5 Cara Mencegah Kehamilan yang Efektif, Apa Saja ya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Dengan begitu banyak pilihan, mencari tahu cara mencegah kehamilan terbaik dapat menjadi tugas yang membingungkan. Anda mungkin bertanya-tanya, apa saja yang harus diketahui sebelum memutuskan metode atau jenis kontrasepsi yang akan Anda pilih. Yuk, ketahui lebih lanjut cara mencegah kehamilan yang paling efektif dalam artikel berikut.

Cara-cara mencegah kehamilan yang efektif

Salah satu langkah penting dalam menentukan cara yang mana yang terbaik untuk membantu Anda mencegah kehamilan adalah memahami bagaimana masing-masing jenis alat kontrasepsi dapat mempengaruhi kesehatan Anda. Faktor-faktor kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, dan riwayat kanker payudara harus Anda pertimbangkan dalam pilihan Anda.

Sebelum Anda bertemu dengan dokter Anda, simak daftar metode pencegah kehamilan paling efektif di bawah ini, kemudian minta saran dokter tentang mana cara yang terbaik untuk Anda.

1. KB steril

Ada beberapa cara sterilisasi yang bisa dilakukan oleh para wanita untuk mencegah kehamilan. Sebagai contoh, pemotongan, pengikatan, atau penyegelan untuk menutup tuba fallopi, atau mengangkat rahim (histerektomi). Sterilisasi wanita adalah cara mencegah kehamilan yang bekerja dengan cara menghentikan sel telur turun ke rahim, tempat terjadinya pembuahan. Kadang, seorang wanita yang menjalani kelahiran caesar juga sekaligus menjalani prosedur sterilisasi secara bersamaan agar tak perlu lagi memiliki dua kali prosedur bedah.

Untuk pria, cara sterilisasi untuk mencegah kehamilan disebut prosedur vasektomi. Prosedur ini akan menjaga sperma tidak turun ke penis, sehingga tak akan ada jejak sedikit pun sperma pada air mani yang Anda produksi setiap kali Anda ejakulasi.

Efektivitas dari metode ini bisa dibilang mendekati 100 persen. Metode sterilisasi hanya memiliki 0.5% tingkat kegagalan untuk metode sterilisasi wanita apa pun, dan 0,15% untuk vasektomi. Artinya, ada kurang dari satu kehamilan tak diinginkan per 100 wanita dalam satu tahun dari proses sterilisasi mana pun.

Satu hal yang Anda perlu Anda ingat dari cara mencegah kehamilan yang satu ini, metode ini bersifat permanen. Artinya, untuk mewujudkan cara mencegah kehamilan ini, Anda mungkin perlu merogoh kocek yang cukup dalam. Anda mungkin saja melakukan prosedur pembalikan atau mengembalikan kemampuan Anda untuk memiliki keturunan setelah melakukan pencegahan kehamilan ini.

Namun, ada risiko tersendiri yang harus Anda hadapi dan diskusikan lebih jauh dengan dokter Anda. Selain itu, Anda juga masih perlu bergantung pada metode kontrasepsi lain untuk tiga bulan pertama.

Pasalnya, sperma mungkin masih ada dalam sistem pria dan jaringan parut bekas mengikat rahim perlu waktu pemulihan selama ini. Anda juga perlu memahami bahwa cara mencegah kehamilan yang satu ini tidak melindungi Anda dari penyakit kelamin.

2. Intrauterine device (IUD)

Cara mencegah kehamilan lainnya adalah intrauterine device (IUD). IUD adalah potongan plastik/tembaga berbentuk T yang ditempatkan dalam rahim oleh dokter. IUD tembaga akan menjaga Anda dari kehamilan setiap waktu selama 10-12 tahun, sementara IUD hormonal mampu mencegah kehamilan selama 3-5 tahun (tergantung pada merek apa yang Anda gunakan).

IUD tembaga bahkan dapat digunakan untuk kontrasepsi darurat jika perangkat dimasukkan dalam waktu lima hari dari hubungan seks tanpa kondom. Kedua jenis IUD dapat segera mencegah kehamilan begitu terpasang dengan mengubah cara sperma bergerak di dalam tubuh wanita sehingga mereka tidak akan bisa mencapai sel telur.

Jika pembuahan terjadi (kasus langka), IUD akan bekerja membuat sel telur yang sudah dibuahi untuk tidak dapat menempel di dinding rahim. IUD adalah salah satu metode pencegahan kehamilan terbaik yang tersedia di pasaran saat ini.

Melansir dari Planned Parenthood, cara mencegah kehamilan yang satu ini memiliki tingkat efektivitas hingga 99.9 persen. Ini artinya ada kurang dari satu kehamilan tak diinginkan per 100 wanita pengguna IUD setiap tahunnya.

Salah satu yang perlu Anda ingat mengenai cara mencegah kehamilan yang satu ini adalah sebaiknya kontrasepsi IUD ini hanya digunakan oleh wanita yang telah melahirkan. Ketika IUD terpasang, rahim Anda akan melebar.

Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit pada wanita yang belum memiliki anak (jika Anda memiliki infeksi menular seksual pada saat IUD dimasukkan, risiko infeksi peradangan panggul meningkat). Anda dapat memiliki menstruasi yang tidak teratur atau berat sebagai efek samping IUD tembaga.

Terakhir, meskipun IUD bersifat jangka panjang, efeknya masih bisa dibatalkan dan Anda bisa hamil setelah alat dilepas. IUD tidak memberikan perlindungan terhadap penularan penyakit kelamin.

3. Cara mencegah kehamilan dengan KB implan

Cara mencegah kehamilan paling ampuh selanjutnya adalah KB implan. KB implan adalah batangan fleksibel seukuran korek api yang dimasukkan oleh dokter ke bawah kulit lengan atas. Batangan implan dapat digunakan secara efektif mencegah kehamilan dengan melepaskan hormon progestin.

Hormon ini dapat mengubah struktur lapisan rahim dan lendir serviks guna menyulitkan sperma berenang mencapai sel telur. Terkadang, implan akan menghentikan indung telur untuk melepas sel telur baru. KB implan bekerja efektif hingga 3-4 tahun.

Cara mencegah kehamilan yang satu ini sangat efektif. Tingkat kegagalannya hanya mencapai 0,5% sehingga ini berarti ada kurang dari satu kehamilan tak diinginkan per 100 wanita dalam satu tahun yang menggunakan implan. Namun, Anda perlu mengingat bahwa setelah implan dilepas, Anda masih bisa hamil. Artinya, KB implan tidak bersifat permanen jika digunakan.

Sebagian besar wanita akan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur sepanjang tahun pertama penggunaan KB implan ini. Namun, seiring berjalannya waktu, siklus menstruasi Anda akan kembali seperti biasa secara alami. Jika siklus menstruasi Anda tidak kunjung membaik, dokter mungkin akan meresepkan hormon estrogen sintetis sebagai obat untuk Anda.

Anda juga perlu memahami bahwa KB implan tidak bekerja dengan baik bagi wanita yang mengonsumsi herbal St John Wort, atau wanita yang kelebihan berat badan. Cara mencegah kehamilan yang satu ini juga tidak dapat melindungi Anda dari risiko penularan penyakit kelamin.

4. KB Suntik

Pada KB suntik, dokter akan menyuntikkan hormon progestin di bawah kulit bokong atau lengan atas Anda setiap tiga bulan. Cara mencegah kehamilan yang satu ini bekerja dengan menyebabkan lendir serbiks untuk menebal dan mengental sebagai rintangan bagi sel sperma. Tujuannya, sel sperma tidak dapat berenang melewati leher rahim dan membuahi sel telur.

Pada kebanyakan wanita, hormon suntik ini juga bekerja menghentikan indung telur untuk melepaskan sel telur baru. Berdasarkan American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), KB suntik dapat menekan risiko Anda terhadap kanker rahim sekaligus melindungi Anda dari peradangan panggul.

Jika Anda mendapatkan suntikan hormon dalam tujuh hari pertama setelah menstruasi Anda mulai, Anda akan segera terlindungi dari peluang kehamilan. Jika Anda mendapatkan suntikan lima hari setelah keguguran atau aborsi, atau dalam tiga minggu setelah melahirkan, Anda juga segera terlindungi dari kehamilan.

Di luar kasus ini, Anda perlu menggunakan metode KB cadangan lain, seperti kondom lateks atau kondom perempuan, diafragma, spons, atau pil KB darurat (morning after pill),  selama minggu pertama setelah mendapatkan suntikan.

KB suntik adalah salah cara mencegah kehamilan paling efektif yang tersedia di pasaran. Untuk pasangan monogami dalam jangka waktu panjang, KB suntik akan lebih efektif daripada penggunaan KB oral.

Anda perlu memahami bahwa hormon yang disuntikkan lebih mungkin untuk menyebabkan timbul bercak atau menstruasi tidak teratur daripada cara mencegah kehamilan lain seperti pil KB, koyo hormon, atau cincin vagina, terutama dalam 3-6 bulan pertama. Di sisi lain, penggunaan suntik hormon jangka panjang lebih dari dua tahun berturut-turut dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang sementara.

Risiko efek samping ini akan semakin meningkat semakin lama Anda bergantung pada suntikan. Tulang akan kembali tumbuh setelah Anda menghentikan suntik KB, tapi tetap membawa risiko patah tulang atau osteoporosis di masa depan. KB suntik tidak melindungi Anda dari penyakit kelamin menular.

5. Pil KB sebagai cara mencegah kehamilan

Pil KB kombinasi estrogen dan progestin adalah jenis KB oral yang paling umum digunakan. Kombinasi hormon ini harus dikonsumsi setiap hari untuk menjaga indung telur melepaskan sel-sel telur baru.

Pil juga menyebabkan penebalan dinding rahim dan lendir serviks untuk menyulitkan sperma berenang menembus leher rahim dan membuahi sel telur. Banyak jenis KB oral yang tersedia di pasaran. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai mana yang terbaik untuk Anda.

Pil KB memiliki tingkat kegagalan hingga 9 persen. Itu berarti, ada kurang dari 1 kehamilan per 100 wanita setiap tahunnya jika mereka selalu menggunakan pil KB seperti yang diarahkan. Di sisi lain, sekitar 9 dari 100 wanita akan hamil per tahunnya jika mereka tidak selalu menggunakan pil KB sesuai arahan karena sulit untuk mengingat untuk mengambil secara teratur.

Pil KB dapat menyebabkan bercak, nyeri payudara, mual, dan gairah seks yang menurun. Wanita yang baru saja melahirkan harus menunggu setidaknya tiga minggu sebelum menggunakan pil KB kombinasi. Pil KB kombinasi meningkatkan risiko penggumpalan darah fatal yang dapat terbentuk setelah melahirkan.

Wanita yang menjalani kelahiran caesar atau yang memiliki faktor risiko lain untuk penggumpalan darah, seperti obesitas, merokok, atau preeklampsia harus menunggu selama enam minggu. Pil KB kombinasi membawa risiko stroke bagi wanita perokok. Antibiotik dapat mengurangi efektivitas pil pada beberapa wanita.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang metode KB cadangan sebagai cara mencegah kehamilan jika Anda perlu minum antibiotik. Pil KB tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit kelamin. Kondom lateks adalah satu-satunya cara mencegah kehamilan yang sekaligus terbukti ampuh melindungi Anda dari penularan penyakit menular seksual, termasuk HIV.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 15, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca