home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Penyebab Vagina Lecet Setelah Berhubungan Seks (Plus, Cara Mengatasinya)

Berbagai Penyebab Vagina Lecet Setelah Berhubungan Seks (Plus, Cara Mengatasinya)

Seks seharusnya terasa menyenangkan dan nikmat, bukan menyakitkan. Lantas, apa penyebabnya jika setelah seks justru vagina terasa sakit dan ternyata luka? Bagaimana mengatasi vagina luka? Cari tahu semua jawabannya di bawah ini.

Yang jadi penyebab vagina luka setelah berhubungan seks

Vagina luka setelah seks kemungkinan besar diakibatkan oleh gaya gesek yang cukup keras antara penis dan dinding-dinding vagina. Risiko ini lebih mungkin terjadi pada vagina yang kurang “basah” akibat kurang pelumas. Vagina kering biasanya bisa disebabkan banyak hal, seperti:

  • Kurang gairah
  • Kurang rangsangan atau melewatkan waktu foreplay
  • Rasa cemas yang berlebihan
  • Perubahan hormon, misalnya akibat penggunaan obat atau menopause

Semua hal tersebut bisa berdampak pada kadar hormon estrogen Anda yang berfungsi untuk merangsang produksi cairan vagina. Bila kadar estrogen tidak mencukupi, maka tubuh juga tidak akan mengeluarkan cairan vagina yang cukup. Padahal, cairan vagina berguna untuk mengurangi gesekan penis dengan dinding vagina saat penetrasi. Bahkan gesekan yang sangat keras dapat menyebabkan vagina robek dan berdarah.

Vagina luka setelah seks juga bisa terjadi ketika Anda dan pasangan tidak memakai pelumas vagina saat bercinta, yang bisa meminimalisir gesekan antar kulit penis dan jaringan dalam vagina.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika vagina luka akibat berhubungan seks?

Sebenarnya, vagina Anda memiliki caranya tersendiri untuk menyembuhkan diri. Hanya saja, vagina membutuhkan waktu untuk menghilangkan luka yang dialami. Namun, jangan khawatir, Anda dapat melakukan hal-hal berikut untuk mempercepat kesembuhan organ intim dan mengembalikan gairah Anda kembali, dengan melakukan hal berikut:

1. Hindari bercinta dengan pasangan selama vagina luka

Ya, selama itu, Anda harus menahan gairah dan hasrat untuk bercinta dengan pasangan. Berhubungan seks saat vagina luka hanya akan memperparah lukanya saja. Gesekan yang terjadi saat penetrasi berlangsung akan membua luka semakin terbuka dan melebar ke bagian lain.

2. Jangan menggaruk area vagina

Gejala lain yang akan muncul saat vagina Anda lecet atau luka adalah rasa gatal di area kelamin. Saat itu terjadi, tahan rasa gatal pada vagina Anda tersebut, tapi jangan sampai Anda menggaruknya. Misalnya dengan cara membasuh vagina dengan air yang sejuk atau dingin. Menggaruk rongga vulva atau vagina hanya akan menimbulkan rasa perih saja.

3. Jangan lakukan douching vagina

Douching adalah cara membersihkan vagina dengan menyemprotkan suatu larutan khusus masuk ke dalam saluran vagina. Memang terlihat bisa membuat vagina lebih bersih, tapi pada kenyataannya, cara ini justru menimbulkan dampak buruk bagi vagina. Douching akan membuat keseimbangan bakteri alami yang dimiliki vagina terganggu.

Bakteri yang ada di dalam vagina berfungsi untuk menjaga kadar pH serta mencegah vagina terinfeksi. Namun, bila Anda melakukan douching, maka vagina akan berisiko terkena terserang infeksi bakteri jahat lainnya.

4. Hindari membersihkan vagina dengan sabun mandi

Ini juga tak boleh dilakukan. Menggunakan sabun mandi untuk membersihkan vagina juga hanya akan membunuh bakteri alami di sekitar vagina. Maka dari itu, sebenarnya organ kewanitaan Anda hanya perlu dibasuh dan bilas dengan air hangat dan kemudian dikeringkan dengan handuk.

Menggunakan produk yang memiliki wangi menyengat pada vagina juga akan menimbulkan efek yang sama. Jadi, hindari semua produk tersebut.

5. Jika sangat sakit, segera periksakan ke dokter

Bila Anda merasa sangat sakit hingga mengganggu aktivitas, maka sebagai pertolongan pertama Anda dapat meminum obat penghilang rasa sakit. Setelah itu, segera periksakan diri ke dokter agar vagina yang terluka cepat sembuh kembali.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Women’s Health. (2014). 6 Common Sex Injuries—And How to Deal. [online] Available at: https://www.womenshealthmag.com/sex-and-love/common-sex-injuries  [Accessed 7 Dec. 2017].

Med-Health.net. (2013). Vaginal Tearing: Treatment and Prevention. [online] Available at: http://www.med-health.net/Vaginal-Tear-Treatment.html  [Accessed 7 Dec. 2017].

WebMD. (2017). Female Genital Problems and Injuries-Home Treatment. [online] WebMD. Available at: https://www.webmd.com/women/tc/vaginal-problems-home-treatment  [Accessed 7 Dec. 2017].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 20/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x