Cara Kerja dan Efek Samping KB Implan atau KB Susuk

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

KB implan atau KB susuk adalah salah satu pilihan alat kontrasepsi yang bisa Anda pilih. Belakangan ini, metode KB susuk alias KB implan mulai naik daun di tengah popularitas KB spiral (IUD), pil KB, dan juga kondom. Bagaimana sebenarnya cara kerja KB implan dan apakah ada efek sampingnya?

Apa itu KB implan atau KB susuk?

Dikutip dari Mayo Clinic, KB implan adalah alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa digunakan oleh wanita. DI Indonesia, KB implan ini juga disebut sebagai KB susuk.

Alat kontrasepsi ini adalah tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran korek api, yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan. Tabung ini (yang sering disebut susuk) akan dimasukkan (atau diimplan) ke dalam kulit lengan atas. 

Dengan pemakaian yang benar, sekali pasang KB susuk ini sudah dapat mencegah kehamilan selama tiga tahun.

Bagaimana cara kerja KB implan atau KB susuk?

Susuk yang sudah dimasukkan ke bawah kulit akan melepaskan hormon progestin dengan kadar rendah. Kemudian, hormon tersebut akan mencegah ovulasi (pelepasan sel telur dalam siklus bulanan). 

Jika seorang wanita tidak berovulasi, ia tidak bisa hamil karena tidak ada sel telur untuk dibuahi.

Progestin yang dilepaskan oleh KB susuk juga akan menebalkan lendir di sekitar leher rahim atau serviks. Hal ini akan mencegah sperma untuk memasuki rahim.

Progestin juga akan menipiskan lapisan dinding rahim, sehingga jika ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, telur tersebut akan sulit menempel pada dinding rahim untuk memulai kehamilan.

Apakah KB implan atau KB susuk ampuh mencegah kehamilan?

KB susuk adalah metode kontrasepsi yang sangat efektif mencegah kehamilan. Dalam jangka waktu satu tahun, hanya ada tak sampai 1 dari 100 pengguna KB implan yang tetap kebobolan hamil.

Kemungkinan hamil akan meningkat jika Anda menggunakan KB susuk selama 3 tahun tanpa diganti. Oleh karena itu, penting untuk mengingat dan mencatat kapan KB dipasang, dan kapan waktu paling telat bagi Anda untuk menggantinya. 

Jika Anda tak sempat mengganti KB implan tepat pada waktunya, gunakan alat KB tambahan seperti kondom.

Pada umumnya, efektivitas alat kontrasepsi bergantung pada banyak hal,  termasuk apakah Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau sedang mengonsumsi obat-obatan dan herbal tertentu yang dapat mengganggu kerja alat KB. 

Sebagai contoh, obat herbal St. John’s wort dan beberapa antibiotik bisa menurunkan kinerja KB implan sehingga menjadi kurang ampuh.

Alat KB yang paling efektif pun tidak akan ampuh mencegah kehamilan jika tidak digunakan dengan benar. Untuk dapat bekerja dengan baik, implan harus berada dalam posisi yang benar dan bekerja dengan baik, serta harus diganti jika sudah waktunya.

Meskipun banyak kelebihannya, KB susuk tidak dapat mencegah Anda terkena penyakit menular seksual. Kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi pencegah kehamilan yang bisa melindungi pria dan wanita dari penularan penyakit kelamin.

Bagaimana cara pemasangan KB susuk?

KB implan

KB implan hanya tersedia di klinik, puskesmas, atau rumah sakit, dan harus dipasang oleh dokter, bidan, dan petugas kesehatan yang sudah diberi training untuk memasang susuk KB. 

Dokter mungkin akan menunda pemasangan KB ini tergantung pada siklus menstruasi Anda, atau jika Anda sedang menggunakan metode kontrasepsi lain.

Berikut langkah-langkah yang dilakukan dokter untuk memasang KB implan:

  • Proses pemasangan KB ini akan dimulai dengan memberi obat bius pada bagian lengan yang akan dimasukkan susuk, supaya Anda tidak merasa sakit. 
  • Dokter kemudian akan menggunakan jarum kecil untuk memasukkan tabung susuk di bawah kulit yang sudah dibuat baal tersebut.

Keseluruhan prosesnya berlangsung beberapa menit saja. Setelah susuk dipasang, Anda dianjurkan untuk tidak mengangkat barang berat dulu selama beberapa hari.

Anda harus kembali datang ke dokter/klinik/puskesmas untuk mengganti susuk dengan yang baru, setelah 3 tahun atau sesuai dengan anjuran dokter. Saat sudah lewat masanya, susuk akan berhenti berfungsi dan tidak lagi melindungi Anda dari kehamilan.

Mengeluarkan KB implan

Untuk mengeluarkan susuk, kulit Anda akan dibius lagi, kemudian dibuat sayatan kecil untuk menarik keluar susuk.

 Anda sebenarnya tak perlu menunggu sampai tiga tahun untuk mengganti atau mengeluarkan KB implan, sehingga kapanpun Anda ingin melepasnya, ini bisa dilakukan. 

Namun ingat, jangan pernah mencoba untuk melepas KB susuk ini sendiri. Prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Siapa yang cocok menggunakan KB implan?

kb non hormonal

KB implan atau KB susuk adalah metode kontrasepsi yang cocok untuk wanita yang sering lupa minum pil KB setiap hari, atau yang ingin mencegah kehamilan dalam jangka panjang.

Tentunya tak semua wanita bisa menggunakan KB susuk. Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan yang Anda miliki akan membuat KB ini tak efektif, atau lebih berisiko.

Berikut ciri-ciri wanita yang tidak disarankan menggunakan KB implan:

  • Wanita yang memiliki pembekuan darah dan penyakit liver
  • Mengalami perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya, dan beberapa jenis kanker.
  • Mengidap diabetes
  • Mengalami sejumlah kondisi, seperti:
    • Sakit kepala migrain
    • Depresi
    • Kolesterol tinggi
    • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
    • Masalah kandung empedu
    • Kejang-kejang
    • Penyakit ginjal
    • Alergi.

Tak hanya itu, jika Anda sedang hamil atau curiga Anda sedang hamil, Anda tak boleh memasang KB susuk ini.

Apa saja efek samping KB susuk?

haid tidak teratur setelah menikah

Efek samping KB implan yang paling lazim adalah perubahan pada siklus menstruasi. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi.

  • Haid menjadi tidak teratur, atau tidak haid sama sekali
  • Darah haid menjadi lebih banyak, atau malah menjadi lebih sedikit
  • Flek/bercak darah yang keluar saat sedang tidak haid
  • Berat badan bertambah
  • Sakit kepala
  • Jerawat
  • Payudara nyeri
  • Rasa sakit, infeksi, dan bekas luka di kulit tempat susuk dimasukkan (diimplan)
  • Depresi

Jangan khawatir, tidak semua pengguna KB susuk akan mengalami efek samping. Bahkan, efek samping ini biasanya akan membaik dan lama-lama menghilang seiring waktu. 

Meskipun begitu, jika Anda seorang perokok, risiko Anda mengalami efek samping akan meningkat. Inilah alasan dokter sering menyarankan pada wanita pengguna KB ini untuk berhenti merokok.

KB implan bikin gemuk?

Kenaikan berat badan adalah salah satu efek samping yang dikhawatirkan banyak wanita saat memilih KB susuk. Padahal, kenyataannya, berat badan yang bertambah saat Anda memasang KB susuk tidak selalu disebabkan oleh alat kontrasepsi tersebut. 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Obstetrics & Gynecology meneliti soal hubungan antara pemakaian KB implan dan kenaikan berat badan. 

Hasilnya, penelitian tersebut tidak menemukan bukti bahwa penambahan berat badan berhubungan langsung dengan penggunaan KB ini. 

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 hingga 2014 itu menunjukkan banyak wanita merasa berat badannya bertambah hanya karena pernah menerima informasi bahwa KB implan dapat membuat gemuk. 

Memilih kontrasepsi yang tepat untuk kondisi Anda memang tak bisa asal-asalan. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran terbaik. 

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Pil KB Bisa Membuat Kulit Bebas Jerawat?

Alat kontrasepsi digunakan untuk cegah kehamilan. Namun, efektif dan amankah penggunaan pil kb untuk jerawat? Ini yang harus Anda perhatikan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Orang yang mengidap alergi lateks bisa mengalami mulai dari gatal-gatal hingga sesak napas setiap terpapar bahan karet lateks. Bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Jika jadwal suntik KB Anda bertepatan pada bulan puasa, mungkin Anda bertanya-tanya, apakah aman menjalani suntik KB saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 19 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit

Vasektomi dan Tubektomi, Sterilisasi untuk Mencegah Kehamilan

Vasektomi dan tubektomi adalah dua jenis metode sterilisasi yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kehamilan. Lalu, apa perbedaan dari keduanya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 22 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melepas IUD lepas KB spiral

Sebenarnya Kapan Waktu yang Tepat untuk Lepas KB Spiral?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara melancarkan haid

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
5 Kesalahan Minum Pil KB yang Sering Dilakukan

4 Kesalahan Minum Pil KB yang Sering Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
efek samping kondom wanita

Efek Samping dan Kekurangan Menggunakan Kondom Wanita

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit