manis. Peran ini didukung oleh kandungan cinnamaldehyde yang terdapat pada minyak kayu manis.

Selain mengobati infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida, manfaat kayu manis yang lain adalah dapat mengobati penyakit-penyakit Irritable Bowel Syndrome (IBS) yang disebabkan oleh bakteri gastroenteritis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Jenis Suplemen dan Vitamin Penambah Darah untuk Anemia

Salah satu cara mengatasi masalah anemia adalah dengan mengonsumsi vitamin dan suplemen penambah darah. Apa saja vitamin untuk kurang darah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
penyebab telinga gatal

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit