Sering Bikin Wanita Cemas, Ini 4 Mitos Seputar Seks Setelah Menopause

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan hormon saat memasuki masa menopause berpengaruh terhadap kehidupan seksual. Anda mungkin pernah mendengar bahwa libido wanita akan menurun seiring pertambahan usia, atau hubungan seks setelah menopause akan selalu terasa menyakitkan. Anggapan seperti ini beredar dengan luas dan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang tengah memasuki masa menopause.

Namun, benarkah demikian? Ataukah semuanya hanyalah mitos?

Ragam mitos seputar seks setelah menopause

Fungsi dan gairah seksual Anda memang dapat terpengaruh oleh menopause. Akan tetapi, Anda tidak perlu cemas. Berikut adalah berbagai mitos seputar seks usai menopause yang perlu Anda pahami.

1. Gairah dan libido berkurang

Menopause memengaruhi libido dengan beberapa cara. Selama menopause, hormon estrogen berkurang sehingga gairah seksual ikut menurun. Pertambahan berat badan dan keluhan yang muncul saat menopause juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada beberapa wanita. Ini berdampak pada hilangnya minat untuk berhubungan seks setelah menopause.

Meski begitu, penurunan libido tidak selalu terjadi karena efek menopause bisa berbeda pada setiap wanita. Ada sejumlah wanita yang bahkan mengalami peningkatan libido sekalipun telah memasuki masa berhentinya menstruasi.

2. Selalu sakit ketika berhubungan

Penurunan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan produksi cairan vagina turut berkurang. Kondisi ini juga membuat bukaan vagina menjadi rapat dan ruang di dalamnya memendek. Akibatnya, Anda akan lebih mudah merasa sakit dan mengalami perdarahan saat berhubungan seksual.

Namun, bukan berarti Anda tidak bisa memiliki kehidupan seks yang menggairahkan setelah menopause. Anda dapat menggunakan pelumas, menjalani terapi hormon, atau menggunakan obat tertentu agar hubungan seksual dapat dilakukan dengan lebih mudah tanpa menimbulkan rasa sakit.

3. Pasangan tidak mengerti kondisi Anda

Beberapa wanita mungkin beranggapan bahwa pasangannya tidak akan memahami kondisinya sehingga mereka memilih menutup diri. Padahal, kehidupan seksual berperan penting dalam keharmonisan hubungan. Mengutip laman Menopause, wanita sebenarnya masih ingin menjalani aktivitas seksual walaupun tidak lagi berada dalam usia produktif.

Bantulah pasangan Anda untuk memahami kondisi Anda dengan mengajaknya bicara. Sampaikan keluhan yang Anda rasakan serta apa yang Anda harapkan. Dengan begitu, Anda dapat menemukan solusi terbaik dalam menghadapi berbagai masalah seputar seks setelah menopause.

sudah menopause bisa hamil lagi

4. Terapi hormon adalah kunci utama

Terapi hormon melibatkan pemberian hormon estrogen atau kombinasi hormon estrogen dengan progestin untuk menangani keluhan akibat menopause. Keluhan ini termasuk menurunnya keinginan untuk berhubungan seks setelah menopause. 

Anda sebenarnya dapat menggunakan cara lain untuk mengatasi keluhan saat menopause selain dengan terapi ini. Misalnya dengan mengonsumsi obat yang disarankan dokter atau dengan cara alami.

Guna mengatasi libido yang menurun, kenali lebih dulu penyebabnya. Libido yang menurun karena penyebab psikologis biasanya dapat diatasi melalui konseling pernikahan dengan seorang ahli.

Keempat mitos tersebut seringkali menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang memasuki masa menopause. Padahal, siklus menstruasi yang berakhir tidak membuat kehidupan seksual Anda juga berakhir. Dengan cara penanganan yang tepat, Anda tetap dapat memiliki kehidupan seks yang berkualitas bahkan setelah menopause.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca