home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengupas Manfaat Kayu Manis untuk Diabetes, Benarkah Efektif?

Mengupas Manfaat Kayu Manis untuk Diabetes, Benarkah Efektif?

Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Oleh karena itu, pengobatan diabetes bertujuan menjaga agar kadar gula darah tetap normal. Salah satu caranya adalah dengan mengatur konsumsi makanan. Dalam 20 tahun terakhir, beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi kayu manis bermanfaat untuk pasien diabetes. Lantas, apakah ini berarti kayu manis efektif mengobati diabetes?

Beragam manfaat kayu manis untuk diabetes

Selain sebagai penyedap makanan, kayu manis sering dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk meredakan peradangan dan menurunkan kolesterol.

Nah, manfaat kayu manis untuk diabetes mulanya diketahui dari penelitian yang dilakukan oleh American Diabetes Association.

Penelitian yang melibatkan 30 pasien ini menunjukkan bahwa konsumsi 1-3 gram kayu manis selama 40 hari dapat menurunkan kadar glukosa, trigliserida, dan kolesterol jahat (LDL).

Dari penelitian inilah, kayu manis mulai banyak diklaim bermanfaat untuk penyakit gula darah.

Padahal, studi ini masih berupa riset berskala kecil dan belum bisa memastikan konsumsi kayu manis efektif mengendalikan kadar gula darah pasien diabetes.

Meski begitu, temuan ini membuat para ahli semakin tertarik mengembangkan penelitian guna menelisik lebih jauh manfaat kayu manis untuk diabetes.

Temuan dari beberapa studi terkini menunjukkan bahwa konsumsi kayu manis memiliki beberapa potensi untuk penyakit gula seperti berikut ini:

1. Membantu mengontrol kadar gula darah

hidup sehat dengan diabetes

Gula darah pasien diabetes bisa meningkat dengan cepat setelah makan, terutama jika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dalam jumlah besar.

Konsumsi kayu manis dapat membantu mengurangi kenaikan gula darah sehabis makan.

Hal ini dikarenakan kayu manis bisa memperlambat kerja organ pencernaan dalam memecah makanan menjadi glukosa.

Salah satu studi yang dirilis Nutrition Metabolism menjelaskan bahwa kayu manis berpotensi menghambat kerja enzim di dalam usus halus yang bertugas memproses glukosa dari makanan.

Manfaat kayu manis ini juga memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga pasien diabetes tidak cepat merasa lapar dan mengonsumsi sumber karbohidrat lebih banyak.

Dengan begitu, kadar gula darah pasien diabetes setelah makan akan lebih terkontrol.

2. Meningkatkan sensitivitas insulin

kadar insulin rendah

Penyebab tingginya kadar gula darah pada pasien diabetes bisa berasal dua hal.

Kurangnya produksi insulin menjadi penyebab diabetes tipe 1, sedangkan resistensi insulin yang mengakibatkan tubuh tidak mampu menyerap glukosa menjadi penyebab diabetes tipe 2.

Kayu manis memiliki komponen aktif yang dapat memberikan efek menyerupai kerja hormon insulin.

Dalam hal ini, kayu manis meningkatkan sensitivitas insulin sehingga sel lebih mudah menyerap glukosa dalam darah.

Akan tetapi, penelitian yang menjabarkan manfaat kayu manis untuk penyakit gula ini terakhir kali dilakukan oleh University of Birmingham pada tahun 2008.

Salah satu riset terkini dari Annals of Family Medicine memang menunjukkan bahwa kayu manis berpotensi meningkatkan penyerapan glukosa pada pasien dengan penyakit gula.

Namun, di akhir penelitian tidak dapat menyimpulkan manfaat ini dengan pasti. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan variabel yang memengaruhi hasil riset secara signifikan.

3. Menurunkan stres oksidatif

obat diabetes metformin obat diabetes melitus

Kayu manis mengandung antioksidan yang bisa mengurangi risiko stres oksidatif, yaitu kondisi yang menjadi faktor risiko utama untuk beberapa penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2.

Stres oksidatif bisa memicu terjadinya peradangan yang dapat merusak sel-sel sehat, terutama yang disebabkan oleh radikal bebas.

Antioksidan pada kayu manis dapat memberikan perlindungan lebih pada sel sekaligus memelihara fungsi sel. Maka dari itu, komponen ini dapat menekan dampak dari stres oksidatif.

Manfaat ini membuat kayu manis memiliki potensi mencegah diabetes tipe 2 sekaligus untuk mencegah beberapa penyakit kronis yang berisiko dialami pasien diabetes.

4. Mengurangi komplikasi diabetes

gagal jantung kanan

Pasien diabetes berisiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.

Nah, konsumsi kayu manis dapat menekan berbagai komplikasi diabetes yang disebutkan sebelumnya.

Ini karena rempah yang diberikan pada pasien diabetes ini mampu menurunkan kadar rata-rata kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida.

Kedua komponen ini adalah penyebab utama meningkatnya tekanan darah sekaligus penyumbatan pembuluh darah yang bisa mengarah pada serangan jantung dan stroke.

Di samping itu, konsumsi suplemen yang mengandung kayu manis juga dapat meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL) di dalam darah.

Hali ini bisa membantu menjaga kesehatan jantung pasien diabetes.

Sebagian besar manfaat untuk diabetes ini bisa diperoleh lebih maksimal dengan cara meminum air rebusan kayu manis.

Anda hanya perlu menyediakan 2 batang kayu manis, lalu rebuslah di dalam 500 mililiter (ml) air.

Menggunakan kayu manis pada pengobatan diabetes

kayu manis untuk jerawat

Meskipun diketahui memiliki berbagai potensi, kayu manis tidak dapat menggantikan pengobatan utama untuk diabetes.

Sejumlah penelitian hingga kini juga belum mendapatkan hasil menyeluruh yang mampu membuktikan kemanjuran kayu manis dalam mengobati diabetes.

Memang, beberapa studi menujukkan efek positif dari konsumsi kayu manis terhadap pengendalian gula darah. Akan tetapi, beberapa studi lainnya menunjukkan hasil sebaliknya.

Menurut Mayo Clinic, hasil di antara penelitian pun semakin sulit dibandingkan karena adanya perbedaan jumlah dan jenis kayu manis yang digunakan.

Jika ingin memperoleh manfaat dari kayu manis untuk membantu mengontrol gula darah, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui efeknya lebih jauh bagi kondisi Anda.

Terlepas Anda mengonsumsi kayu manis dalam bentuk suplemen atau meminum air rebusan kayu manis, pastikan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Penting untuk diingat, tidak ada obat medis atau herbal yang menjadi satu-satunya pemulih penyakit diabetes.

Diabetes bisa diatasi dengan mengatur asupan karbohidrat, menjaga kadar gula darah, aktif bergerak dan berolahraga rutin, atau menjalani pengobatan medis seperti terapi insulin.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Allen, R. W., Schwartzman, E., Baker, W. L., Coleman, C. I., & Phung, O. J. (2013). Cinnamon use in type 2 diabetes: an updated systematic review and meta-analysis. Annals of family medicine11(5), 452–459. https://doi.org/10.1370/afm.1517

Mohamed Sham Shihabudeen, H., Hansi Priscilla, D., & Thirumurugan, K. (2011). Cinnamon extract inhibits α-glucosidase activity and dampens postprandial glucose excursion in diabetic rats. Nutrition & Metabolism, 8(1), 46. doi: 10.1186/1743-7075-8-46

Cleveland Clinic. (2020). Can Taking Cinnamon Supplements Lower Your Blood Sugar?. Retrieved 12 March 2021, from https://health.clevelandclinic.org/can-taking-cinnamon-lower-your-blood-sugar/

Mayo Clinic. (2021). Diabetes treatment: Can cinnamon lower blood sugar?. Retrieved 12 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/expert-answers/diabetes/faq-20058472

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x