Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi sebagian orang, memulai hubungan baru setelah bercerai terbilang sulit. Banyaknya pertimbangan seperti anak, masih ada perasaan dengan mantan pasangan, atau berbagai hal lain yang mengganjal di hati seperti trauma akan kegagalan terdahulu menjadi penghalang Anda memulai kehidupan baru . Tapi, bagaimana cara mengetahui bawah diri ini siap untuk memulai hubungan baru lagi?

Waktu tepat memulai hubungan baru setelah bercerai

Sangat penting untuk memahami bahwa proses mencari hubungan baru setelah perceraian berbeda untuk semua orang. Beberapa orang mungkin siap-siap saja untuk langsung berkencan. Tapi untuk sebagian lainnya? Belum tentu, ada pula yang butuh bertahun-tahun untuk bisa meyakinkan dirinya kalau mereka sudah bisa memulai hubungan lagi.

Hal paling penting yang harus Anda perhatikan pertama kali adalah emosi Anda sendiri. Tanyakan juga pada diri Anda mengapa Anda ingin mulai berkencan lagi. Jika tujuan memulai hubungan baru hanya untuk mengobati sakit hati setelah bercerai, ada baiknya untuk menetralkan itu semua terlebih dahulu.

Bagaimana caranya saya tahu kalau siap untuk menjalin hubungan lagi?

1. Pikirkan apa yang Anda inginkan untuk saat ini dan ke depannya

Ketahuilah apa yang Anda inginkan untuk melanjutkan hidup yang baru ini. Contoh, mungkin di hubungan yang berikutnya Anda ingin mendapatkan karakteristik yang baru dari pasangan nanti.

Atau Anda mungkin ingin menemukan seseorang dengan beberapa karakteristik yang sama dengan diri Anda. Baiknya buat daftar tentang hal yang apa inginkan, dan pastikan untuk membuat prosesnya menyenangkan. Jika Anda sudah bisa menentukannya, barulah Anda boleh yakin kalau diri Anda sudah siap untuk merajut kasih yang baru. 

2. Pastikan kalau perasaan Anda sudah netral pada mantan pasangan

Penting untuk memastikan perasaan yang Anda punya, khususnya perasaan mengenai mantan pasangan Anda. Mungkin saja, Anda masih memiliki beberapa perasaan cinta dan perhatian pada mantan pasangan

Jika Anda masih memikirkan apa yang mantan istri atau suami Anda lakukan maupun dengan siapa saja dia akan berkencan, itu artinya Anda masih dalam kondisi yang tidak bagus dalam memulai hubungan baru yang sehat. Lebih baik jangan terlalu memaksakan diri lagi membuktikan sesuatu pada mantan. Percaya saja bahwa hal ini tidak akan berakhir dengan lebih baik.

3. Anda sudah mulai menjalani rutinitas seperti biasa

Pada saat menjalani proses perceraian, pastinya rutinitas harian Anda sedikit banyak terganggu. Hal ini bisa menjadi salah satu yang bisa memastikan, apakah Anda sudah siap atau belum memulai hubungan baru setelah bercerai.

Rasakan apa yang ada di dalam diri, apa Anda sudah merasa nyaman kembali dengan kerjaan sehari-hari, apa Anda sudah merasa produktif kembali seperti sedia kala. Jika semua itu telah Anda rasakan, sepertnya Anda sudah move on dan siap menyambut hidup yang baru.

4. Minta diperkenalkan oleh teman

Jika 3 tanda perasaan di atas sudah Anda dapatkan, sekarang waktunya Anda mencari. Tidak usah terburu-buru. Salah satu cara terbaik untuk bertemu dengan pasangan baru adalah melalui sebuah rekomendasi. Hal yang harus Anda lakukan adalah membiarkan teman atau orang lain tahu kalau Anda sudah dalam status lajang kembali.

Mintalah teman Anda untuk mengenalkan Anda di pesta atau pertemuan sosial. Anda juga bisa mengikuti berbagai kegiatan sosial yang memungkinkan Anda bertemu dengan orang banyak. Semakin Anda bergaul dan punya lingkup sosial yang luas, niscaya semakin mudah juga untuk Anda memulai hubungan baru setelah bercerai.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit